Seminggu yang lalu, Puskesmas Banguntapan 2 mengajukan surat permohonan pendampingan pelatihan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dengan harapan, Dinas Kesehatan menyetujui dan mengirimkan “Armada” nya untuk mendampingi pelatihan entry data e-health dan pemanfaatan Aplikasi Lappus. Kepala Tata Usaha dan Koord.SIK Puskesmas Banguntapan 2 sudah melakukan konfirmasi secara langsung ke Subbag Program Dinkes untuk mengharapkan kehadirannya. Tanggapan pada saat itu tidak begitu memuaskan, pihak Dinas Kesehatan meminta kami untuk menghubungi langsung ke Anggota Tim 7, tanpa permohonan ke Dinkes pun tidak apa-apa. Setelah melakukan konfirmasi lagi ke KaSubbag Program, beliau menganjurkan secara Prosedural mengirimkan surat permohonan ke Dinas Kesehatan kemudian Dinas Kesehatan membuatkan surat tugas untuk anggota Tim 7. Akhirnya, Kami menghubungi anggota tim 7 via pesan singkat dan mereka sanggup untuk mendampingi kegiatan pelatihan SIK ini.

Kemarin tanggal 27 Desember 2013, Tim 7 yang beranggotakan Novia Siayu Dewi (Puskesmas Sedayu I), Nurzeni (Puskesmas Pandak I), Edy Krisbiantoro (Puskesmas Dlingo I), dan Tommy Diangga (Puskesmas Piyungan) datang ke Puskesmas Banguntapan 2. Pelatihan dimulai jam 10.30, di buka oleh Kepala Puskesmas Banguntapan 2. Acara pertama adalah demo aplikasi e-health mulai dari bagian pendaftaran, poliklinik umum, lansia, gigi, KIA, KB, Imunisasi, MTBS, apotek, billing sistem, laborat, dan pemeriksaan penunjang lain. Dilanjutkan dengan paparan pemanfaatan Aplikasi Lappus yang di sampaikan oleh Nurzeni (Puskesmas Pandak 1). Penyampaian demo dan paparan tersebut ternyata memunculkan banyak tanggapan dari karyawan puskesmas banguntapan 2 khususnya para koordinator poliklinik. Berikut harapan-harapan para programmer juga sudah disampaikan, sehingga tim 7 mempunyai arsip tentang harapan puskesmas dan disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Acara berakhir dengan orientasi gedung baru sehingga Tim 7 memiliki gambaran tentang peta jaringan yang ada di Puskesmas Banguntapan 2.

Rencana Tindak Lanjut dari Pelatihan ini adalah Transfer Knowledge oleh para koordinator kepada teman seruangannya. Koordinator akan membuat checklist pelatihan (sudah/belum) sehingga bisa diidentifikasi siapa saja yang sudah atau belum dilatih. Untuk SOP entry data sudah ada, sehingga dapat ditempelkan pada masing-masing pelayanan.(Khatemi)

Kategori: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *