Sebagai daerah endemis DB, Desa Banguntapan harus melakukan terobosan-terobosan yang bisa menekan perkembangbiakan nyamuk pembawa maut, Aedes Aegypty. Salah satu program yang diluncurkan adalah Gertak PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di seluruh wilayah Desa Banguntapan yang dilaksanakan setiap Hari Jumat dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Kecamatan Banguntapan.

Hari Jumat(03/05) ini, Gertak PSN dilaksanakan di Kompleks AU Adisutjipto Dusun Wonocatur, Banguntapan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Petugas Kecamatan, Koramil, KUA, PLKB, Dinas Pertanian, Rumah Sakit Hardjo Lukito, Puskesmas Banguntapan 3, Ketua RT setempat dan kader-kader kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di blok S1, Blok j dan Blok H.

Metode yang digunakan adalah petugas masuk ke dalam rumah penduduk dan memeriksa tempat-tempat yang disukai oleh nyamuk. Diantaranya adalah bak kamar mandi, bak penampungan air, tampungan dispenser, tampungan air di bawah kulkas dan pot bunga.

Dari hasil pemeriksaan sarang nyamuk, tempat-tempat yang positif mengandung telur nyamuk adalah di tampungan dispenser, tampungan kulkas dan selokan dengan air yang tidak mengalir.

Setelah kegiatan selesai, diadakan rapat koordinasi hasil Gertak PSN di Komplek AU tersebut. Hasilnya diperoleh ABJ (Angka Bebas Jentik) sebesar 80%, masih di bawah target nasional yaitu 95% akan tetapi lebih baik dari hasil Gertak PSN sebelumnya yang juga dilaksanakan di Kompleks AU. Tentunya diperlukan perhatian khusus dan terus-menerus dari pihak terkait dan warga sekitar agar target 95% dapat tercapai.

Kesibukan bukanlah alasan untuk tidak peduli pada lingkungan. Haruskah menunggu ada nyawa melayang agar kita lebih peduli pada lingkungan sekitar?

TIDAK!!!

Mari mulai dari diri sendiri dan dari sekarang!

“Salam semangat menuju Indonesia Sehat!!!”

(As3/SIK’er BTP3)
Kategori: uncategorized

2 Komentar

ratih · 03/05/2013 pada 14:29

Harus tetep berjuang.
Semangat!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *