EVALUASI PENYELENGGARAN PELAYANAN PUBLIK OLEH KEMENTRIAN PAN RB DI PUSKESMAS BAMBANGLIPURO

Pada hari Rabu tanggal 7 September 2016 di Puskesmas Bambanglipuro dilakukan kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Pubik oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kegiatan ini dilakukan oleh Kementrian PAN RB dengan sasaran 59 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dan salah satunya Kabupaten Bantul. Di Kabupaten Bantul sendiri selain di Puskesmas Bambanglipuro, Instasi yang dilakukan evaluasi adalah Kantor PTSP (Pelayanan Terpadu satu Pintu), Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil dan RSUD Panembahan Senopati.

Tujuan dari kegiatan ini adalah :

1. Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui perbaikan pelayanan publik
2. Mendorong unit pelayanan publik memberikan pelayanan yang prima
Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah :

1. Quisoner Lembar Evaluasi Indeks Pelayanan Publik Pemerintah F-01  yang diisi oleh Pimpinan Puskesmas, dan Quisoner Lembar Evaluasi Indeks Pelayanan Publik Pemerintah F-03  yang diisi oleh Pasien

2. Wawancara dengan Pimpinan dan Pasien

3. Peninjauan langsung masing-masing unit pelayanan

Indikator Evalusi yang dipergunakan adalah :

1. Standar Pelayanan di Puskesmas
2. Maklumat Pelayanan di Puskesmas

3. Survey Kepuasan Masyarakat

4. Pengelolaan Pengaduan dan

5. Sarana/Prasarana Puskesmas

6. Inovasi Puskesmas

AKSELERASI PENANGANAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) MELALUI PEMBENTUKAN “PAGUYUBAN TRESNO ROGO”

UntitledDi Indonesia dalam hal ini adalah pembangunan di bidang kesehatan, terdapat beban ganda penyakit, di satu fihak masih banyak penyakit infeksi (penyakit menular) yang harus ditangani, di lain fihak semakin meningkatnya penyakit tidak menular.

Penyakit tidak menular seperti Penyakit jantung dan pembuluh darah, DM, Penyakit kronis (Asma, PPOK, SLE, Thalassemia), Kanker (cervik dan payudara), gangguan akibat kecelakaan dan cedera juga semakin mengalami peningkatan. Ada dua faktor risiko penyebab penyakit tidak menular, yaitu faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan (umur, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga) serta faktor risiko yang bisa dikendalikan diantaranya adalah diet (pola makan), rokok, aktifitas fisik, konsumsi alkohol.

Puskesmas Bambanglipuro sebagai penyedia layanan kesehatan tingkat pertama memandang perlu untuk menyelenggarakan suatu wadah (kelas) terkait dengan pengendalian penyakit tidak menular khususnya diabetes mellitus dan hipertensi. Harapan kami, dengan diselenggarakannya suatu wadah (kelas) bagi pasien diabetes mellitus dan hipertensi khususnya yang rutin kontrol di puskesmas dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang apa itu penyakit yang dideritanya serta meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari komplikasi akibat penyakit. Peserta juga mengetahui cara untuk menjaga kebugaran, kesehatan sehingga kadar gula darah maupun tekanan darah dapat terkontrol.

Berawal dari kegiatan kelas Diabetes Mellitus dan kelas Hipertensi yang diselenggarakan oleh Puskesmas Bambanglipuro di tahun 2015, para peserta kegiatan yang mayoritas adalah pasien rutin di puskesmas, berkeinginan agar kegiatan yang sudah dilakukan dapat diselenggarakan secara kontinyu.
Oleh karena itu koordinator PTM (penyakit tidak menular) dibantu dengan beberapa peserta bersepakat untuk membentuk sebuah komunitas khusus penderita diabetes dan hipertensi dengan berbagai kegiatan didalamnya; seperti berbagi info , sharing, tanya-jawab masalah kesehatan sampai konsultasi gizi/makanan, konsultasi fisioterapi, konsultasi obat yang tentunya semua diperuntukkan khusus bagi penderita diabetes dan hipertensi.
Pemilihan nama “paguyuban” diharapkan dapat menginspirasi penderita diabetes maupun hipertensi untuk tidak lagi merasa malu dan tabu untuk mengakui keadaannya, serta diharapkan pula setiap kali kita teringat bahwa kita merupakan salah satu anggota paguyuban maka kita selalu sadar akan kondisi tubuh serta selalu mengambil tindakan untuk meningkatkan kualitas hidup sehingga dapat menghindari apa yang tidak diperkenankan bagi penderita dan selalu menjaga tubuh dalam kondisi prima.
Pemilihan nama “Tresno Rogo” sebagai nama paguyuban diusulkan sendiri oleh anggota dengan alasan agar anggota paguyuban selalu mencintai/menjaga tubuh mereka sendiri (kesehatan) walaupun mereka menderita penyakit kronis.

Kegiatan Paguyuban Tresno Rogo
Paguyuban Tresno Rogo sampai saat ini beranggotakan 50 orang pasien diabetes mellitus dan hipertensi yang rutin berobat di puskesmas Bambanglipuro.
Susunan Pengurus :
Ketua                     : Bpk. Sigit Purnomo
Sekretaris              : Ibu Siti Warsiyam
Bendahara             : Bpk. Sudjono
Anggaran Dana untuk kegiatan paguyuban awalnya berasal dari dana puskesmas Bambanglipuro, kemudian dari BPJS mensyaratkan program prolanis untuk dilakukan di puskesmas, oleh kami itu kami masukkan semua anggota paguyuban ke dalam program prolanis sehingga setiap bulan mendapat back up dana dari BPJS
Walaupun begitu, setiap bulan anggota paguyuban ada iuran dana tersendiri yang akan digunakan untuk kepentingan paguyuban seperti pembuatan kaos seragam, menengok jika ada anggota yang terkena musibah maupun kegiatan insidental lainnya.
Kegiatan yang sudah dilaksanakan di Paguyuban Tresno Rogo :
1. Pemeriksaan kesehatan berkala
Pemeriksaan ini dilakukan pada hari Sabtu minggu kedua tiap bulannya mulai pukul 08.00, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, serta pemeriksaan lainnya sesuai indikasi (Kolesterol, trigliserida, asam urat, dll). Anggota paguyuban juga akan mendapat obat untuk satu bulan dan dilakukan konsultasi obat tiap kali anggota mengambil obat.
2. Konsultasi gizi dan kesehatan
Petugas gizi puskesmas dijadwalkan agar bisa memberikan materi tentang gizi kepada anggota paguyuban pada saat penyuluhan kesehatan. Selain itu konsultasi gizi juga bisa dilakukan secara individual di ruangan gizi. Selain konsultasi gizi, anggota paguyuban juga bisa mendapat layanan fisioterapi, konsultasi fisioterapi, serta konsultasi obat.
3. Penyuluhan kesehatan
Penyuluhan kesehatan dilakukan tiap satu bulan sekali di aula puskesmas Bambanglipuro, untuk materi penyuluhan disesuaikan dengan permintaan dari peserta, seperti pola makan untuk DM dan HT, cara mencegah kesemutan, perawatan gigi, perawatan kaki, dll. Harapan kami, dengan diselenggarakannya kegiatan penyuluhan bagi anggota paguyuban secara teratur dapat meningkatkan pengetahuan tentang penyakitnya, peserta juga mengetahui cara untuk menjaga kebugaran dan kesehatan mereka sehingga komplikasi akan penyakit yang sudah diderita tidak akan muncul.
4. Senam Bersama
Dilakukan kegiatan senam bersama tiap hari Sabtu minggu ketiga di halaman puskesmas Bambanglipuro mulai pukul 07.00. Harapan kami, dengan diselenggarakannya senam secara teratur dapat menjaga kebugaran anggota paguyuban, meningkatkan semangat anggota untuk berobat secara teratur, mengingat peserta bisa bertemu dengan sesama anggota secara kontinyu sehingga akan mendorong tingkat kesehatan anggota menjadi lebih baik.
5. Konsultasi Dokter Ahli
Pada tahun ini dilakukan satu kali konsultasi dengan dokter spesialis saraf, berupa diskusi bersama mengenai permasalahan diabetes dan hipertensi yang ada hubungannya dengan saraf.
6. Screening Kesehatan (Pemeriksaan Mata (retinopati), Pemeriksaan Jantung)
Pemeriksaan Mata dilakukan agar anggota paguyuban dapat teridentifikasi sedini mungkin jika ada kelainan pada matanya, sehingga dapat dilakukan tindakan segera. Pemeriksaan ini terselenggara berkat kerjasama Puskesmas-Yayasan Hellen Keller-RSUP dr. Sardjito. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan EKG secara teratur untuk mengetahui kelainan jantung sedini mungkin.

SOSIALISASI PELAKSANAAN BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH (BIAS)

Imunisasi dalah pemberian vaksin dengan tujuan agar mendapatkan perlindungan (kekebalan) dari penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Tujuan pelaksanaan BIAS adalah mempertahankan Eleminasi Tetanus Neonaturum, pengendalian penyakit Difteri dan penyakit Campak dalam jangka panjang melalui imunisasi DT, TT dan Campak pada anak sekolah. Imunisasi yang diberikan pada BIAS ada tiga jenis yaitu:

  1. Campak pada anak kelas I
  2. DT pada anak kelas I
  3. TT pada anak kelas II dan III

1. Campak

Sering disebut Tampek (Betawi), Gabagan (Jawa), Madewa (Bali), Mazelen (Belanda), Maesles (Inggris) dan Morbili (Latin) adalah penyakit yang sangat berbahaya untuk bayi dan anak karena sering disertai komplikasi bronchopneumonia yang banyak menyebabkan kematian pada bayi dan anak.

Bahaya penyakit campak adalah panas tinggi, radang mulut dan tenggorokan, diare, radang otak, gizi memburuk, radang paru.

Cara penularannya secara kontak langsung dan melalui pernafasan penderita. Siswa yang terkena campak sebaiknya tidak diijinkan sekolah sampai sembuh agar tidak terkaji penularan ke teman-temannya.

Pencegahannya dengan pemberian imunisasi Campak pada waktu bayi (9 bulan) dan diulang (booster) kembali pada waktu kelas I SD untuk menambah kekebalan seumur hidup.

2. DT

Difteri adalah radang tenggorokan yang sangat berbahaya dapat menyebabkan kematian anak hanya dalam beberapa hari saja. Cara penularan Difteri melalui percikan-percikan ludah penderita waktu batuk dan bersin, melalui sapu tangan, handuk dan alat-alat makanan yang dicemari kuman-kuman penyakit

3. Tetanus

Tetanus adalah penyakit kejang otot seluruh tubuh dengan mulut terkancing tidak bisa dibuka. Penuralannya melaui tali pusat karena pertolongan persalinan yang tidak bersih/steril, melalui luka (tertusuk paku, beling).

Pencegahannya dengan pemberian imunisasi DPT pada bayi,  DT pada kelas I, TT pada kelas II dan III SD sebagai ulangan (booster) untuk menambah kekebalan seumur hidup dan imunisasi TT pada wanita usia subur (WUS) 15-39 tahun/Ibu hamil sampai dengan status T5.

BIAS di Puskesmas Bambanglipuro dilaksanakan 2 kali setahun yaitu pada :

  1. Bulan September untuk pemberian imunisasi Campak pada anak kelas I
  2. Bulan Nopember untuk pemberian imunisasi DT pada anak kelas I, TT pada anak kelas II dan III.

BIAS dilaksanakan di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta, Adapun jIMG-20160906-WA0002umlah sasaran SD di wilayah Puskesmas Bambanglipuro adalah sebanyak 19 Sekolah

HASIL SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) PUSKESMAS BAMBANGLIPURO SEMESTER I TAHUN 2016

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung Reformasi Birokrasi adalah keberhasilan dalam pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.Dalam Road Map Reformasi Birokrasi 2014-2015 (Permenpan & RB Nomor 20 Tahun 2015), salah satu program kegiatannya adalah: Penetapan Evaluasi Kinerja Pelayanan berdasarkan Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) pada pemerintah Kabupaten/Kota yang mempresentasikan Kinerja Provinsi.
Hasil yang diharapkan dalam kegiatan survey IKM adalah: angka/skor capaian IKM unit pelayanan pada pemerintah Kabupaten/Kota yang mereprensentasikan kinerja propinsi. Dengan demikian, walaupun IKM tersebut diterbitkan melalui Kepmenpan Nomor 25/M.PAN/2/2015 (sudah 8 tahun lalu), namun masih tetap relevan untuk mendukung program Reformasi Birokrasi melalui Road Map Reformasi Birokrasi (Permenpan dan Reformasi Birokrasi No. 20 Tahun 2015).
Puskesmas Bambanglipuro adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah di bawah Dinas Kesehatan. Dalam era desentralisasi Puskesmas dituntut untuk mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, merata, adil, bermutu dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.
Undang-undang no. 25 tahun 2015 tentang Pelayanan Publik dalam pasal 38 ayat (1) berbunyi penyelenggara berkewajiban melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala. Oleh karena itu Puskesmas Bambanglipuro mengadakan survei kepuasan masyarakat.

Tujuan kegiatan survey IKM ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat secara berkala dan mengetahui kecenderungan kinerja pelayanan Puskesmas Bambanglipuro pada kurun waktu bulan Januari s/d Juni Tahun 2016

Sasaran kegiatan ini adalah :
1. Mengetahui dan mengevaluasi tingkat kinerja Puskesmas Bambanglipuro dalam  memberikan pelayanan kepada masyarakat;
2. Mendorong tumbuhnya inovasi untuk penataan sistem, mekanisme dan prosedur pelayanan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan lebih berdaya guna dan berhasil guna;
3. Mendorong tumbuhnya kreativitas, prakarsa dan peran serta masyarakat dalam mengevaluasi untuk peningkatan kualitas pelayanan publik

Responden dalam penilaian IKM Puskesmas Bambanglipuro tahun 2016 adalah semua orang yang sedang dan pernah berkunjung ke puskesmas Bambanglipuro. Jumlah responden 150 orang. Umur responden berkisar 15 – 75 tahun.  Responden berdasar jenis kelamin laki-laki 33 (22%) dan perempuan 117 (78%).

Hasil penilaian IKM Puskesmas Bambanglipuro adalah sebagai berikut. Indeks kepuasaan masyarakat unit pelayanan Puskesmas Bambanglipuro adalah 76,59. Berdasar skor mutu pelayanan berada pada kisaran 62,51 – 81,25 yang berarti B (Baik). Pendapat responden tentang pelayanan publik di Puskesmas Bambanglipuro pada umumnya adalah baik.
Hasil skor pendapat masyarakat NRR/Unsur tertinggi pada unsur Kewajaran biaya pelayanan 3,160 dan terendah unsur kecepatan pelayanan 2,913.

No. UNSUR PELAYANAN NILAI
RATA-RATA
U1 Prosedur pelayanan                                       3.127
U2 Persyaratan pelayanan                                  3.040
U3 Kejelasan petugas pelayanan                        3.107
U4 Kedisiplinan petugas pelayanan                     3.033
U5 Tanggung jawab petugas pelayanan              3.113
U6 Kemampuan petugas pelayanan                   3.147
U7 Kecepatan pelayanan                                    2.913
U8 Keadilan mendapatkan pelayanan                 3.073
U9 Kesopanan dan keramahan petugas             3.093
U10 Kewajaran biaya pelayanan                         3.160
U11 Kepastian biaya pelayanan                          3.120
U12 Kepastian jadwal pelayanan                        3.033
U13 Kenyamanan lingkungan                             3.127
U14 Keamanan pelayanan                                 3.060

PUSKESMAS BAMBANGLIPURO MAJU LOMBA KB-MKJP TINGKAT PROPINSI DIY

Pada hari Senin tanggal 4 April Tahun 2016 Puskesmas Bambanglipuro ditunjuk mewakili Kabupaten Bantul untuk mengikuti penialian lomba program Keluarga Berencana MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) Tingkat DIY. Penialian nilakukan oleh Tim dari BKK-PP dan KB Propinsi DIY, dan Dinas Kesehatan Prop DIY. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini disamping untuk menilai kualitas pelayanan KB utama MKJP di Puskesmas juga merupakan ajang untuk meningkatkan promosi terkait penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang di masyarakat. Jenis-jenis alat kontrasepsi jangka panjang adalah susuk/implant, IUD, MOP, dan MOW. Dari berbagai study metode kontrasepsi jangka panjang lebih efektif penggunaanya dalam mengatur kelahiran dibanding kontrasepsi jangka pendek yang resiko kegagalannya lebih besar pada pasangan usia subur.20160404_093831[1] 20160404_094249[1]

PELATIHAN DOKTER KECIL

Pada tanggal 22-23 April 2015 di selenggarakan Pelatihan Dokter Kecil di Aula Puskesmas Bambanglipuro dengan sasaran anak sekolah dasar yang berada di wilayah Puskesmas Bambanglipuro. Tujuan kegiatan ini adalah :

1. Memberikan pemahaman kepada anak didik terkait program uks dan dokter kecil

2.  Membudayakan sikap dan perilaku hidup sehat pada anak sekolah

3. Mempunyai kemampuan menggerakan dan membimbing teman dalam melakukan pengamatan kebersihan,kesehatan pribadi dan penyuluhan kesehatan

4. Sebagai voluntair dalam melaksanakan pelayanan kesehatan disekolah

5. Mempunyai kemampuan melakukan pengenalan tanda-tanda penyakit kesehatan lingkunganIMG_20150422_101749

6. Melakukan  pengamatan kebersihan di sekolah

Kegiatan yang selenggarakan selama 2 hari ini dihadiri kurang lebih 35 orang siswa dengan narasumber dari penanggung jawab program, baik gizi,promosi kesehatan maupun upaya kesehatanIMG_20150422_081806IMG_20150422_101749