bareng2Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 3M itu sudah biasa. Kini ada terobosan baru untuk mengatasi masalah kesehatan yang satu ini. Apa itu? Bakteri Wolbachia jawabannya.
Bakteri ini dapat memblokir terinfeksinya nyamuk oleh virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Nyamuk yang sudah mengandung wolbachia itu pun akhirnya tidak dapat menyebarkan virus itu ke tubuh manusia. Nyamuk yang mengandung bakteri ini pun hidupnya akan menjadi lebih singkat. Dari biasanya usia nyamuk berkisar sekitar 30 hari, setelah mengandung Wolbachia, nyamuk itu bisa hanya berusia 15 hari saja. Hal ini juga dapat mengurangi berkembangnya virus DBD, karena nyamuk betina yang dapat menularkan virus DBD itu, biasanya berusia 30 hari. Dengan usia yang lebih muda, semakin sedikit pula jumlah nyamuk yang dapat menularkan virus itu. (Sumber:http://www.tempo.co)

penjelasan edpkotak2nyamukdigigit nyamuk

Hari Rabu (17/9) lalu Puskesmas Banguntapan 3 yang diwakili oleh Sri Rejeki Arum(Kepala Puskesmas), Siti Nur K(Sanitarian dan Programer DBD) dan Erma Suryani  (Programer Promkes) berkesempatan mengunjungi laboratorium pusat perkembangbiakan insektisida bersama EDP (Equipment Dengue Project) terkait dengan kegiatan rencana pembiakan nyamuk wolbachia dari Australia. Kunjungan diikuti oleh lintas sektor Kecamatan Banguntapan.

Rombongan disambut dengan pemaparan singkat tentang nyamuk ber-wolbachia, uji coba gigitan nyamuk, hingga mengamati kotak-kotak pengembangbiakan nyamuk.

Sebagai daerah endemis DBD tentunya terobosan ini membawa angin segar dalam pemberantasan DBD di wilayah Banguntapan. Keberhasilan program ini tentunya memerlukan dukungan dari semua pihak terkait. Dan yang paling penting adalah dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sangat kami nantikan.

STOP DBD !!!

(Ast/SIKer BTP3)

Kategori: uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *