Sebagai daerah endemis DBD, berbagai upaya dilakukan oleh Kecamatan Banguntapan untuk memutuskan rantai penularan DBD. Salah satu upaya yang paling jitu adalah melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) sehingga jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti tidak akan pernah berkembang menjadi nyamuk yang sangat berperan pada penularan DBD.

Pada Hari Jumat tanggal 2 November 2012 dilaksanakan PSN di Maguwo, Dusun Wonocatur oleh tim monitoring gabungan  yang terdiri dari Puskesmas Banguntapan 3, PLKB, KUA, Koramil, Polsek Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, PKH Kec. Banguntapan dan Desa Banguntapan yang dibantu oleh Kader Kesehatan / Jumantik serta Kepala Dukuh setempat.

Dari PSN yang telah dilakukan di Maguwo, Dusun Wonocatur oleh Tim Monitoring Kecamatan Banguntapan tersebut diperoleh Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 67,74%. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat setempat untuk berperan aktif dalam memutus rantai penularan DBD masih sangat kurang. Oleh karenanya diperlukan perhatian dari semua pihak terkait untuk menstimulasi suksesnya pelaksanaan PSN.

Jika tidak ditindaklanjuti dengan segera, niscaya Desa Banguntapan akan bebas dari DBD dan lepas dari daftar daerah endemis DBD. Cara paling jitu adalah memulainya dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar kita.

Waspada DBD!!!

(ast/SIK)

Kategori: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *