Puskesmas Banguntapan III sebagai sebuah wilayah endemis DB, senantiasa membuat program-program inovasi yang melibatkan lintas sektor beserta masyarakat untuk menekan angka kesakitan DB. DI awal tahun hingga saat ini sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan. Adapun program-program yang telah dilaksanakan adalah :

Pembentukan TIM DB Kecamatan Banguntapan

IMG-20160212-WA0005Di awal tahun 2016, Kecamatan Banguntapan membentuk TIM DBD yang melibatkan lintas sektor. Tujuannya adalah agar setiap pejabat maupun tokoh masyarakat lebih peduli terhadap kasus DBD khususnya dan kesehatan lingkungan pada umumnya. Programer DB di 3 Puskesmas : Puskesmas Banguntapan1,2 dan 3 juga dilibatkan secara aktif untuk mendukung keberhasilan dati Tim yang sudah terbentuk.

FGD Penyakit Menular

IMG-20160225-WA0012Pada akhir Februari 2016 telah dilaksanakan FGD (Focus Group Discussion) tentang penyakit TBC, DB dan Indikator rumah sehat. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di Dusun Karangjambe dengan peserta ibu rumah tangga. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di dusun-dusun lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar ibu rumah tangga paham terhadap pentingnya rumah sehat dan cara mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui sanitasi lingkungan yang kurang baik.

Motivasi dan Informasi Terkini terhadap Guru UKS

IMG-20160222-WA0010Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2016 yang dilaksanakan dalam rangka penanggulangan dan pencegahan penyakit DBD. Puskesmas Banguntapan III tidak henti-hentinya memberikan motivasi dan informasi terkini tentang penyakit menular kepada institusi pendidikan mulai dari TK s.d SMP dikarenakan kasus yang beresiko paling tinggi adalah usia 5-15 tahun. Semua juga dihimbau untuk mengaktifkan UKS yang ada di sekolah dengan melaksanakan TRIAS UKS dengan sungguh-sungguh. Diingatkan pula pentingnya melaksanakan pemantauan jentik nyamuk di sekolah.

Pembentukan Kader Jumantik di Kompleks Lanud Adisucipto

IMG-20160221-WA0006Kegiatan ini dimotori oleh RSPAU Harjolukito bersama dengan Dinas Kesehatan Bantul dan Puskesmas Banguntapan III berkomitmen untuk bersama-sama melangkah ke depan menanggulani penyakit DBD. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya penderita DB di kompleks Lanud Adisucipto yang membuat warga kompleks resah. Setelah terbentuknya kader jumantik ini program pertama yang akan dilaksanakan adalah “100 Hari Bebas Jentik” di kawasan kompleks Lanud Adisucipto.

Kader Jumantik Remaja Desa Banguntapan

IMG-20160221-WA0003Demi tercapainya program-program Puskesmas Banguntapan III, maka dilakukanlah pembentukan kader remaja di Desa Banguntapan. Kader remaja ini merupakan pengurus karang taruna di Desa Banguntapan. Dengan adanya kader remaja ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya program puskesmas terutama dalam penanggulangan penyakit DB di wilayah Banguntapan. Para remaja ini tampak sangat antusias dikarenakan baru pertama kalinya dibentuk kader remaja di masing-masing dusun.

Kegiatan PSN Rutin Setiap Hari Jumat

IMG-20160314-WA0006Kegiatan PSN merupakan agenda rutin setiap hari Jumat yang dilaksanakan oleh Puskesmas Banguntapan III bersama lintas sektor yaitu Kecamatan Banguntapan, Desa Banguntapan, Koramil dan Polsek Banguntapan, KUA, PLKB, PPL, PKH serta kader kesehatan dusun. Kegiatan ini dilakukan setiap ninggu kecuali pada saat jadwal senam jumat sehat. Dari kegiatan PSN yang telah dilakukan sampai saat ini belum ada Dusun yang dapat mencapai ABJ 95% sesuai target nasional.

Kegiatan Fogging/Pengasapan

IMG-20160225-WA0015

Fogging merupakan kegiatan pemberantasan DBD yang masih menjadi primadona di masyarakat walaupun Puskesmas Banguntapan III senantiasa menghimbau dan memberikan penyuluhan bahwa kegiatan paling efektif adalah melaksanakan PSN, bukanlah fogging. Kegiatan fogging ini hanya dilakukan apabila terdapat penderita DB lebih dari 3 pasien di suatu wilayah yang telah dibuktikan dengan adanya KDRS dari rumah sakit yang merawatnya. Fogging hanya boleh dilakukan oleh instansi yang berwenang yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Kunci keberhasilan dalam pemberantasan DB adalah kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan melaksanakan 3M Plus di tempat tinggalnya. Tampaknya Puskesmas Banguntapan III masih harus berjuang demi menekan angka kesakitan DBD di wilayah kerjanya.

STOP DBD!!!

(Ast/SIK BTP3)

IMG-20150126-WA0005

Tulisan ini saya persembahkan untuk Srikandi DBD Puskesmas Banguntapan III, Siti Nurkhoiriyah, ST yang tak kenal lelah memerangi DB di Desa Banguntapan. Ia adalah programer P2DB dan petugas Sanitarian di Puskesmas Banguntapan III. Semangatnya senantiasa menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Kategori: Info Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *