nyamukaedesaegypti

Nyamuk Aedes Aegypti terus memakan korban. Ada saja yang terjangkiti demam berdarah. Tidak ada lagi pengecualian. Dari balita,  anak-anak, dewasa, laki-laki, perempuan, kaya atau miskin tiada beda. Namun setiap problema datang pasti akan selalu ada alternatif solusi yang menyertai. Untuk memutuskan rantai hidup nyamuk mematikan ini, cara terbaik yang paling mudah dilakukan oleh masyarakat adalah dengan PSN(Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Guna memonitoring kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada pemberantasan penyakit demam berdarah, pagi ini tim gabungan dari kecamatan yang terdiri dari koramil (dihadiri langsung oleh Danramil Banguntapan), PLKB, Puskesmas Banguntapan 3, KUA, PKK, Desa Banguntapan, PPl, Dukuh Plumbon, dan kader kesehatan bergerak menuju 4 lokasi berbeda guna pemantauan PSN(Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Kali ini lokasi yang menjadi target PSN adalah Dusun Plumbon dengan lokasi yang diambil sebagai sampling adalah Sanggrahan, Perum Gedong Kuning, Babadan dan Sokowaten. Dalam kegiatan ini tim gabungan dibagi ke dalam 4 tim dan di akhir kegiatan dilakukanlah evaluasi hasil PSN.

Hasil pemantauan PSN Dusun Plumbon ABJnya adalah 72,5% dengan ABJ untuk masing-masing lokasi : Sanggrahan 40%, Babadan 80%, Sokowaten 80% dan Perum Gedong Kuning 90%. Capaian ABJ dari lokasi pemantauan belum ada yang dapat mencapai ABJ 95% sesuai standar Bantul dan Nasional. Oleh karenanya dibutuhkan strategi jitu guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperan aktif guna memutus lingkaran Demam Berdarah.

Tidak ada kata berhenti untuk kami dalam berjuang melawan DBD!!!

(Ast/SIKer BTP3)

Kategori: uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *