Puskesmas Bambanglipuro tanggap darurat bencana Banjir

Published by bambanglipuro on

Layanan Pusling di lokasi pengungsian Dsn Glodogan Ds Mulyodadi

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bambanglipuro sepanjang hari minggu 17 Maret 2019 menyebabkan terjadinya beberapa banjir di beberapa titik di Kecamatan Bambanglipuro. Salah satu lokasi terdampak banjir adalah dusun glodogan RT 4 dan 5 Desa Mulyodadi. Di lokasi tersebut warga mulai minggu malam mengungsi ke titik pengungsian di sebelah pasar Turi.
Puskesmas Bambanglipuro sejak minggu malam telah bersiaga untuk melakukan tanggap darurat bencana banjir. Kegiatan tanggap darurat banjir yang telah dilaksanakan oleh puskesmas meliputi :
1. Membantu kegiatan evakuasi warga terdampak banjir. Terutama untuk warga kelompok rentan misal bayi, balita dan lansia. Dengan menggunakan ambulans puskesmas, petugas membantu proses evakuasi di beberapa titik di wilayah kecamatan Bambanglipuro.
2. Melakukan kegiatan pengobatan bagi warga terdampak. Pengobatan dilakukan di lokasi tempat pengungsian. Dari hasil pengobatan di hari pertama, jumlah pasien mencapai 65 orang di dusun glodogan dan sebagian besar keluhannya adalah gatal dan pusing. Kegiatan pelayanan kesehatan ini diharapkan dapat mengurangi resiko penyakit yang mungkin ditimpulkan selama banjir dan selama berada di lokasi pengungsian.
3. Pembagian biscuit bagi korban terdampak banjir. Biskuit ini sebagai bahan makanan sementara selama berada di lokasi pengungsian. Biskuit ini diutamakan untuk ibu hamil dan balita, namun bila diperlukan dapat digunakan untuk kelompok masyarakat lainnya.
4. Pembagian tawas dan kaporit kepada seluruh kepala keluarga di wilayah terdampak banjir. Tawas dan kaporit digunakan sebagai bahan untuk menjernihkan dan desinfeksi air sumur.

Penjernihan dan Disinfeksi menggunakan Tawas dan kaporit dengan cara:
1. Untuk 1m³ air sumur, siapkan 150 gram tawas (sekitar 2½ sendok makan munjung)
2. Masukkan kedalam ember berisi air adn diaduk hingga larut
3. Tuang ke dalam sumur
4. Diamkan 10 – 20 menit atau jika sudah jernih, larutkan ¼ sendok teh kaporit 60% dalam ember berisi air dan masukkan ke dalam sumur
5. Air bisa dimanfaatkan setelah 30-40 menit

Selama musim hujan khususnya dengan curah hujan tinggi dan mengakibatkan banjir, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap 7 penyakit yang biasa muncul. Penyakit tersebut yaitu Diare, Demam Berdarah, Leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Penyakit kulit, Penyakit saluran cerna lain, dan Perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit, beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan adalah :
1. Selalu menjaga kesehatan
2. Bila ada bayi, tetap berikan ASI selama terjadinya bencana
3. Gunakan air bersih untuk memasak dan mencuci peralatan makan
4. Selalu cuci tangan dan kaki dengan air bersih dan sabun setelah kontak dengan air kotor atau gunakan sepatu boot untuk beraktivitas di air kotor.
5. Buang air kecil dan besar di jamban.
6. Bila ada keluhan sakit, segera hubungi petugas kesehatan

Salam sehat,
Puskesmas Bambanglipuro


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *