POTENSI (Pengelolaan Hipertensi) DAN ATM (Anjungan Tes kesehatan Mandiri) PUSKESMAS BAMBANGLIPURO UNTUK PENANGANAN MASALAH HIPERTENSI

Published by bambanglipuro on

Puskesmas Bambanglipuro telah melaksanakan Program Indonesia Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Salah satu indikator PIS PK adalah penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur. Berdasar kunjungan PIS PK tersebut diketahui bahwa indikator tersebut memiliki hasil terendah, yaitu desa Mulyodadi capainnya 15,12% dan di desa Sidomulyo capaiannya 15,9%.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi di mana kekuatan aliran dari darah terhadap dinding arteri cukup tinggi. Hampir sepertiga dari orang-orang yang memiliki hipertensi tidak menyadari penyakit ini dalam tubuhnya.
Faktor risiko yang menjadi penyebab hipertensi di antaranya obesitas, terlalu banyak minum alkohol, merokok, dan riwayat keluarga. Bila faktor resiko ini dikaitkan dengan hasil kegiatan PIS PK di wilayah Bambanglipuro maka ada keterkaitan data tingginya kasus hipertensi dengan perilaku merokok. Hasil PIS PK pada indikator anggota keluarga tidak ada yang merokok dari desa Mulyodadi menunjukkan angka 53,91% dan pada desa Sidomulyo menunjukkan angka 56,68%.
Hasil tesebut menjadi masukan bagi puskesmas Bambanglipuro untuk melakukan serangkaian program penanggulangan hipertensi. Beberapa nama program diantaranya potensi dan ATM.
Potensi adalah program pengelolaan hipertensi. Melalui program tersebut masyarakat di wilayah bambanglipuro dapat melakukan pemantauan tekanan darah melalui kader kesehatan yang melakukan kunjungan ke rumah warga. Kader kesehatan selanjutnya melaporkan hasil kunjungan tersebut ke puskesmas Bambanglipuro. Bila diketahui ada warga yang memiliki tekanan darah lebih dari 140/90mmHg dan riwayat hipertensi langsung dirujuk ke puskesmas Bambanglipuro.
Pelayanan lain adalah ATM yaitu Anjungan Tes kesehatan Mandiri di Puskesmas Bambanglipuro. Melalui pelayanan ini pengunjung puskesmas Bambanglipuro dapat melakukan pemeriksaan (tes) tekanan darah dan mengetahui IMT (Indeks Massa Tubuh) secara mandiri. Hasi pengukuran tekanan darah dapat tercetak melalui thermal printer.
Layanan ATM tersebut menyediakan pula timbangan dan alat ukur tinggi badan. Berat badan (dalam kilogram) dan tinggi badan (dalam meter) dapat diketahui melalui alat tersebut. Pengunjung dapat mengetahui IMT dengan 2 indikator tersebut. Caranya adalah dengan memutar cakram yang sudah dibuat sedemikian rupa yang menghubungkan Berat Badan dan Tinggi Badan. Pengunjung akhirnya dapat menyimpulkan status IMT dirinya dengan 3 kategori kurus, normal dan gemuk.

#Mari Hidup Sehat


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *