Pertengahan Bulan Desember 2013, Survey Indeks Kepuasan Masyarakat sudah dilakukan dengan 150 responden. Hasil ini dijadikan bahan monitoring mutu pelayanan di puskesmas. Dari hasil Survey tersebut dapat diinformasikan bahwa :

Survey dilakukan diseluruh kelompok golongan umur. Terbesar (31%) responden adalah responden yang berumur 30 – 39 tahun, dan (29%) responden yang berumur 20-29 tahun. Sedangkan responden terkecil adalah kelompok responden yang berusia kurang dari >60 tahun (5%).

Responden dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak (73%) dari responden berjenis kelamin laki-laki yang berjumlah (27%). Hal ini disebabkan oleh jumlah kunjungan pasien yang didominasi oleh perempuan serta kemauan mengisi kuisioner laki-laki yang relatif lebih rendah dibandingkan perempuan.

Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar responden yang di survey adalah berpendidikan SLTA sebesar 50%, sedangkan yang paling sedikit adalah responden yang berpendidikan S2 sebesar 0% dari keseluruhan jumlah responden. Hal ini menunjukkan bahwa puskesmas masih menjadi tempat pelayanan kesehatan yang utama bagi masyarakat dengan tingkat pendidikan yang masih rendah. Sedangkan bagi masyarakat dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, umumnya mereka lebih banyak memilih berobat atau memeriksakan diri ke layanan kesehatan swasta baik itu dokter praktek pribadi ataupun RS swasata dibandingkan di puskesmas.

Berdasarkan jenis pekerjaan, sebanyak 54% dari keseluruhan jumlah responden yang disurvey memiliki pekerjaan lainnya. Pekerjaan lainnya disini meliputi ibu rumah tangga, buruh, pembantu, dll. Sedangkan responden yang bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI dengan persentase yang paling sedikit, yaitu hanya  3% dari keseluruhan responden.

Dari 150 responden survey indeks kepuasan masyarakat, dapat dihasilkan total nilai unsur dan rata-rata nilai unsur yang akan disajikan dalam table dan diagram di bawah ini :

Tabel  3: Perbandingan Nilai unsur dan rerata nilai unsur pelayanan

NO UNSUR

UNSUR PELAYANAN

TOTAL NILAI UNSUR

U1

Prosedur pelayanan

468

U2

Persyaratan pelayanan

458

U3

Kejelasan petugas pelayanan

466

U4

Kedisiplinan petugas pelayanan

455

U5

Tanggung jawab petugas pelayanan

467

U6

Kemampuan petugas pelayanan

470

U7

Kecepatan pelayanan

455

U8

Keadilan mendapatkan pelayanan

456

U9

Kesopanan dan keramahan petugas

467

U10

Kewajaran biaya pelayanan

468

U11

Kepastian biaya pelayanan

494

U12

Kepastian jadwal pelayanan

460

U13

Kenyamanan pelayanan

462

U14

Keamanan pelayanan

472

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa indeks kepuasan masyarakat tertinggi ada pada U11 (kepastian biaya pelayanan) dengan total nilai 486 dan rata-rata nilai sebesar 3,240. Kepastian biaya pelayanan yang dimaksud adalah kesesuaian penarikan tarif pelayanan dengan tarif yang telah ditentukan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Di Puskesmas Banguntapan 2 dapat dipastikan bahwa penarikan biaya pelayanan sudah sesuai dengan tarif perda, baik retribusi maupun biaya tindakan.

Unsur terendah dari hasil indeks kepuasan masyarakat tersebut adalah pada nilai U7 yaitu kecepatan pelayanan dengan total nilai 446 dan rata-rata nilai sebesar 2,973.hal ini menjadi salah satu permasalahan yang perlu diselesaikan secara segera dan hal pertama yang harus di lakukan adalah mengakarkar sumber permasalahannya terlebih dahulu kemudian mengkaji dan menganalisa permasalahan, sehingga ditemukan beberapa alternatif masalah dan penentuan cara penyelesaian masalah.

Untuk rencana tindak lanjut, Puskesmas Banguntapan 2 belum melakukan analisa lebih lanjut untuk mengkaji permasalahan ini, dikarenakan padatnya kegiatan di akhir tahun 2013. (Khatemi)

Kategori: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *