Setelah dikejutkan dengan kasus KLB difteri di Jawa Timur, kini menyusul Jawa Tengah dan Jawa Barat. Akankah “dia” menyerang Jogja?
Tentu saja tak ada yang menginginkannya.

Penyakit Difteri adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang tenggorokan atau hidung. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak dibawah umur 15 tahun yang belum diimunisasi. Sekitar 10 persen dari penderita Difteri dapat meninggal. Sedangkan di Jogja cakupan imunisasi difteri

Penyakit difteri ini disebabkan oleh bakteri difteri yang disebut Coryne-bacterium diphtheria. Bakteri ini dapat menimbulkan luka atau lesi pada selaput lender di tenggorokan, hidung, atau kadang –kadang mata.

Gejala atau tanda penderita Difteri diantaranya :

  1. Sakit bila menelan
  2. Kadang-kadang demam
  3. pada kasus yang berat bias terjadi pembengkakan pada leher
  4. Bila bakterinya menyerang hidung , maka akan terjadi penyumbatan hidung

Cara penularan penyakit difteri ini adalah melalui kontak langsung atau bersentuhan dengan penderita atau karier. Karier adalah seseorang yang di dalam tubuhnya memiliki penyakit difteri tetapi tidak ada keluhan sakit.

Untuk masa inkubasi penyakit Difteri ini biasanya akan mulai timbul gejala pertama kalinya pada hari ke 2 sampai dengan hari ke 5 sejak masuknya bakteri Difteri ke dalam tubuh.

Penderita Difteri bisa menularkan penyakit ini selama masih ada bakteri Difteri dalam tubuhnya. Penderita Difteri atau karier dapat menularkan biasanya antara 2 minggu atau kurang bahkan kadang-kadang dapat lebih dari 4 minggu.

Pada dasarnya semua orang dapat tertular bila daya tahan tubuh turun atau rendah. Namun Kelompok utama yang dapat tertular penyakit Difteri ini adalah :

1. bayi berusia sebelum 6 bulan.

2. Anak-anak usia dibawah 15 tahun yang belum diimunisasi.

3. Kelompok remaja yang belum pernah diimunisasi.

4. Orang dewasa yang pada waktu bayi tidak pernah diimunisasi.

Cara pencegahan agar tidak tertular penyakit Difteri ini diantaranya :

1. Memberikan kekebalan pada anak-anak dengan cara :

a. Imunisasi DPT /HB untuk anak dan bayi. Imunisasi ini diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada saat usia 2 bulan 3 bulan dan 4 bulan.

b. Imunisasi DT untuk anak usia sekolah dasar (usia kurang dari 7 tahun). Imunisasi ini diberikan cukup satu kali.

c. Imunisasi vaksin Td dewasa untuk usia 7 tahun ke atas.

2. Hindari kontak langsung dengan penderita Difteri.

3. jaga kebersihan diri

4. Menjaga stamina tubuh dengan makan makanan bergizi dan berolahraga ,serta cuci tangan sebelum makan.

5. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur

6. Bila mempunyai keluhan sakit saat menelan, segera memeriksakan ke Unit pelayanan Kesehatan Terdekat.

 

Kenalilah gejalanya lebih awal. Jika dirasakan gejala di atas, segera hubungi puskesmas terdekat atau sarana kesehatan lainnya. (AF/SIK)

Sumber:  Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur

Kategori: uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *