ilustrasi-fogging-desiFoto fogging1

Penderita DBD di Babadan Dusun Plumbon hingga September 2014 tercatat sebanyak 4 penderita. Maka dilaksanakanlah fogging(pengasapan) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Senin, 29 September 2014 ini, tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul bersama programer DBD(Demam Berdarah Dengue) sekaligus petugas sanitarian Puskesmas Banguntapan 3, Siti Nur Khoiriyah, S SiT,  memulai pengasapan tepat jam 6 pagi. Pengasapan dilaksanakan dari RT 17-28 atau menjangkau 1 RW.

Fogging atau pengkabutan menjadi salah satu metode yang sering digunakan dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Pada metode ini, suatu lokasi disemprot dengan insektisida menggunakan mesin.

Fogging dalam dosis tertentu ini bertujuan memberantas nyamuk dewasa, atau yang sudah bisa terbang berpindah. Namun, metode fogging saat ini dipertanyakan efektivitasnya. Hal ini dikarenakan kasus demam berdarah yang cenderung meningkat.

Untuk mencegah kenaikan kasus dan jumlah korban DBD yang semakin meningkat, Budi berbagi tips agar upaya fogging menjadi efektif. Agar hasil fogging maksimal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

– Minimal beradius 100 meter

Pelaksaan fogging sebaiknya tidak dilakukan per kasus, seperti yang kerap dilakukan saat ini. Fogging juga sebaiknya dilakukan dalam jarak 100 meter di sekeliling tempat tinggal penderita DBD. Hal ini dikarenakan, 100 meter adalah jarak optimal bagi nyamuk DBD untuk berpindah tempat. Rumah dalam radius 100 meter berpeluang besar terkena virus DBD. Radius 100 meter adalah ketentuan bila hanya terdapat satu korban. Jika korban lebih dari 3 makan radius bertambah lebih dari 100 meter.

– Perhatikan dosis

Penyemprotan harus memperhatikan dosis yang tercatat dalam standar operasional. Bila insektisida terlalu sedikit, maka penyemprotan tidak memberikan hasil maksimal dan hanya meninggalkan bau minyak tanah yang mengganggu kenyamanan. Dosis yang tepat juga dikhawatirkan membuat nyamuk resisten insektisida.

– Awasi arah angin

Arah angin seringkali luput dari perhatian. Padahal angin yang akan menyebarkan semprotan insektisida ke seluruh wilayah, dalam radius tertentu. Angin juga yang membawa nyamuk terbang berpindah menghindari pestisida.

Fogging menyebabkan droplet insektisida dan mematikan bagi nyamuk dewasa yang kontak langsung. Saat dikeluarkan dari mesin penyemprot, kabut insektisida akan langsung menyebar sesuai arah angin. Oleh karena itu, sebaiknya penyemprotan dilakukan sesuai arah angin. Penyemprotan yang melawan arah angin akan mengenai tubuh penyemprot bukan nyamuk yang menjadi sasaran. Akibatnya insektisida akan menjadi toksik bagi penyemprot. (Sumber:http://health.kompas.com)

Hal yang perlu diperhatikan dan ditanamkan dalam pola pikir masyarakat adalah pola hidup bersih dan sehat. Terutama pentingnya melaksanakan 3M(Menutup, Menguras dan Mengubur). Karena fogging hanyalah akan mematikan nyamuk dewasa saja. Banguntapan sebagai daerah endemis DBD membutuhkan terobosan-terobosan baru dalam membasmi nyamuk pembawa maut, Aides Aigypti.

Bebaskan Banguntapan dari DBD !!!

Salam semangat tanpa lelah untuk para pejuang DBD Banguntapan.

(Ast/SIK’er BTP3)

Kategori: uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *