Banguntapan – Puskesmas Banguntapan I adakan pertemuan paparan hasil pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Kamis (12/03/2020). Kegiatan ini dihadiri sejumlah 51 peserta yang terdiri dari kepala dusun dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan I. Tujuan diadakan pertemuan ini adalah untuk memaparkan hasil pendataan PISPK yang telah dilaksanakan dan menemukan pemecahan masalah yang tepat sesuai prioritas masalah yang dtemukan. Peran lintas sektor penting untuk mendukung terlaksananya intervensi kesehatan yang akan dilakukan.

PIS-PK adalah upaya Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui PIS-PK ini masyarakat diharapkan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata. PIS-PK ini meliputi 12 indikator yang mencakup program kgizi, kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, perilaku dan kesehatan lingkungan. Pada prakteknya tenaga kesehatan Puskesmas mendatangi langsung masyarakat, mencari, menemukan, mengobati, merujuk dan mendata masyarakat dengan penyakit yang dideritanya.

Puskesmas Banguntapan I telah melaksanakan kegiatan PIS-PK ini sejak tahun 2018 dan total coverage di akhir tahun 2019. Jumlah KK yang berhasil dilakukan pendatan dan entry data sebanyak 10.434 KK. Hasil analisisnya pun disampaikan di pertemuan ini untuk ditemukan pemecahan masalahnya bersama dengan lintas sektor. Dari hasil pendataan ternyata dari 3 desa di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan I memiliki Indeks Keluarga Sehat (IKS) <0,5 dan merupakan desa tidak sehat secara analisis data PIS-PK. IKS desa Baturetno (0,43), desa Jambidan (0,37), dan desa Potorono sebesar 0,36. Prioritas masalah yang ditemukan di 3 desa sama yaitu, penderita hipertensi yang tidak berobat sesuai standar, penderita TB yang tidak berobat sesuai standar dan penderita ODGJ yang tidak berobat sesuai standar.

Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan terkait hasil analisis PIS-PK antara lain sweeping data PIS-PK, kunjungan rumah untuk intervensi masalah keluarga dan intervensi kelompok berisiko. Intervensi penderita hipertensi, tuberculosis dan ODGJ mengikuti kegiatan yang telah direncakan oleh programmer Puskesmas Banguntapan I.

Melalui kegiatan PIS-PK, intervensi lanjut dan adanya dukungan dari lintas sektor diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banguntapan I. Sesuai dengan visi Puskesmas Banguntapan I yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri. Peningkatan peran serta masyarakat, upaya promotive dan preventif juga akan terus digalakkan sebagai langkah akselerasi peningkatan kesehatan masyarakat Banguntapan I.

Kategori: Kegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.