Pendistribusian kartu Jamkesmas yang telah dilaksanakan sejak pertengahan Desember ternyata mulai memunculkan berbagai masalah. Di Puskesmas Banguntapan 3 contohnya. Jumlah peserta yang diterima terdapat 4.313 kartu sedangkan 36 diantaranya tidak jelas alamatnya. Jadi total yang memungkinkan untuk didistribusikan ada 4.278 kartu.

Pendistribusian yang dilakukan tanggal 18-22 Desember 2012 lalu berbuntut pada kecemburuan yang terjadi di masyarakat. Hal ini dikarenakan ada beberapa penerima kartu Jamkesmas baru yang tergolong keluarga mampu, sedangkan warga yang memang benar-benar tidak mampu (tergolong hampir miskin bahkan keluarga miskin) tidak memperoleh kartu Jamkesmas baru.

Warga yang merasa tidak puas dengan pendistribusian kartu Jamkesmas baru ada yang mengadu pada aparat pemerintahan setempat seperti RT, RW, Dukuh dan bahkan tidak sedikit warga yang datang langsung ke Puskesmas Banguntapan 3 dengan harapan dapat diajukan menjadi penerima kartu Jamkesmas berikutnya.

Pihak Puskesmas sendiri sudah menjelaskan bahwa survey dilakukan oleh BPS dan tidak melibatkan Puskesmas sedikitpun. Yang bisa dilakukan Puskesmas hanyalah berusaha mengusulkan nama-nama pemohon dan selanjutkan tergantung dari kebijakan pemerintah pusat untuk dikabulkan atau tidak usulan tersebut.

Semoga pemerintah bisa belajar dari pengalaman tahun ini. Survey seharusnya dilakukan berdasarkan masukan dari aparat pemerintahan setempat yang memang benar-benar tahu kondisi warganya. Jangan sampai terulang lagi warga miskin yang memang benar-benar membutuhkan jaminan kesehatan terabaikan hanya karena sistem birokrasi yang carut-marut di negara ini.

Salam pembaharuan untuk kemajuan!!!

(ast/SIK)

 

 

 

 

 

 

Kategori: uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *