Serangkaian Kegiatan Imunasi MR di Bulan MR di Bulan Agustus

Di Bulan Agustus sesuai dengan program nasional, diadakan pemberian imunisasi MR secara serempak di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan I. Selain pemberian imunisasi MR, di Bulan Agustus juga terdapat program rutin setiap tahun sekali yaitu pemberian obat cacing. Berikut ini dokumentasinya

Refreshing Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Puskesmas

Kegiatan Refreshing Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Puskesmas Banguntapan 1 yang diisi oleh dr. Alex dari Dinas Kesehatan Propinsi DIY dan diikuti oleh kader yandu wilayah kerja Puskesmas Banguntapan I, serta seluruh karyawan.

Materi yang disampaikan adalah pencegahan dan pengobatan penyakit TBC.

PENCAPAIAN PROGRAM KIA PUSKESMAS BANGUNTAPAN I

GRAFIK TARGET / PENCAPAIAN INDIKATOR PROGRAM KIA

1 : KUNJUNGAN ANTENATAL PERTAMA
 2 : KUNJUNGAN ANTENTAL KEEMPAT
 3 : PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN
 4 : KUNJUNGAN NIFAS LENGKAP
 5 : KUNJUNGAN NEONATAL PERTAMA
 6 : KUNJUNGAN NEONATAL LENGKAP
 7 : DETEKSI FAKTOR RESIKO OLEH MASYARAKAT
 8 : PENGANGANAN KOMPLIKASI OBSETRI
 9 : PENANGNAN KOMPLIKASI NEONATUS
 10 : KUNJUNGAN BAYI
 11 : PELAYANAN BALITA
 12 : BALITA SAKIT YANG DIKELOLA DENGAN PENDEKATAN MTBS

          Program KIA adalah upaya bidang kesehatan meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, bayi baru lair dengan komplikasi, bayi dan balita serta anak prasekolah.
Tujuan utama dibuatnya program ini adalah untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi melalui pemantauan cakupan dan pelayanan KIA di Puskesmas.
Indikator untuk mengetahui keberhasilan program ini adalah dengan melihat cakupan kunjungan K1 (kunjungan pelayanan antental yang pertama), cakupan kunjungan K4 (kunjungan pelayanan antental ke empat), cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan, cakupan ibu nifas, cakupan penjaringan ibu hamil dengan faktor resiko dan komplikasi oleh masyarakat, cakupan penanganan ibu hamil dengan komplikasi, cakupan penanganan nifas dengan komplikasi, cakupan kunjungan neonatus pertama, cakupan kunjungan neonatus lengkap, cakupan pelayanan bayi, cakupan pelayanan anak balita, cakupan peserta KB aktif dan cakupan pelayanan anak balita sakit yang dilayani dengan MTBS.
Puskesmas Banguntapan I berupaya untuk memenuhi target cakupan tersebut diatas. Untuk tahun 2014, seluruh indikator telah tercapai sesuai target. Tetapi pada tahun 2014 terdapat 2 kematian ibu dan 8 kematian janin/bayi. Kematian ibu disebabkan penyakit bawaan ibu hamil yang diperberat oleh kehamilannya. Kematian janin terdiri dari 2 IUFD (Intra Uterine Fetal Distress), 2 bayi lahir mati tidak maserasi, 3 kematian neonatal (umur 3 hari dan 1 jam), 1 kematian bayi umur < 30 hari karena berat badan lahir rendah. Setiap terdapat kematian janin/bayi dan ibu, maka petugas puskesmas akan melakukan kunjungan ke rumah untuk dilakukan autopsi verbal.

@phina&SriLestarion2015

PERANG TERHADAP NYAMUK PENYEBAB DEMAM BERDARAH!!!

KEGIATAN FOGGING DI PENGGERGAJIAN KAYU DUSUN POTORONO

KEGIATAN FOGGING DI PENGGERGAJIAN KAYU DUSUN POTORONO

Awal tahun 2015 Kabupaten Bantul dikejutkan dengan banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue. Sampai saat ini jumlah pasien semakin bertambah.
Musim hujan merupakan musim yang menyenangkan bagi nyamuk pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue. Karena nyamuk ini suka bertelur di air yang menggenang. Jika musimm hujan datang dapat dipastikan banyak air yang menggenang. Telur nyamuk akan menetas setelah 7 hari maka jika genangan air tersebut bertahan sampai tujuh hari, pasti si nyamuk sudah menjadi dewasa dan siap hinggap di badan manusia.
Bagaimana wujud nyamuk ini?

Nyamuk Aedes Aegypti. Sumber: http://www.info-kes.com/2013/06/nyamuk-aedes-aegypti.html

Nyamuk Aedes Aegypti. Sumber: http://www.info-kes.com/2013/06/nyamuk-aedes-aegypti.html

Banyak upaya dilakukan untuk menghambat perrkembangan nyamuk ini. Upaya tersebut adalah
3M Plus

3 M Plus. Sumber : Pusat Promosi Kesehatan. Dinas Kesehatan RI 2006

3 M Plus. Sumber : Pusat Promosi Kesehatan. Dinas Kesehatan RI 2006


Kegiatan ini bertujuan untuk memutus perkembangbiakan nyamuk, sehingga diharapkan tidak ada lagi telur nyamuk yang berkembang menjadi nyamuk, dan kalaupun ada nyamuk tidak menggigit manusia

FOGGING
Fogging merupakan pengasapan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membunuh nyamuk pembawa virus dengue. Asap yang dikeluarkan dari alat ini mengandung obat yang dapat membunuh nyamuk yang sedang berterbangan. Fogging tidak dapat membunuh jentik nyamuk ataupun telur nyamuk. Fogging dilakukan setelah ada laporan dari rumah sakit bahwa terdapat pasien yang menderita Demam Berdarah Dengue. Fogging tidak dilakukan secara rutin karena jika rutin nyamuk-nyamuk ini lama-lama menjadi tahan terhadap obat fogging.

Puskesmas Banguntapan I, sampai saat ini aktif melakukan PSN (pemberantasa sarang nyamuk). Setiap 2 minggu sekali, tim yang terdiri dari petugas Kesehatan dari Puskesmas dan dari Desa mengelilingi dusun untuk mencari tempat-tempat yang mungkin sebagai tempat berkembangnya nyamuk. Setiap bak mandi, kebun, halaman, vas bunga, selokan pasti tak luput dari tinjauan tim kami.
PSN bukan hanya sekedar kerjabakti membersihkan halaman ataupun parit. PSN berkualitas adalah suatu gerakan pemberantasan sarang nyamuk baik di dalam maupun di luar rumah dan dilakukan secara serentak, menyeluruh dan terus menerus.

PSN bekualitas merupakan cara yang paling tepat untuk menurunkan angka kesakitan akibat Demam Berdarah Dengue.
PSN sebaiknya tidak hanya dilakukan jika Tim dari Puskesmas+Desa berkeliling, tetapi dilakukan minimal setiap 7 hari sekali.

Mari PSn kita jadikan sebagai kebutuhan kita dalam hidup…sebagaimana kebutuhkan kita akan makan maupun minum

Berikut adalah foto fogging dan kegiatan PSN. Fogging ini dilakukan pada hari Sabtu, 21 Februari 2015 di Dusun Potorono, Banguntapan.

KEGIATAN FOGGING DI PENGGERGAJIAN AKYU DUSUN POTORONO, BANGUNTAPAN, BANTUL

KEGIATAN FOGGING DI PENGGERGAJIAN AKYU DUSUN POTORONO, BANGUNTAPAN, BANTUL

KEGIATAN FOGGING DI PENGGERGAJIAN KAYU DUSUN POTORONO

KEGIATAN FOGGING DI PENGGERGAJIAN KAYU DUSUN POTORONO

PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA DI POTORONO, BANGUNTAPAN

PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA DI POTORONO, BANGUNTAPAN

PASIEN TUBERKULOSIS MANGKIR

kmantb

Kuman TB (dibawah mikroskop)

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosa.

Tenaga Kesehatan seringkali menyebutnya dengan istilah “TB”.

Seseorang yang terdiagnosis menderita penyakit TB harus mengikuti serangkaian pengobatan yang lamanya paling cepat 6 bulan.

Bagaimana akibatnya jika tidak diobati?

Jika tidak diobati, penderita TB akan menularkan ke orang lain. Kelompok orang yang paling mudah tertular adalah anak-anak.

Jika tidak diobati, penderita TB dapat mengalami komplikasi, antara lain perubahan bentuk paru sehingga tidak berfungsi maksimal, penyebaran ke organ tubuh lain dan kematian.

Bagaimana penularannya?

Penularan TB melalui udara. Seorang penderita TB dewasa dapat menyebarkan kuman TB saat berbicara, meludah, bersin, ataupun batuk.

Tahukah Anda, kuman yang tersebar di udara ketika kita bicara

Nah, bagaimana jika penderita TB mangkir alias tidak mau berobat rutin????

Pasti menyebarkan kuman TB kemanapun penderita pergi.

 

Puskesmas Banguntapan I telah mengobati 74 penderita TB selama 5 tahun terakhir. Dari 74  penderita ini 3 orang mangkir. Kemana mereka saat ini????

Berkat kejelian karyawan Puskesmas Banguntapan I beserta kader kesehatannya, 3 orang ini berhasil diketahui keberadaannya dan tertangani. Satu orang saat ini sudah dinyatakan sembuh. Dua orang saat ini sedang menjalani pengobatan.

Sayang sekali, akhir tahun 2014 ditemukan satu pasien mangkir yang sampai saat ini belum dapat di ajak kembali untuk melanjutkan pengobatan.

Kami telah melakukan berbagai upaya untuk mengajak pasien ini untuk kembali berobat, upaya tersebut adalah

  • Kunjungan rumah : sebanyak 11 kali
  • Koordinasi tingkat Puskesmas pada bulan Desember 2014, yang memutuskan untuk memberi penanganan khusus pada pasien ini. Tetapi pasien hanya mau menelan obat selama 3 hari, setelah itu pasien menolak untuk minum obat
  • Koordinasi tingkat kecamatan : dilaksanakan bulan Januari 2015. Hasil koordinasi adalah kunjungan oleh Camat, Kepala Desa, Kepala Dusun, Kepala Puskesmas ke rumah pasien. Pasien tetap tidak mau melanjutkan pengobatan

 

Pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul terkait pasien TB yang tidak mau minum obat

Pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul terkait pasien TB yang tidak mau minum obat

 

  • Koordinasi dengan Dinas Kesehatan : dilaksanakan bulan Februari Hasil koodinasi adalah melaksanakan sosialisasi penyakit TBC tingkat dusun dengan mendatangkan keluarga pasien
  • Koordinasi tingkat dusun : dilaksanakan bulan Februari

Sampai saat ini pasien tetap tidak mau meneruskan pengobatan. Padahal dalam satu rumah pasien terdapat 5 orang dengan 2 anak usia pertumbuhan. Pada bulan November 2014 telah ditemukan satu penderita TB lagi yang rumahnya berjarak 2 rumah dengan penderita yang menolak minum obat ini. Jarak rumah penderita dengan rumah disekitarnya hanya sekitar 3 meter.

Hal yang sangat menyedihkan jika sampai orang-orang tersayang kita tertular penyakit ini. TB seperti fenomena gunung es. Yang tampak diluar sangat sedikit, sedangkan yang tersembunyi sangat banyak. Yang tampak saja ada yang tidak mau diobati. Bagiamana nasib generasi mendatang kita? Jaman modern seperti ini tapi masih bermasalah dengan  penyakit jaman purba.

Phin@2015

 

 

SALAM SEHAT!!

Kutip

Selamat datang di blog kami….

Puskesmas Banguntapan I terletak di dekat pasar Ngipik, Banguntapan.

Kami menerima pasien tanpa jaminan maupun dengan jaminan tanpa membedakan pelayanan.

Jika Anda bertempat tinggal di dekat Puskesmas kami tidak perlu sungkan untuk datang meskipun Anda tidak sakit. Kami mengedepankan tindakan preventif atau pencegahan. Kami melayani dengan profesional. Apapun masalah kesehatan Anda akan kami bantu.

 

by phin@