Hasil Angka Bebas Jentik Dusun Singosaren 3, Singosaren Memprihatinkan!

Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Singosaren 3 pada jumat lalu tanggal 27 Februari 2015 di koordinatori oleh Bidan Desa Singosaren, Tri Sulistyowati. Kegiatan PSN di Dusun Singosaren tersebut dimulai dari koordinasi pembagian wilayah kegiatan PSN, hingga diskusi singkat seputas PSN. Bersama Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Banguntapan kegiatan PSN tersebut diliput hingga hasil evaluasi ABJ nya. 

Kegitan PSN di Dusun Singosaren sudah mencapai tahap pemantauan. Artinya, rumah yang kemarin positif ABJ maka akan ditinjau kembali tingkat ABJ nya. Hal ini dilakukan untuk melihat tingkat kesadaran masyarakat, dan melihat perubahan perilaku masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat.

Dari hasil, PSN tersebut dapat disimpulkan bahwa sebanyak 52 % ABJ yang didapatkan, masih ditemukant jentik-jentik nyamuk sebanyak 48 % dari jumlah rumah yang diperiksa. Hal ini masih sangat memprihatinkan. Ternyata masih banyak masyarakat yang belum menyadari kaan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

Pelatihan Microsoft Office di Puskesmas Banguntapan 2 Menarik Perhatian Puskesmas Lain

Puskesmas Banguntapan 2 merupakan satu-satunya puskesmas yang bekerja sama dengan STMIK AKAKOM , hingga kinibentuk kerja sama kedua instansi tersebut masih terjalin dengan baik. Ketua Tim Pengabdian dari AKAKOM, Ibu Syamsu menginformasikan bahwa pentingnya komputerisasi di bidang kesehatan. Hal ini sama seperti yang disampaikan oleh ketua Panitia Kegiatan Pelatihan Microsoft Office di Puskesmas Banguntapan 2, Yuli Uswatun Khasanah, Amd,.SKM bahwasanya pengembangan komputerisasi harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan stakeholder, yang menuntut sebagian besar pelaporan berbasis komputerisasi. Pelatihan ini ditujukan agas semua karyawan Puskesmas Banguntapan 2 mengerti dan memahami serta mampu mengoperasikan komputer terutama Microsoft Office sebagai sarana pendukung kegiatan pencatatan dan pelaporan puskesmas.

Pelatihan Microsoft Office  berlangsung selama 2 hari. Acara dihadiri oleh seluruh karyawan puskesmas, mulai dari Kepala Tata Usaha, Dokter, Bidan, Perawat, Non medis, hingga tenaga Honor daerah pun antusias dalam mengikuti pelatihan ini. “Pelatihannya sangat menarik, kita jadi tahu bagaimana mengolah data dengan berbagai macam cara, membuat tabel, grafik, serta menghitung dengan rumus-rumus excell yang ternyata bisa mempermudah pembuatan pelaporan.”, kata dr.titis usai pelatihan microsoft office.

Dijumpai saat usai pertemuan Kepala Tata Usaha, Ibu Budi hartini, S.kep selaku Kepala Tata Usaha Puskesmas Banguntapan 2 menyatakan bahwa “Banyak puskesmas lain yang mengacungi jempol atas berjalannya kegiatan pelatihan microsoft office ini, dan ingin menerapkan kegiatan tersebut di puskesmasnya masing-masing. Mereka juga ingin tahu bagaimana caranya menjalin kerja sama seperti yang dilakukan Puskesmas Banguntapan 2  dengan STMIK AKAKOM”, kata beliau setelah penutupan pelatihan micrososft office di Puskesmas Banguntapan 2.

(khatemi)

Puskesmas Banguntapan 2 Mengirimkan Salah Satu Dokternya Untuk Maju Sebagai Nominasi Dokter Teladan Tingkat Provinsi

Dalam rangka peningkatan kapasitas kinerja PNS khususnya bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul meminta kepada seluruh puskesmas untuk mengirimkan salah satu dokter umum untuk dijadikan dokter teladan. Puskesmas Banguntapan 2 dalam hal ini, menunjuk salah satu dokter umum puskesmas untuk mengikuti dokter teladan tahun 2015. Dr.Ratna Ikawati adalah dokter yang ditunjuk puskesmas untuk mengikuti dokter teladan. Dokter yang merupakan andalan bagi Puskesmas Banguntapan 2 ini, memegang banyak program di puskesmas. Beliau menjadi penanggungjawab. Upaya Kesehatan Perorangan, kemudian kepala bidang pengembangan, serta koordinator klinik satu-satunya di Kab.Bantul yaitu klinik program terapi rumatan metadon  (PTRM).

Pada awal bulan februari 2015, beliau telah membuat checklist penilaian yang melibatkan banyak program puskesmas yaitu promosi kesehatan, manajemen puskesmas, kesehatan lingkungan, dll.

Saat ini, semua programmer yang terlibat sudah mulai mempersiapkan data-data yang dibutuhkan dalam penilaian dokter teladan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Dr.Ratna Ikawati untuk mengikuti penilaian Dokter Teladan Tingkat Provinsi DIY.

(khatemi)

Lokarya Mini Puskesmas Banguntapan 2 Tahun 2015

Menjalankankan Manajemen Perencanaan belum bisa dikatakan berhasil jika tidak ada tindak lanjutnya, Lokarya Mini Puskesmas sebagai media untuk pemantauan dan perencanaan ulang bertujuan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ada di puskesmas, dan sudah sejauh mana perencanaan sudah berjalan. Pada tanggal 19 Februari 2015 seluruh karyawan puskesmas menghadiri Lokakarya Mini yang diadakan puskesmas yang membahas tentang capaian program berdasarkan penilaian kinerja puskesmas, standar pelayanan minimum, dan rencana pembangunan jangka menengah bangunan. Hasil dari Lokakrya Mini Puskesmas Banguntapan 2 dapat disampaikan bahwa :

  1. Penilaian Kinerja Puskesmas. Berdasarkan hasil PKP, dapat diinformasikan bahwa semua program basic six sudah mencapai 100% seperti berikut : Promosi Kesehatan (107,81%), Kesehatan Lingkungan (112,17%), KIA/KB (107,87%), Perbaikan Gizi Masyarakat (101,87%), P2M (188,87), dan Pengobatan (148,42%)
  2. Standar Pelayanan Minimum/Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Berdasarkan hasil SPM/RPJMD, dapat disampaikan bahwa masih banyak program yang belum memenuhi target yaitu : pelayanan K-4 (84,47%), Bumil Komplikasi ditangani (70,11%), neonatal komplikasi ditangani (47,46%), Pelayanan Balita (82,88%), dan Pelayanan KB (63,52%)

Dari permasalahan yang ada, dapat dilaporkan bahwa sudah dilakukan analisa yang menghasilkan alternatif permasalahan antara lain :

  1. KIA : pertemuan kader, PHN,pelacakan kasus kematian neonatus, pelayanan bayi dan balita di posyandu, pertemuan kelas ibu, PHN, P4K, pelacakan kasus kematian bumil resti, kemitraan dengan BPS
  2. Imunisasi : sosialisasi, pelaksanaan, sweeping, dan evaluasi BIAS
  3. KB : pendataan PUS, pelacakan kasus aseptor dengan komplikasi
  4. P2 TB : pertemuan koordinasi TB, pembentukan kelompok dukungan sebaya HIV/AIDS, skreening kasus HIV/AIDS, pembentukan kelompok remaja peduli HIV/AIDS

Tidak hanya itu, program lain juga mempunyai perencanaan program yang tidak dapat disampaikan satu per satu. Penyelesaian masalah yangmerupakan kegiatan tahunan merupakan solusi yang paling dianggap benar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Acara Lokarya Mini Puskesmas ditutup dengan diskusi dan penyampaian struktur organisasi puskesmas tahun 2015. Acra berlangsung lancar dibawah bimbingan Bapak Kepala Puskesmas Banguntapan 2 beserta Tamu Undangan dari Dinas kesehatan Kabupaten bantul.

(khatemi)