Sebuah kegiatan baru, dilaksanakan oleh Puskesmas Banguntapan 3 dalam melaksanakan Gema CerMat(Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Setelah sebelumnya diaksanakan kegiatan Swamedikasi dengan Metode CBIA pada seluruh kader di wilayah Desa Banguntapan, kali ini Dusun pertama sebagai percontohan adalah Dusun Pelemwulung. Kegiatan ini ke depan akan dilaksanakan di dusun lain di wilayah Desa Banguntapan.

Swamedikasi merupakan cara pengobatan sendiri yang mengedepankan pada menekan gejala-gejala yang muncul misalnya pusing, diare, panas, sakit gigi dan sebagainya. Swamedikasi diperuntukkan untuk jenis penyakit yang ringan dan sering dijumpai.

Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) merupakan metode belajar yang mengedepankan peran aktif dari peserta. Metode ini ditemukan oleh Prof. Dr. Sri Suryawati,Apt dari UGM dan dikembangkan di seluruh Propinsi wilayah Indonesia.

Sosialisasi Swamedikasi dengan metode CBIA di Dusun Pelemwulung dibagi dalam 3 bagian. Bagin pertama merupakan presentasi dari Puskesmas tentang dasar teori, bagian kedua praktek, dan ketiga adalah presentasi tentang masalah yang ditemukan.

Saat praktek, peserta dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok diberikan sejumlah obat yang sudah biasa ditemukan di pasaran. Tugas masing-masing kelompok adalah mengelompokkan obat berdasarkan khasiatnya. Selanjutnya setiap kelompok harus mengidentifikasi obat dan mencermati informasi obat yang ada pada kemasan obat meliputi kandungan zat aktif, indikasi(khasiat), kontra indikasi, efek samping dan dosisnya. Di akhir kegiatan tiap ketua kelompok mempresentasikan hasil temuan dan masalah yang dijumpai selama membaca informasi obat. Hasilnya ditemukan bahwa banyak obat dengan kandungan zat aktif sama namun harga jauh berbeda, ada obat dengan zat aktif sama tapi diiklankan di televisi dengan khasiat berbeda, peserta makin paham dosis obat, efek samping dan kontra indikasi obat.

Peserta antusias dengan kegiatan ini. Terbukti dari peserta yang aktif bertanya selama sesi tanya jawab. Kendala yang dihadapi umumnya sama yaitu informasi pada kemasan obat ditylis dengan huruf yang sangat kecil dan nyaris tak terbaca.

“Salam GeMa CerMat untuk mewujudkan Masyarakat Banguntapan Sehat dan Mandiri”

Ast/SIKer

Categories: Info Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *