kmantb

Kuman TB (dibawah mikroskop)

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosa.

Tenaga Kesehatan seringkali menyebutnya dengan istilah “TB”.

Seseorang yang terdiagnosis menderita penyakit TB harus mengikuti serangkaian pengobatan yang lamanya paling cepat 6 bulan.

Bagaimana akibatnya jika tidak diobati?

Jika tidak diobati, penderita TB akan menularkan ke orang lain. Kelompok orang yang paling mudah tertular adalah anak-anak.

Jika tidak diobati, penderita TB dapat mengalami komplikasi, antara lain perubahan bentuk paru sehingga tidak berfungsi maksimal, penyebaran ke organ tubuh lain dan kematian.

Bagaimana penularannya?

Penularan TB melalui udara. Seorang penderita TB dewasa dapat menyebarkan kuman TB saat berbicara, meludah, bersin, ataupun batuk.

Tahukah Anda, kuman yang tersebar di udara ketika kita bicara

Nah, bagaimana jika penderita TB mangkir alias tidak mau berobat rutin????

Pasti menyebarkan kuman TB kemanapun penderita pergi.

 

Puskesmas Banguntapan I telah mengobati 74 penderita TB selama 5 tahun terakhir. Dari 74  penderita ini 3 orang mangkir. Kemana mereka saat ini????

Berkat kejelian karyawan Puskesmas Banguntapan I beserta kader kesehatannya, 3 orang ini berhasil diketahui keberadaannya dan tertangani. Satu orang saat ini sudah dinyatakan sembuh. Dua orang saat ini sedang menjalani pengobatan.

Sayang sekali, akhir tahun 2014 ditemukan satu pasien mangkir yang sampai saat ini belum dapat di ajak kembali untuk melanjutkan pengobatan.

Kami telah melakukan berbagai upaya untuk mengajak pasien ini untuk kembali berobat, upaya tersebut adalah

  • Kunjungan rumah : sebanyak 11 kali
  • Koordinasi tingkat Puskesmas pada bulan Desember 2014, yang memutuskan untuk memberi penanganan khusus pada pasien ini. Tetapi pasien hanya mau menelan obat selama 3 hari, setelah itu pasien menolak untuk minum obat
  • Koordinasi tingkat kecamatan : dilaksanakan bulan Januari 2015. Hasil koordinasi adalah kunjungan oleh Camat, Kepala Desa, Kepala Dusun, Kepala Puskesmas ke rumah pasien. Pasien tetap tidak mau melanjutkan pengobatan

 

Pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul terkait pasien TB yang tidak mau minum obat

Pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul terkait pasien TB yang tidak mau minum obat

 

  • Koordinasi dengan Dinas Kesehatan : dilaksanakan bulan Februari Hasil koodinasi adalah melaksanakan sosialisasi penyakit TBC tingkat dusun dengan mendatangkan keluarga pasien
  • Koordinasi tingkat dusun : dilaksanakan bulan Februari

Sampai saat ini pasien tetap tidak mau meneruskan pengobatan. Padahal dalam satu rumah pasien terdapat 5 orang dengan 2 anak usia pertumbuhan. Pada bulan November 2014 telah ditemukan satu penderita TB lagi yang rumahnya berjarak 2 rumah dengan penderita yang menolak minum obat ini. Jarak rumah penderita dengan rumah disekitarnya hanya sekitar 3 meter.

Hal yang sangat menyedihkan jika sampai orang-orang tersayang kita tertular penyakit ini. TB seperti fenomena gunung es. Yang tampak diluar sangat sedikit, sedangkan yang tersembunyi sangat banyak. Yang tampak saja ada yang tidak mau diobati. Bagiamana nasib generasi mendatang kita? Jaman modern seperti ini tapi masih bermasalah dengan  penyakit jaman purba.

Phin@2015

 

 

Kategori: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *