Banguntapan- Angka kematian Ibu dan Bayi termasuk salah satu IKU (Indikator Kinerja Utama) dan masih menjadi masalah yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus. Angka kematian ibu di Kabupaten Bantul masih cukup tinggi. Bahkan, Bantul menjadi kabupaten dengan AKI tertinggi dibanding 4 kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sepanjang tahun 2019, tercatat sebanyak 13 ibu meninggal dunia karena melahirkan dan sebanyak 115 bayi meninggal setelah dilahirkan. Banyak faktor yang menyebabkan kematian ibu melahirkan, baik faktor medis maupun faktor non medis.

Sekarang ini, banyak kehamilan dengan risiko tinggi. Puskesmas Banguntapan I mengadakan pendampingan ibu hamil risiko tinggi bersama dokter spesialis kandungan pada hari Rabu, 26 Februari 2020. Kegiatan ini diikuti sebanyak 14 ibu hamil yang memiliki risiko tinggi. Risiko tinggi yang dimiliki antara lain kehamilan dengan faktor risiko (KEK, umur > 35 tahun, HB rendah), kehamilan dengan penyakit penyerta (Diabetes Mellitus, hipertensi, asma), kehamilan dengan hidramnion, kelainan letak janin (sungsang), dan kehamilan kembar (gemelli). Pendampingan dilakukan oleh dr. I Nyoman Tritia Widiantara, Sp.OG.

Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya bahaya atau komplikasi baik terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan persalinan dan nifas normal. Sebenarnya, lebih bijaksana bila kita menganggap bahwa setiap kehamilan mempunyai risiko. Sebab pada kehamilan yang dianggap tidak berisiko-pun, dalam perjalanannya dapat timbul risiko. Atau pada kehamilan dengan risiko, justru pada saat persalinannya berlangsung dengan baik, tanpa timbul risiko yang diperkirakan.

Dalam pendampingan ini, ibu hamil yang memiliki risko tinggi diberikan pengetahuan-pengetahuan tentang kehamilan termasuk dengan risiko yang dimilikinya. Ibu hamil yang menjadi peserta juga berdiskusi aktif dengan narasumber terkait permasalahan kehamilan yang dihadapinya.

Adanya kegiatan ini diharapkan ibu hamil dengan risiko tinggi bisa lebih siap menghadapi kehamilannya, lebih dapat mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, menghindari risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan serta dapat mempersiapkan ibu untuk masa nifas. P4K (Program Perencaaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) juga ditekankan oleh petugas puskesmas kepada ibu hamil sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu.

Kategori: Kegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.