BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Dalam melaksanakan tugas tersebut Puskesmas mempunyai fungsi :

  1. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya
  2. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya

Semua kegiatan di Puskesmas Banguntapan III  Tahun 2018 dirangkum dalam bentuk Profil Kesehatan Puskesmas Tahun 2019. Profil ini memuat data dan informasi mengenai situasi kesehatan baik kependudukan, fasilitas kesehatan, pencapaian program-program kesehatan di wilayah kerja Puskemas Banguntapan III yang dianalisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel, peta dan grafik.

  1. TUJUAN

Tujuan disusunnya Profil Puskesmas Banguntapan III Tahun 2017  ini adalah:

  1. Tujuan ke dalam
  2. Tujuan Umum

Diketahui gambaran situasi kesehatan dalam wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III, Kecamatan Banguntapan.

  1. Tujuan Khusus
  • Diketahui gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan kegiatan pelayanan kesehatan dan mutu kegiatan pelayanan kesehatan serta manajemen puskesmas pada akhir tahun.
  • Diketahui gambaran masalah kesehatan setempat di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III, Kecamatan Banguntapan.
  • Digunakan sebagai dasar dalam perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan tahun selanjutnya.
  1. Tujuan ke Luar

Agar masyarakat luas dapat mengetahui gambaran kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III secara keseluruhan baik berupa organisasi maupun program Puskesmas.

  1. SISTEMATIKA

Sistematika Profil Kesehatan Puskesmas Banguntapan III adalah sebagai berikut:

  • Bab I – Pendahuluan

Bab ini menyajikan maksud dan tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Puskesmas Banguntapan III, serta sistematika penyajian diuraikan secara ringkas.

  • Bab II – Gambaran Umum dan Wilayah Kerja Puskesmas

Bab ini menyajikan tentang gambaran umum wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III yang meliputi keadaan geografi, batas wilayah, keadaan kependudukan dan tingkat pendidikan masyarakat yang ada.

  • Bab III – Situasi Derajat Kesehatan

Bab ini berisi uraian tentang indikator angka kematian, angka kesakitan, dan angka status gizi masyarakat.

  • Bab IV – Situasi Upaya Kesehatan

Bab ini menguraikan tentang upaya  pelayanan kesehatan Puskesmas yang meliputi kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat, imunisasi, kesehatan usila dan pra usila, keluarga berencana, kejadian luar biasa, pelayanan kesehatan masyarakat miskin, promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan, serta pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

  • Bab V – Situasi Sumber Daya Kesehatan

Bab ini menguraikan tentang susunan komposisi tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan, program-program yang ada di Puskesmas Banguntapan III dan jenis-jenis  pelayanan kesehatan di Puskesmas Banguntapan III.

  • Bab VI – Kesimpulan

Bab ini diisi dengan sajian hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Puskesmas Banguntapan III Tahun 2017, serta hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III.

 

  • Lampiran

 

 

 

 

 

BAB II

GAMBARAN UMUM

DAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGUNTAPAN III

  1. VISI DAN MISI
  2. Visi Puskesmas Banguntapan III

Puskesmas Banguntapan III dalam melaksanakan fungsinya mempunyai Visi  sebagai berikut :

Masyarakat Desa Banguntapan Sehat dan Mandiri

 

  1. Misi Puskesmas Banguntapan III

Untuk mewujudkan visi tersebut, Puskesmas Banguntapan III memiliki misi  sebagai berikut :

  1. Meningkatkan mutu SDM dan mutu layanan
  2. Bersama dengan lintas sektor dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat
  3. Meningkatkan tata kelola yang profesional, akuntabel dan memiliki daya saing
  1. Motto

“ Kerjaku Ibadahku “

 

  1. Tata Nilai

“ D I N A M I S “

  1. Disiplin

Tepat waktu dalam memberikan pelayanan.

  1. Inovatif

Berpikir kreatif menghasilkan gagasan baru untuk mencari pemecahan masalah secara cerdas.

  1. Nyaman

Menciptakan suasana tenang, tenteram dan saling menjaga.

  1. Amanah

Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.

  1. Manfaat

Apapun yang dikerjakan haruslah memberi manfaat bagi semua pihak

  1. Ikhlas

Tulus hati melayani, dapat menerima apa yang ada dengan baik dan mengupayakan yang lebih baik.

  1. Semangat

Bekerja dengan penuh semangat. Semangat akan mampu memberikan jlan, pengobat lelah, mematahkan kesulitan dan mengantarkan kita pada tujuan.

 

  1. KEADAAN GEOGRAFI

          Puskesmas Banguntapan III mempunyai wilayah kerja di sebagian Kecamatan Banguntapan yang membawahi satu desa yaitu Desa Banguntapan dengan luas wilayah 819,333 Ha dan mencakup 11 dusun. Kondisi geografis berupa dataran rendah  dengan ketinggian 100 m dari permukaan laut dan suhu 23 – 31°C yang merupakan tanah persawahan, tegalan dan pekarangan sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan mobil atau pun motor sampai ke dusun.

Batas wilayah kerja Puskemas Banguntapan III, yaitu:

Sebelah Utara       : Kecamatan Caturtunggal Kabupaten Sleman,

Sebelah Selatan     : Dusun Karangsari Wetan Desa Kotagede,   Kodya Yogyakarta,

Sebelah Timur      : Desa Baturetno (wilayah Puskesmas Banguntapan I),

Sebelah Barat        : Desa Gedongkuning Kodya Yogyakarta.

Luas gedung  puskesmas induk sebesar 429 m2 pada lahan seluas  835 m2, pada tahun 2009 luas bangunan bertambah 100 m2 dari dana APBD, luas lahan pustu Ketandan sebesar 597,8 m2 dengan kondisi bangunan baik karena selesai diperbaharui pada bulan Februari 2012 dan luas gedung Pustu Karangbendo sebesar 56 m2 pada lahan seluas 196 m2 juga dengan kondisi yang kurang baik.  Keterbatasan ruangan yang terdapat pada gedung puskesmas induk menyebabkan beberapa kegiatan pelayanan masih belum dapat dilakukan secara optimal.

Secara geografis Puskesmas Banguntapan  III (gedung  puskesmas induk dan pustu Karangbendo)  mempunyai letak pada lokasi yang kurang strategis, yaitu tersembunyi di belakang rumah penduduk dengan akses jalan yang kurang memadai, sedangkan untuk lokasi Pustu Ketandan sangat strategis yang terletak pada jalur utama dan dekat dengan perempatan Ringroad jalan Wonosari.

Gambar 2.1.       

Peta Wilayah Kerja Puskesmas Banguntapan III

 

  1. DEMOGRAFI (KEPENDUDUKAN : JUMLAH PENDUDUK TOTAL, JUMLAH ASKESKIN, TINGKAT PENDIDIKAN)

          Wilayah Desa Banguntapan dibagi menjadi 11 dusun. Jumlah penduduk dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul sebanyak 44.512 jiwa (Laki-laki 22.420 jiwa atau 50,37 % dan perempuan 22.092  jiwa atau 49,63 %)  dengan jumlah kepala keluarga 12.240 KK (KK laki-laki : 9.934 KK dan KK perempuan  : 2.306 KK).

Dari Piramida penduduk Desa Banguntapan di bawah ini, golongan umur terbanyak adalah usia 35-39 tahun baik laki-laki maupun perempuan.

Grafik 2.1.      

Grafik Piramida Penduduk Desa Banguntapan Tahun 2018

Sumber : Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul Tahun 2018

Distribusi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III dengan Jaminan Kesehatan dapat dilihat pada tabel 2.1 :

Tabel 2.1.   Distribusi Penduduk dengan Jaminan Kesehatan

No Jenis Jaminan Kesehatan Jumlah Persentase (%)
1 BPJS 12.124 4,77
2 Jamkesda 616 1,38
3 Belum terjamin 31.772 93,85

Sumber: Bagian Umum Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

 

Dari Tabel 2.1 dapat dipetik informasi bahwa sudah banyak masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan. Untuk kepesertaan BPJS yang terekap dalam data puskesmas meliputi pasien dengan PPK I yang ditunjuk adalah Puskesmas Banguntapan III sedangkan masyarakat yang masuk dalam PPK I lain belum terekap. Artinya kepesertaan BPJS di wilayah Desa Banguntapan bisa lebih dari angka tersebut. Jumlah peserta Jamkesda menurun dikarenakan sebagian peserta dialihkan pada BPJS.

 

 

 

 

 

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

 

  1. ANGKA KEMATIAN
  2. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI)

Pada tahun 2018 dilaporkan terjadi 1 kematian ibu di Dusun Pringgolayan karena Preeklamsia. Berikut ini disajikan kecenderungan kasus kematian ibu di Desa Banguntapan.

Grafik 3.1. Grafik Kecenderungan Kasus Kematian Ibu                                               di Desa Banguntapan III Tahun 2009-2018

 Sumber: Data Program KIA Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009-2018

Dari grafik di atas dapat dipetik informasi bahwa tidak terjadi kematian ibu dari tahun 2015 – 2018.

  1. Angka Kematian Bayi (AKB)

Tahun 2018 dilaporkan terjadi 6 kasus kematian bayi yang tersebar di Dusun Sorowajan, Pringgolayan, Jomblangan, Jaranan, Modalan dan Tegaltandan. Di bawah ini ditampilkan grafik kecenderungan jumlah kematian bayi Tahun 2009-2018.

Grafik 3.2. Grafik Kecenderungan Jumlah Kematian Bayi                            

Tahun 2009 – 2018

 

Sumber:  Data Program KIA Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009-2018

Dari grafik 3.2 di atas dapat dipetik informasi bahwa terjadi kenaikan kasus kematian bayi dari tahun 2017 sebanyak 3 kasus menjadi 6  kasus pada tahun 2018.

  1. Angka Kematian Balita (AKABA)

Pada tahun 2018 dilaporkan tidak terjadi kasus kematian balita di Desa Banguntapan. Dinamika kasus kematian balita selengkapnya dapat dilihat dari grafik 3.3  berikut.

Grafik 3.3. Grafik Kecenderungan Kasus Kematian Balita                                          Di Desa Banguntapan III Tahun 2009-2018

 

Sumber: Data Program KIA Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009-2018

Dari grafik di atas dapat dipetik informasi bahwa tidak ada kasus kematian balita pada 3 tahun terakhir.

 

 

 

  1. ANGKA KESAKITAN
  2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue Tahun 2018 dilaporkan menurun  dari tahun 2017  ada 31  kasus menjadi 5 kasus.  Angka Kesakitan DBD Tahun 2018 adalah 0,15 per 1.000 penduduk. Angka kesakitan DBD dari tahun 2008-2016 disajikan dalam Grafik Kesakitan DBD pada grafik 3.4.

Grafik 3.4. Grafik Angka Kesakitan DBD di Desa Banguntapan                                Tahun 2008-2018

Sumber: : Data P2 DBD Puskesmas Banguntapan III Tahun 2008-2018

Dari grafik di atas dapat dapat dilihat bahwa kasus tertinggi terjadi di tahun 2010 dan terjadi penurunan selama 2 tahun terakhir.

Grafik 3.5. Grafik Kasus DBD di Desa Banguntapan                                Tahun 2008-2018

Sumber: : Data P2 DBD Puskesmas Banguntapan III Tahun 2008-2018

 

  1. Tuberculosis (TB)

Keberhasilan Program TB ditunjukkan dengan angka kesembuhan TB, setelah penderita diobati, kesembuhan penderita baru dapat diketahui pada tahun berikutnya. Keberhasilan pengobatan TB pada tahun ini dapat dilihat dari angka kesembuhan TB pada tahun sebelumnya. Untuk penderita TB positif (+) yang diobati tahun 2015 dilaporkan hasilnya adalah 80% sembuh. Selengkapnya dapat dilihat pada grafik 3.6.

Grafik 3.6. Grafik Angka Kesembuhan TB

Di Desa Banguntapan Tahun 2007 – 2015

 

Sumber: Program P2-TB Puskesmas Banguntapan III Tahun 2008-2015

  1. Diare

Tahun 2016 dilaporkan terjadi 419 kasus diare. Kasus diare di Puskesmas Banguntapan III dapat dilihat pada grafik 3.7.

Grafik 3.7. Grafik Angka Kesakitan Diare

di Desa Banguntapan Tahun 2008 – 2018

 Sumber: Program P2 – Diare Puskesmas Banguntapan III Tahun 2008-2018

Dari data yang dilaporkan Angka Kesakitan Diare tahun 2018 mengalami penurunan dari 0,80 0/00 menjadi 1,03 0/00. Hal ini menggambarkan meningkatnya penemuan kasus diare di Puskesmas Banguntapan III.

  1. Status Gizi Balita

Angka status gizi ditunjukkan dengan angka balita gizi buruk.. Berikut disajikan Angka Gizi Buruk Balita di Desa Banguntapan Tahun 2008-2018 pada grafik 3.8.

Grafik 3.8. Grafik Angka Gizi Buruk Balita

Di Desa Banguntapan Tahun 2008 – 2018

Sumber : Program Gizi Puskesmas Banguntapan III Tahun 2008-2018

 

 

Tabel 3.2. Distribusi Penyebaran Kasus Gizi Buruk

di Wilayah Puskesmas Banguntapan IIITahun 2010-2018

No. Nama Dusun 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 Karang Bendo 1 1 1 0 0 0 0 1 0
2 Karang Jambe 0 1 0 0 0 0 0 0 1
3 Sorowajan 1 3 0 0 0 0 1 1 1
4 Plumbon 0 0 0 1 1 1 1 1 0
5 Wonocatur 1 1 0 0 1 0 0 0 0
6 Tegaltandan 0 0 0 0 1 1 1 1 3
7 Jomblangan 0 0 1 1 1 1 1 0 1
8 Pelemwulung 1 0 0 1 2 2 1 1 0
9 Jaranan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 Pringgolayan 1 1 0 0 0 0 0 2 3
11 Modalan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 5 7 2 3 6 5 5 7 9

Sumber: Data Program Gizi Puskesmas Banguntapan III  Tahun 2010-2018

 

 

 

  1. Kusta

Tahun 2018 dilaporkan tidak ditemukan kasus kusta di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan.

  1. Sepuluh Besar Penyakit

Data sepuluh besar penyakit pasien rawat jalan di wilayah Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018 adalah :

Tabel 3.3.  Sepuluh Besar Penyakit Berdasarkan Kunjungan

di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

 

No Jenis Penyakit Kode ICD X Jumlah Kasus
1 Hipertensi esensial (primer) I10 1.361
2 Nasofaringitis akut (common cold) J00 1.102
3 Diabetes mellitus non-dependen insulin tanpa komplikasi E11.9 403
4 Dispepsia K30 365
5 Myalgia M79.1 345
6 Necrosis of pulp K04.1 309
7 Sakit kepala R51 302
8 Batuk R05 278
9 Acute periodontitis K05.2 276
10 Vasomotor rhinitis J30.0 253

Sumber: e Health Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

 

Dari tabel di atas dapat dipetik informasi bahwa kasus tertinggi adalah Hipertensi essensial (primer) (I10).

  1. Kegiatan DB4MK Plus

DB4MK (Dusun Bebas 4 Masalah Kesehatan Plus penemuan penderita TB) adalah kegiatan yang dicanangkan dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bantul  sejak tahun 2007.

Bebas 4 Masalah Kesehatan tersebut adalah

  • Bebas Kematian Bayi dan Balita,
  • Bebas Kematian Ibu Hamil,
  • Bebas Balita Gizi Buruk,
  • Bebas kasus DBD,
  • Penemuan penderita TB positif (+).

Hasilnya akan mendapat Reward dari Pemerintah Kabupaten Bantul untuk  Tahun 2018 Desa Banguntapan belum bisa mencapai Dusun bebas 4 masalah kesehatan.

Sedangkan hasil kegiatan DB4MK Plus Dusun Banguntapan Tahun 2018  dapat dilihat pada tabel 3.4. :

Tabel 3.4. Hasil Kegiatan (DB4MK) Plus

Di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

No Kriteria Dusun
Jara

nan

Tegal

Tandan

Plumbon Sorowajan Karang

bendo

Karang

jambe

Wonocatur Jomblangan Modalan Pringgolayan Pelem

wulung

1 Kematian Ibu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Kematian Bayi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Kasus Gizi Buruk 0 3 0 2 0 0 0 1 1 2 0
4 Kasus DBD 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Cakupan Pesalinan ditolong oleh tenaga Kesehatan (%) 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
6 Partisipasi Masyarakat diPosyandu (D/S) (%) 86,9 % 84.10

%

77.3 % 80.7

%

80.10

%

77.90

%

71.30

%

75.2

%

80.5 % 72.3 % 76.40

%

7 ABJ (Angka Bebas Jentik) 85 94.89 92. 23 88. 63 96.66 100 91.36 90 89.

43

93.

23

92.86

Sumber : Data Program DB4MK Plus Pusk. Banguntapan III Tahun 2018

 

BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN

 

  1. PELAYANAN KESEHATAN
  2. Kesehatan Ibu

Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil yaitu meliputi Pemeriksaan Ibu Hamil K1, K4, Persalinan ditolong tenaga kesehatan, Pemberian tablet Fe1 dan Fe3 untuk ibu hamil. Cakupan pemeriksaan ibu hamil K1 pada tahun 2018 dilaporkan sebesar 100% sehingga sudah mencapai target K1 100%.

Cakupan pemeriksaan Ibu Hamil tahun 2019 dilaporkan sebesar 87,62% mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya tetapi belum mencapai target K4 95%.

Grafik 4.1. Grafik Cakupan Pemeriksaan Ibu Hamil K1dan K4

di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009 – 2018

Sumber : Program KIA Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009 – 2018

 

Dalam rangka pencegahan anemia pada ibu hamil, di Kabupaten Bantul dilaksanakan program pemberian Tablet  Fe kepada Ibu Hamil sebanyak tiga kali selama kehamilannya, tak terkecuali di Desa Banguntapan. Ibu hamil mendapatkan tablet besi (Fe3) di Desa Banguntapan tahun 2016, dilaporkan sebagai berikut : Fe1 sebanyak 90,37 % dan Fe3 sebanyak  85,22 %.

Berikut disajikan grafik kecenderungan pemberian tablet Fe3 kepada ibu hamil pada tahun 2009 sampai dengan 2018.

Grafik 4.2.  Grafik Cakupan Pemberian Tablet Fe3 Ibu Hamil

di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009 – 2018

 

Sumber : Program KIA Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009 – 2017

Cakupan persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan pada tahun 2018 dilaporkan 100% atau sudah semua  persalinan di wilayah Desa Banguntapan ditolong oleh tenaga kesehatan. Berikut disajikan grafik kecenderungan Cakupan Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan di Desa Banguntapan tahun 2009 sampai dengan 2018.

Grafik 4.3.  Grafik Cakupan Persalinan Ditolong oleh

Tenaga Kesehatan di Desa Banguntapan Tahun 2009 – 2018

    Sumber : Program KIA Puskesmas Banguntapn  III Tahun 2009-2018

 

  1. Kesehatan Anak

Balita di Desa Banguntapan tahun 2018 dilaporkan terdapat 2.238 balita dan 75,20 % ditimbang. Kunjungan Neonatus Lengkap (KN Lengkap) di Desa Banguntapan pada tahun 2018 dilaporkan mencapai 91,18 %, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Berikut disajikan gambar grafik kecenderungan cakupan kunjungan neonatus lengkap (KN Lengkap) di Desa Banguntapan dari tahun 2009 sampai dengan 2018.

Grafik 4.4. Grafik Cakupan Kunjungan Neonatus Lengkap

di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2009-2018

 

Sumber : Program KIA Puskesmas Banguntapan III tahun 2009-2018

Cakupan Bayi yang diberi ASI eksklusif di Desa Banguntapan tahun 2018 dilaporkan sebanyak 62,19 % .

Bayi dan Balita yang sudah diberikan vitamin A sebanyak 2 kali yaitu saat bulan Februari dan Agustus adalah sebanyak 100%. Dalam rangka penentuan status gizi balita, dilaporkan bahwa 75,20% balita di Desa Banguntapan ditimbang, dari balita yang ditimbang hasilnya 65,93% naik berat badannya dan 0,53% balita berada di bawah garis merah. Semua balita bawah garis merah telah mendapatkan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI). Selengkapnya disajikan pada gambar grafik kecenderungan berikut.

Grafik 4.5. Grafik Cakupan Penimbangan Balita (D/S dan N/D)

Di Desa Banguntapan Tahun 2009 – 2018

 

 Sumber : Program Gizi Puskesmas Banguntapan III tahun 2009 – 2018

Pemeriksaan kesehatan anak SD/MI dilaporkan sudah mencapai 100% dan pemeriksaan anak SMP/SMU sudah mencapai 100%. Pencapaian ini sudah memenuhi target 100%.

  1. Imunisasi

Pencapaian program imunisasi lengkap di Desa Banguntapan tahun 2018 dilaporkan 99,00 %. Selengkapnya pencapaian program imunisasi lengkap di Kabupaten Bantul tahun 2008 – 2018 disajikan dalam grafik berikut.

Grafik 4.6. Grafik Cakupan Imunisasi DPT I  dan Campak

di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2008 – 2018

 

Sumber: Program Imunisasi Puskesmas Banguntapan III Tahun 2008-2018

Target 100% desa UCI ( Universal Child Imunization ) di Desa Banguntapan telah tercapai.

  1. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

Tahun 2016 dilaporkan terdapat 6.600 orang usia lanjut (diatas 60 tahun). Jumlah Lansia yang diperiksa kesehatannya sebanyak 1.673 jiwa (25,1%). Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.1 .

Tabel 4.1. Lansia Dibina

Di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

Tahun Jumlah Lansia Total Lansia Diperiksa Kesehatannya Cakupan

(%)

2016 6.660 445 25,1

 

Sumber : Programer Lansia Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

  1. Keluarga Berencana

Peserta KB aktif dilaporkan sebanyak 80,87%  dari 5.974 PUS, dengan metode kontrasepsi terbanyak dilaporkan menggunakan metode IUD sebanyak 44,95% dan terendah dengan metode MOP sebesar 0,91%. Berikut disajikan komposisi jenis kontrasepsi yang digunakan di Desa Banguntapan.

Grafik 4.7. Diagram Lingkaran Jenis Alat Kontrasepsi

yang Digunakan di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Sumber: Program KB Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

 

Grafik 4.8. Kunjungan Akseptor KB

Di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

Sumber : Program KB Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

 

  1. Kejadian Luar Biasa

Pada tahun 2018 dilaporkan 1 kasus KLB di wilayah Desa Banguntapan yaitu Keracunan makanan yang kejadian diketahui pada 3 Desember 2018. Hal ini ditanggulangi oleh petugas pada 04 Desember 2018 dan berakhir pada 04 Desember 2018 dengan jumlah penderita sebanyak 26 orang.

Pada kasus ini sudah ditangani sesuai dengan prosedur penanganan KLB kurang dari 24 jam.

  1. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin

Tahun 2018 di Desa Banguntapan dilaporkan terdapat 8.460 jiwa penduduk miskin dan telah semuanya mendapatkan jaminan kesehatan. Jaminan kesehatan masyarakat miskin ini berupa jamkesmas (sekarang BPJS PBI) dan jamkesda.

Jumlah balita masyarakat miskin yang berada di bawah garis merah hasil penimbangannya berjumlah 32 balita, seluruhnya sudah mendapatkan MP ASI.

 

  1. PROMOSI KESEHATAN
    1. PHBS

Pada tahun 2016 dilakukan pemantauan terhadap rumah tangga di wilayah Desa Banguntapan hasilnya ditemukan rumah tangga ber PHBS 46,34%. Kegiatan tersebut dilakukan dengan dana BOK tahun 2018.

Tabel 4.2.    Cakupan PHBS Rumah Tangga di Desa Banguntapan

Tahun 2013 – 2018

Dusun 2013 2014 2015 2016 2017 2018
Karang Bendo 6,0% 83,2% 44,34% 48,8% 60,46% 51,53%
Karang Jambe 48,0% 94,0% 44,55% 41,1% 38,07% 48,12%
Sorowajan 50,0% 0,0% 0,0% 49,5% 70,53% 52,37%
Plumbon 48,5% 88,0% 49,84% 50,4% 79,73% 52,00%
Wonocatur 40,0% 86,3% 47,22% 46,7% 57,76% 55,62%
Tegaltandan 41,0% 0,0% 50,00% 48,5% 48,29% 48,76%
Jomblangan 49,4% 86,2% 32,97% 36,6% 53,63% 51,10%
Pelemwulung 68,7% 0,0% 46,31% 58,6% 64,23% 53,83%
Jaranan 51,8% 45,9% 39,30% 41,4% 70,59% 53,35%
Pringgolayan 62,0% 0,0% 50,00% 49,5% 40,06% 50,56%
Modalan 31,0% 0,0% 56,57% 59,5% 30,27% 58,39%

Sumber : Program Promkes  Puskesmas Banguntapan  III Tahun 2018

  1. Strata Posyandu

Wilayah Puskesmas Banguntapan 3 memiliki 33 Posyandu Balita. Purnama Adapun strata posyandu sebagai berikut :

  1. Posyandu Balita

Posyandu Purnama berjumlah 12 Posyandu atau 36.36% dan Strata Mandiri berjumlah 21 Posyandu atau 63.64%.

Grafik 4.9. Diagram Lingkaran Proporsi Posyandu Balita menurut

                 Strata di Desa Banguntapan  Tahun  2018

Sumber: Program Promkes Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

 

  1. Posyandu Lansia

Wilayah Puskesmas Banguntapan 3 memiliki 16 Posyandu Lansia dengan Strata  Pratama berjumlah 4 Posyandu, Strata Madya berjumlah 7 Posyandu dan Strata Purnama berjumlah 5.

Grafik 4.10.       Diagram Lingkaran Proporsi Posyandu Lansia

menurut  Strata di Desa Banguntapan Tahun  2018

Sumber: Program Promkes Puskesmas Banguntapn III Tahun 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dipetik informasi bahwa masih banyak posyandu dengan strata pratama sehingga perlu dilakukan pembinaan terhadap posyandu lansia yang ada. Target yang ingin dicapai adalah bahwa semua posyandu nantinya akan berstatus Mandiri dengan meningkatkan peran serta masyarakat.

  1. KESEHATAN LINGKUNGAN

Jumlah rumah yang dilakukan pemeriksaan kesehatan lingkungannya pada tahun 2018 dilaporkan sebanyak 12.177 (100%) rumah, dimana 61.58% masuk dalam kategori rumah sehat.

Tahun 2018  diadakan pendataan masyarakat air bersih di Desa Banguntapan dan hasilnya adalah jumlah sarana sumur gali terlindung sebanyak 7.464 dengan jumlah penduduk pengguna 37.791 penduduk.

Untuk tempat-tempat umum juga dilakukan pemeriksaan kesehatan lingkungannya, hasil pemeriksaan sebagai berikut: 7 hotel dengan 1 hotel berbintang dan 6 hotel tidak berbintang telah diperiksa hasilnya 1 sehat artinya ada 6 hotel yang belum memenuhi syarat sehat. Institusi pendidikan yang memenuhi syarat yakni SD sebesar 83,3%, SLTP sebesar 75% dan SLTA sebesar 80%.

Untuk TPM (Tempat Pengelolaan Makanan) menurut status higiene sanitasi dari 1990 memenuhi syarat 9 jasa boga, 16 rumah makan, 15 kantin,  13 depot air minum (DAM) dan 54 makanan jajanan sehingga diperoleh 107 TPM memenuhi syarat higiene sanitasi (53,76%).

Dalam rangka upaya pencegahan penyakit yang dibawa nyamuk di Desa Banguntapan dilakukan Gerakan Serentak PSN. Hasil pemeriksaan adalah sebanyak 88,98 % rumah atau bangunan bebas dari jentik nyamuk.  Selanjutnya, distribusi penyebaran ABJ di masing –masing dusun disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.3. Distribusi ABJ per Dusun

Di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Dusun Prosentase ABJ
Karang Bendo 91,02%
Karang Jambe 84,28%
Sorowajan 86,61%
Plumbon 92,77%
Wonocatur 89,65%
Tegaltandan 92,96%
Jomblangan 89,27%
Pelemwulung 92,11%
Jaranan 75,07%
Pringgolayan 85,42%
Modalan 92,34%
Kompleks LANUD 96,25%

 

Sumber : Programer Sanitarian  Puskesmas Banguntapan 3 Tahun 2018

Dari tabel di atas dapat dipetik informasi bahwa belum ada dusun yang bisa memenuhi target ABJ yaitu 95% akan tetapi Kompleks LANUD sudah dapat mencapai diatas target. Artinya ada yang mampu memenuhi target nasional, Propinsi dan kabupaten yaitu Angka Bebas Jentik (ABJ) yang ditetapkan adalah 95%.

Grafik 4.11.  ABJ (Angka Bebas Jentik)

di Desa Banguntapan Tahun  2018

Sumber : Programer Sanitarian  Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

             Informasi yang dapat dipetik dari grafik di atas adalah bahwa terjadi kenaikan ABJ pada Tahun 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan akan tetapi belum bisa mencapai target 95% sesuai target nasional.

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

 

  1. KETENAGAAN

Situasi ketenagaan di Puskesmas Banguntapan III berubah dari tahun ke tahun. Berikut data ketenagaan pegawai di Puskesmas Banguntapan III per 31 Desember 2018.

Tabel 5.1.        Jenis Ketenagaan di Puskesmas Banguntapan III

Tahun 2012 – 2016

No Jenis Ketenagaan Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
1 Kepala Puskesmas 1 1 1 1 1
2 Kepala Tata Usaha 1 1 1 1 1
3 Dokter Umum 2 2 2 2 3
4 Dokter Gigi 1 1 1 1 1
5 Dokter Gigi PTT 0 0 0 0 0
6 Perawat kesehatan 4 4 4 4 4
7 Perawat Gigi 2 2 2 2 2
8 Bidan Puskesmas 5 4 4 5 5
9 Bidan Desa 0 1 1 0 0
10 Bendahara Puskesmas 0 0 0 0 0
11 Petugas Gizi 1 1 1 1 1
12 Petugas Farmasi 1 1 1 1 1
13 Petugas Laboratorium 1 1 1 1 1
14 Petugas Sanitarian 1 1 1 1 1
15 Supir Ambulans 1 1 1 1 0
16 Tenaga Tata Usaha 2 2 2 2 1
17 Jaga Malam (Honorer) 1 1 1 1 1
18 Petugas Kebersihan (Honorer) 1 1 1 1 1
JUMLAH 25 25 25 25 24

Sumber : Bagian Kepegawaian Puskesmas Banguntapan III tahun 2014-2018

 

Informasi yang dapat dipetik dari tabel di atas bahwa ketenagaan di Puskesmas Banguntapan III mengalami penurunan jumlah ketenagaan.

  1. PEMBIAYAAN KESEHATAN DAN KUNJUNGAN PUSKESMAS
  2. Pembiayaan Kesehatan

Tahun 2018 dilaporkan Puskesmas Banguntapan III mempunyai alokasi dana anggaran sebesar Rp 1.529.020.300,00. Dana tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2017. Selengkapnya sumber pembiayaan kesehatan Puskesmas Banguntapan III disajikan dalam diagram lingkaran berikut ini.

Grafik 5.1. Pembiayaan Kesehatan Puskesmas Banguntapan III

Menurut Sumber Dana Tahun 2018

                                                      

Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa sumber anggaran terbesar berasal dari dana kapitasi BPJS sebesar 55,12% total anggaran. Tahun 2018 dilaporkan puskesmas mendapat dana bantuan operasional kesehatan (BOK) sebesar Rp 500.000.000,00 yang digunakan untuk kegiatan promotif maupun preventif  guna tercapainya target SPM (Standar Pelayanan Minimal) di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III dan dana UKM(Upaya Kesehatan Masyarakat) yang berasal dari dana APBD II sebesar Rp40.000.000,00.

  1. Kunjungan Pasien Puskesmas Banguntapan III

Kunjungan Puskesmas Banguntapan III tahun 2016 mengalami penurunan dibanding tahun 2017. Kunjungan pasien dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2016 dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Grafik 5.2. Grafik Kecenderungan Kunjungan Pasien Per Bulan

Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Sumber : Bagian Pendaftaran Pasien tahun 2018

 

Grafik 5.3. Grafik Kecenderungan Jumlah Kunjungan Pasien

Puskesmas Banguntapan III Tahun 2007-2018

Sumber : Bagian Pendaftaran Pasien tahun 2007-2018

 

Grafik 5.4. Komposisi Kunjungan Pasien Tahun 2018

Menurut  Jenis Pembiayaan

 

 Sumber: Bagian Tata Usaha Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

  1. Utilisasi Kesehatan

Tahun 2018 kunjungan penduduk ke Puskesmas sebesar 22.118  kunjungan dari total jumlah penduduk sebesar 44.512 jiwa. Jika dihitung cakupannya sebesar 49,69% atau belum sampai separuh penduduk yang mengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas Banguntapan III. Tidak semua penduduk berkunjung ke Puskemas karena di wilayah Banguntapan banyak sarana kesehatan lain.

Kunjungan peserta BPJS sebesar 10.395  kunjungan dari jumlah peserta 12.124 utilisasinya sebesar 7,14%. Utilisasi peserta BPJS  belum mencapai 10% sehingga belum memenuhi target.

  1. JENIS PELAYANAN PUSKESMAS
  2. Pelayanan Puskesmas Banguntapan III

Puskesmas Banguntapan III merupakan puskesmas rawat jalan atau Non TT yang jenis pelayanannya meliputi :

a. BP. UMUM d. LABORATORIUM
b. BP GIGI e. FARMASI
c. KIA f. GIZI
  1. Program/ Kegiatan Pelayanan Kesehatan

Dalam rangka pemerataan pengembangan dan pembinaan kesehatan masyarakat telah dibangun Pusat Kesehatan Masyarakat atau lazim disebut Puskesmas yang merupakan unit pelaksana tehnis dinas kesehatan kabupaten/kota di bidang pelayanan dasar atau pelayanan tingkat pertama yang berfungsi sebagai :

  • Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
  • Pusat Pemberdayaan Masyarakat
  • Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan yang terdiri dari Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.

Puskesmas Banguntapan III bertanggung jawab atas wilayah kerja yang ditetapkan dalam bentuk kegiatan/program yang terdiri dari :

  1. Upaya Kesehatan Wajib, meliputi :

1)  Upaya Promosi Kesehatan

  • Upaya Kesehatan Lingkungan
  • Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
  • Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
  • Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
  • Upaya Pengobatan
  1. Upaya Kesehatan Pengembangan, meliputi :
    • Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)
    • Upaya Kesehatan Olahraga
    • Upaya Kesehatan Masyarakat (PHN)
    • Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
    • Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut (Kesgilut)
    • Upaya Kesehatan Jiwa (UKJ)
    • Upaya Kesehatan Mata
    • Upaya Kesehatan Usia Lanjut (Usila)
    • Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional (Batra)

Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas dapat bersifat upaya inovasi, yakni upaya lain di luar upaya Puskesmas tersebut di atas yang sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan dan pelaksanaan upaya inovasi ini adalah dalam rangka mempercepat visi-misi  Puskesmas Banguntapan III.

Upaya laboratorium medis dan laboratorium kesehatan masyarakat serta Upaya Pencatatan dan Pelaporan tidak termasuk pilihan karena ketiga upaya ini merupakan pelayanan penunjang dari setiap upaya wajib dan upaya pengembangan Puskesmas. Apabila Perawatan kesehatan masyarakat menjadi masalah yang spesifik di daerah tersebut maka dapat dijadikan sebagai salah satu upaya kesehatan pengembangan. Disamping laborat dan pencatatan & pelaporan, pelayanan penunjang yang lain adalah : Bagian Umum dan Kepegawaian, Kearsipan, SIK dan SP2TP, Inventarisasi Barang, Keuangan, Laboratorium dan Farmasi.

  1. UPAYA KESEHATAN WAJIB
  • Upaya Promosi Kesehatan

Programer Promosi Kesehatan di Puskesmas Banguntapan III dipegang oleh seorang perawat umum. Hal ini dikarenakan belum adanya petugas fungsional Promkes.

Hasil Kegiatan :

  • Pertemuan kader posyandu tiap 1 bulan sekali
  • Pendataan PHBS rumah tangga dan sekolah
  • Pengembangan kawasan “Bebas Asap Rokok”
  • Sosialisasi Kawasan RT Bebas Asap Rokok.
  • Upaya Kesehatan Lingkungan

Hasil Kegiatan Upaya Kesehatan Lingkungan

Tabel di bawah ini adalah hasil kegiatan Upaya Kesehatan Lingkungan Tahun 2018 :

  • Pemantauan rumah sehat dan pembinaan rumah yang belum memenuhi syarat rumah sehat
  • Pemantauan air minum berkualitas (layak) yang dikonsumsi masyarakat
  • Pemantauan kualitas air minum pada penyelenggara air minum
  • Pemantauan terhadap fasilitas sanitasi layak (jamban sehat) di wilayah Desa Banguntapan
  • Menjadi penggerak terlaksananya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
  • Pemantauan Tempat-tempat umum (TTU)
  • Pembinaan dan pemantauan status higiene sanitasi tempat pengolahan makanan (TPM)
  • Upaya Kesehatan Ibu Anak dan Keluarga Berencana
    1. Upaya Kesehatan Ibu Anak

Hasil Kegiatan tahun 2018

Tabel  5.2.  Hasil Kegiatan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak

Tahun 2018

No Jenis Kegiatan Satuan Hasil 2018
1 Jumlah Bumil Kunjungan 582
2 Kunjungan Bumil  (K-1) PWS Kunjungan 582
3 Deteksi Bumil Beresiko PWS Kunjungan 116
4 Neonatus Beresiko (PWS) Kunjungan 79
5 Persalinan oleh Nakes Bulin 567
6 Kematian Bayi Kasus 1
Kematian Neonatus Kasus 5
7 Kematian Balita Kasus 0
8 AKI Kasus 1
9 DTKB BAYI Bayi 823
10 DTKB Balita Balita 1282
11 DTKB APRAS di TK Balita 2266

  Sumber : Data Program KIA Tahun 2018

  1. Upaya Wajib Program Keluarga Berencana

Hasil Kegiatan Program Keluarga Berencana

  • Akseptor KB

Tabel  5.3. Jumlah Peserta KB di Puskesmas Banguntapan III

Tahun 2018

No Jenis Kegiatan Aktif Cakupan %

KB Aktif

1 IUD 2085 44,95%
2 MOP 42 0,91%
3 MOW 351 7,57%
4 Implan 104 2,24%
5 Suntik 1017 21,93%
6 Pil 481 10,37%
7 Kondom 558 12,03%
Jumlah 4.638 100,00%

Sumber :  Program KB  Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

 

Dari data pada table 5.3 dapat dipetik informasi bahwa akseptor KB terbanyak adalah dengan menggunakan IUD disusul penggunaan KB suntik sedangkan metode MOP merupakan metode yang paling sedikit digunakan.

  • Upaya Kesehatan Wajib Bina Gizi Masyarakat

Hasil Kegiatan Upaya Bina Gizi Masyarakat

Tabel  5.4. Hasil Kegiatan Upaya Bina Gizi Masyarakat

Di Puskesmas Bangunpatan III Tahun 2018

 

NO Jenis Kegiatan Hasil Sasaran Cakupan(%)
1 Jumlah Balita 2238 2238 100,00%
2 Jumlah Balita ditimbang 1683 2238 75,20%
3 Jumlah Balita naik berat badannya 985 1494 65,93%
4 Jumlah BGM 9 1683 0,53%
5 Bayi ASI Eksklusif 347 558 62,19%
6 Balita dapat Vit A 2x 2413 2413 100,00%
7 Bumil dapat Fe 496 630 78,73%
8 Prevalensi Bumil KEK 37 490 7,55%
9 Cakupan PMT Bumil KEK 37 37 100,00%
10 Prevalensi anemia BUMIL 79 420 18,81%
11 Cakupan MP ASI Baduta Gakin 32 32 100,00%
12 Desa baik garam beriodium 1 1 100,00%
13 Kadarzi 3625 3798 95,44%
14 Prevalensi BBLR 14 570 2,46%

  Sumber : Program Bina Gizi Masyarakat  Pusk. Banguntapan III Tahun 2018

  • Upaya Pengendalian Penyakit
  1. a) Pengendalian Penyakit Penyakit Menular
  2. i) Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue

Kegiatan Upaya DBD yang telah dilaksanakan di Puskemas antara lain:

  • Gertak PSN
  • Penyelidikan Epidemiologi Penyakit DBD
  • Penyuluhan DBD
  • Abatisasi
  • Surveilans Penyakit DBD
  1. ii) Upaya Pencegahan Penyakit TB

Tujuan

  • Menemukan paien TB BTA positip sesuai target.
  • Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit TB dengan cara memutuskan rantai penularan, sehingga penyakit TB tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat.
  • Angka konversi minimal 80%.
  • Angka kesembuhan minimal 85% dari semua penderita BTA positip yang diobati.

Hasil Kegiatan

Tabel 5.5. Hasil Kegiatan Upaya P2- TB

URAIAN Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Suspek 85 47 63 60 35 61 52 99 123
BTA positip 16 1 4 9 1 13 9 15 10
BTA neg/ Rontgen positip 14 2 3 1 2 1 3

Di Puskesmas Banguntapan III  Tahun 2010 – 2018     

 

 

Sumber : Data Program P2 TB Pusk Banguntapan III Th 2009 – 2018

Informasi yang dapat dipetik dari tabel 5.5 adalah terdapat 123 suspek TB pada tahun 2018. Dari semua suspek yang diperiksa terdapat BTA positip sebanyak 10 orang. Semua sudah ditangani di Puskesmas Banguntapan III.

Indikator Keberhasilan Program P2- TB Penjaringan

Tabel 5.6         Angka Penjaringan Suspek TB

URAIAN TH 2015
Suspek 123
Target Pusk. Banguntapan III 350
Rumus Cakupan Jml suspek/ perkiraan suspek x 100%
Cakupan Pusk. Banguntapan III 35,14%

   

Sumber : Program P2- TB   Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Dari tabel di atas dapat dipetik informasi bahwa Puskesmas Banguntapan III ditargetkan harus menemukan 350 suspek TB akan tetapi hanya 52 suspek ditemukan, sedangkan cakupan penemuan suspek TB masih rendah yaitu 14,86%.

 

iii) Upaya P2- ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)

  Hasil Kegiatan P2 – ISPA

Grafik 5.5. Kasus ISPA di Puskesmas Banguntapan III

Tahun 2008 – 2018

 

Sumber: Program P2 ISPA Puskesmas Banguntapan III Th. 2008-2018

Grafik di atas adalah perbandingan kasus ISPA dari tahun 2008 sampai 2018. Berdasarkan grafik di atas dapat dipetik informasi bahwa kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret sebanyak 369 kasus sedangkan kasus terendah terjadi pada bulan April sebanyak 106 kasus.

  1. Upaya P2- Diare

Hasil Kegiatan Upaya P2- Diare

Grafik 5.6. Kasus Diare di Puskesmas Banguntapan III

Tahun 2018

 

 Sumber: Program P2 – Diare Puskesmas Banguntapan III Th.  2018

Informasi yang dapat dipetik dari grafik di atas adalah bahwa kasus Diare tertinggi terjadi Bulan Januari dan kasus terendah di Bulan November.

  1. Upaya P2 Kusta

Tahun 2016 tidak ditemukan kasus kusta.

  1. vi) Program Imunisasi

Tabel 5.7 Hasil Kegiatan Program Imunisasi  Tahun 2018

No Pelayanan Imunisasi Sasaran Hasil Cakupan
1 Imunisasi DPT II pada bayi 506 496,00 98,02%
2 Drop Out DPT I -Campak 496 1 0,20%
3 Imunisaso HB-I < & hari 506 502 99,21%
4 Imunisasi campak pada bayi 506 495 97,83%
5 Imunisasi DT 672 647 96,28%
6 Imunisasi Campak pada anak kelas I SD 677 645 95,27%
7 Imunisasi Td pada anak SD kelas 2 dan 3 653 627,00 96,02%

Sumber: Program Imunisasi Puskesmas Banguntapan III Th 2018

 

  1. b) Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Tabel 5.7 Hasil Kegiatan Pengukutan Tekanan Darah pada Usia di

atas 15 Tahun pada  Tahun 2018

Bulan Jumlah ditensi Normal Hipertensi
Januari 1.749 1.615 134
Februari 1.432 1.325 107
Maret 1.557 1.463 94
April 1.342 1.256 86
Mei 1.327 1.246 81
Juni 1.049 975 74
Juli 1.554 1.429 125
Agustus 1.333 1.217 116
September 1.485 1.315 170
Oktober 1.510 1.376 134
November 1.417 1.270 147
Desember 1.381 1.216 165
Total 17.136 15.703 1.433

Sumber : Program Penyakit Tidak Menular Puskesmas Banguntapan III

 Tahun 2018

Puskesmas Banguntapan III melaksanakan program Pengendalian Penyakit Tidak Menular dengan kegiatan skreening kesehatan terhadap masyarakat berusia di atas 15 tahun sampai dengan 59 tahun. Skreening kesehatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan :

  • Gula darah
  • Kolesterol
  • Asam Urat
  • Tinggi Badan
  • Berat Badan
  • Tekanan Darah
  • Lingkar perut
  • Skreening faktor resiko

Pada Tahun 2018 telah dilakukan skreening PTM di dalam dan di luar gedung. Kegiatan luar gedung berupa skreening kesehatan pelajar SMP dan SMA di wilayang Desa Banguntapan yang dilaksanakan di Gedung AKAKOM. Skreening PTM juga dilakukan di Dusun Karangbendo, Jomblangan, Pelemwulung dan Wonocatur dengan sasaran masyarakat setempat.

 

 

 

6) Upaya Pengobatan

  1. a) Upaya Pengobatan Rawat Jalan
  2. Visi

Puskesmas dengan kemampuan menangani masalah kesehatan tingkat primer dengan  tepat, cepat dan berkualitas

  1. Misi
  • Penanganan kasus atau permasalahan rawat jalan dengan tepat,cepat dan berkualitas
  • Mencegah timbulnya kelainan permanen pada penderita
  • Optimalisasi peran dan tugas petugas medis, paramedis, petugas penunjang

iii.      Hasil Kegiatan

Selama tahun 2018 sudah dilaksanakan pengobatan tingkat primer baik di dalam gedung maupun luar gedung. Hasil kegiatan ini dapat dilihat pada kunjungan dan Laporan LB Puskesmas.

  1. b) Upaya Pengobatan Gawat Darurat
  2. Visi

Puskesmas dengan kemampuan menangani kasus emergensi  tingkat primer

  1. Misi
  • Penanganan setiap kasus emergensi dengan cepat dan tepat
  • Menyelamatkan nyawa penderita dengan penanganan pra rujukan yang cepat, tepat untuk pasien rujukan

Di Puskesmas Banguntapan III Upaya pengobatan gawat darurat selalu siap menangani. Tapi kejadian gawat darurat tidak terlalu tinggi, ini kemungkinan jika ada kejadian pasien langsung ke rumah sakit karena di wilayah Banguntapan ini dekat dengan banyak sarana kesehatan lain dan lokasi Puskesmas Banguntapan III yang tidak mudah diakses untuk pelayanan gawat darurat.

  1. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
    • Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

Tujuan

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut
  • Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal

Hasil Kegiatan Kesehatan Gigi dan Mulut Tahun 2018

(a) Dalam Gedung

  Berdasarkan kunjungan

Grafik 5.7. Kunjungan Pasien Gigi menurut Jenis Pembiayaan

Di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Sumber : Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Pusk. Banguntapan III Th. 2018

(b) Luar Gedung

Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)

Tabel 5.8 Hasil Kegiatan Upaya Kesehatan Gigi Sekolah

Tahun 2018

JUMLAH SEKOLAH MURID YG DIPERIKSA PERLU PERAWATAN (DIRUJUK) MENDAPAT PERAWATAN SELESAI PERAWATAN
12 1365 189 189 189

Sumber : Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas  Banguntapan III

Tahun 2018

(c) Kegiatan Lintas Program

  • Pemeriksaan Ibu Hamil
  • Pemeriksaan Lansia
  • Screning SMP, SMA (UKS)
  • DTKB Apras
  • Pelayanan Posyandu

 

2)  Upaya Kesehatan Sekolah

Hasil Kegiatan Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

Tabel  5.9. Hasil Kegiatan  Upaya Kesehatan Sekolah Tahun 2018

No Jenis Kegiatan Sat Jumlah
1. Penjaringan Siswa SD Siswa 686
2. Penjaringan Siswa SMP kelas 1 Siswa 318
3. Pembinaan dokter kecil (siswa SD dan SMP) Kali 1
4. Penjaringan Siswa SMA kelas 1 Siswa 213

Sumber : Program Upaya Kesehatan Sekolah Pusk. Banguntapan III  Tahun 2018

 

3) Upaya Kesehatan Usia lanjut

Hasil Kegiatan

  • Pelaporan status kesehatan lansia
  • Pembinaan kelompok lansia
  • Penyuluhan pola hidup sehat bagi lansia

4) Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat ( PHN )

Hasil Kegiatan Upaya PHN Tahun 2018

Tabel  5.9. Hasil Kegiatan  Upaya Perawatan Kesehata Masyarakat Tahun 2018

Bulan KIA GIZI Promkes lainnya Total
Januari 2 2
Februari 2 2
Maret 6 6
April 1 7 8
Mei 1 3 4
Juni 0
Juli 1 1
Agustus 2 2
September 1 2 3
Oktober 19 16 35
November 22 10 32
Desember 1 4 5
Total 41 1 3 55 100

Sumber : Programer Perawatan Kesehatan Masyarakat ( PHN ) Tahun 2018

Kegiatan Upaya PHN yang dilakukan selama tahun 2018 sebanyak 100  kali kunjungan. Pasien yang dikunjungi masih meliputi ibu hamil, neonatus, pasien dengan penyakit kronis (diabetes, hipertensi), TB, Demam Berdarah dan keluarga dengan masalah kesehatan lainnya.

5) Upaya Surveillens

Hasil Kegiatan Upaya Surveillens Tahun 2018

Kegiatan rutin surveilans penyakit di Puskesmas Banguntapan III adalah:

  • Pengumpulan data dan pelaporan W2
  • Pengumpulan, pengolahanm analisis data STP dan pelaporan danta ke kabupaten
  • Pengumpulan data C1 (campak)
  • Validasi data campak, pemeriksaaan kesehatan CJH
  • Pelacakan kasus pasca haji
  • Pelacakan dan pelaporan KLB

6) Upaya Kesehatan Jiwa             

Hasil Kegiatan Upaya Kesehatan Jiwa

  • Pengumpulan laporan pasien jiwa puskesmas tiap bulan. Tahun 2018 dilaporkan ada 48 pasien gangguan jiwa ditemukan serta 36 pasien ditangani (75%) dan terdapat 226 kunjungan pasien jiwa di Puskesmas Banguntapan III.

7) Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

Puskesmas Banguntapan 3 memiliki 2 Pos UKK yaitu Pos UKK Pasar Wonocatur dan Posk UKK Dusun Pringgolayan.  Pelayanan kesehatan di Pos UKK masih dilaksanakan oleh Puskesmas Banguntapan 3 pada tahun 2018 yang dilaksanakan 3 kali dalam satu tahun di masing-masing Pos UKK.

Gambar 5.1. Peta Penyebaran Tempat-tempat Usaha

di Desa Banguntapan

Dari peta di atas dapat dipetik informasi bahwa di Desa Banguntapan banyak terdapat tempat-tempat usaha sehingga berpotensi didirikannya pos UKK di masing-masing tempat kerja.

8) Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional ( Batra )

Hasil Kegiatan

Tahun 2018 Puskesmas Banguntapan III telah membentuk 1 Dusun Sadar TOGA di Dusun Karangjambe. Artinya Puskesmas Banguntapan III telah melakukan pembinaan Asuhan Mandiri (ASMAN) TOGA di wilayah kerjanya. Kelompok ASMAN TOGA terbentuk bernama “Kelompok ASMAN Rukun Bhakti”

  1. UPAYA KESEHATAN PENUNJANG

1) UPAYA LABORATORIUM

Kemampuan Laboratorium Puskesmas Banguntapan III

  • Pemeriksaan Darah

Tabel 5.10. Pemeriksaan Darah

No Jenis Pemeriksaan Metode
1. Hemoglobin Spektrofotometer
2. Lekosit Bilik Hitung
3. Kecepatan Enap Darah Westergreen
4. Hitung Jenis Lekosit Mikroskopis
5. Hematokrit Spektrofotometer
6. Trombosit Tak Langsung (slide)
7. Golongan Darah ABO
8. Cloting Time Lee and White
9. Bleeding Time IVY
10. Malaria Mikroskopis
 
11. NS1 Imunokromatrografi
12. IgM Dengue Imunokromatrografi
13. IgG Dengue Imunokromatrografi
14. IgM Leptospirosis Imunokromatrografi
15. IgG Leptospirosis Imunokromatrografi
16. HBs Ag Imunokromatrografi
17. IgM/IgG Chikungunya Imunokromatrografi
 
18. Glukosa Darah Stik
19. Asam Urat Stik
20. Cholesterol Stik
21. Tryglicerid Stik

 Sumber : Laboratorium Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

 

 

  • Pemeriksaan Urin

Tabel 5.11. Pemeriksaan Urin

No Jenis Pemeriksaan Metode
1. Urin Rutin Stik
2. Sedimen Mikroskopis
3. PP Test Stik

 

Sumber : Laboratorium Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

 

 

 

 

  • Pemeriksaan Faeses

Tabel 5.12. Pemeriksaan Bakteriologi

 

No Jenis Pemeriksaan Metode
1. Faeses rutin Mikroskopis

 

Sumber : Laboratorium Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

  • Pemeriksaan Sputum BTA

Tabel 5.13. Pemeriksaan Sputum BTA

 

No Jenis Pemeriksaan Metode
1. BTA TB Ziehl Nielson
2. BTA Kusta Ziehl Nielson

 

Sumber : Laboratorium Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

Laboratorium TB Puskesmas Banguntapan III di klasifikasikan sebagai Puskesmas Pelaksana Mandiri (PPM),  pembuatan slide sampai pemeriksaan BTA secara mikroskopis dilakukan secara mandiri oleh Laboratorium TB Puskesmas Banguntapan III. Walaupun sebagai Puskesmas Pelaksana Mandiri Labratorium TB Puskesmas Banguntapan III juga mendapat sampiran pemeriksaan slide TB dari Puskesmas Satelit yang masih dalam satu wilayah kecamatan yaitu Puskesmas Banguntapan I dan II.

  • Pemeriksaan Rujukan

Tabel 5.15. Pemeriksaan Rujukan

 

No Jenis Pemeriksaan Tempat Rujukan
1. IgM Campak Balai Lab. Kes. Da
2. IgM Rubela Balai Lab. Kes. Da
3. IgM Chikungunya Balai Lab. Kes. Da
4. Cultur TB MDR Balai Lab. Kes. Da
5. Lain-lain kasus KLB Balai Lab. Kes. Da

 

Sumber : Laboratorium Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

Hasil kegiatan

Tabel 5.16. Hasil Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Sumber : Laboratorium Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Grafik 5.8. Kunjungan Pasien Laboratorium Berdasarkan Jenis Pembiayaan Tahun 2018

Sumber : Laboratorium Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

2) UPAYA KEFARMASIAN

Hasil Kegiatan Upaya Kefarmasian

Pengelolaan obat di Puskesmas Banguntapan III merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi hingga pencatatan dan pelaporan. Setiap bulan  petugas obat melakukan perhitungan jumlah pemakaian obat dalam satu bulan  yang kemudian dituangkan dalam format LPLPO  untuk selanjutnya diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten.

Obat yang diterima dari gudang farmasi  selanjutnya disimpan di gudang obat Puskesmas  dan sebagian didistribusikan  ke ruang obat dan ke pustu dan puskesling. Evaluasi dilakukan secara berkesinambungan dengan melakukan kontrol terhadap catatan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran obat.

Tabel 5.17.  Ketersediaan Obat

di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

NO. PUSKESMAS OBAT

DIBUTUH

KAN

ITEM OBAT TERSEDIA OBAT GENERIK
TERSEDIA
JUM LAH % JUM LAH %
1 3 4 5 6 7 8
1 Banguntapan III 180 175 97,22 170 97,14

  Sumber: Upaya Kefarmasian Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

 

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa belum semua obat yang dibutuhkan telah tersedia dan 97,30% ketersediaan obat generik di Puskesmas banguntapan III. Sedangkan pemakaian obat tertinggi selama tahun 2018 dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel 5.18. 10 Besar Pemakaian Obat Tertinggi

Di Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

No Nama Obat Satuan Pemakaian
1 Parasetamol tablet 500 mg Tablet 45.227
2 Vitamin B kompleks Tablet 23.930
3 Amoksilina kaplet 500 mg Tablet 22.460
4 Tablet Tambah Darah (TTD/Preparat Besi) Kaplet 17.540
5 Klorfeniramine Maleat (CTM) tablet 4 mg Tablet 17.259
6 Amlodipin tablet 5 mg Tablet 15.280
7 Metformin HCl tablet 500 mg Tablet 13.910
8 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg Tablet 11.310
9 Vitamin C (Asam Askorbat) tablet 50 mg Tablet 10.746
10 Captopril tablet 12,5 mg Tablet 10.655

Sumber: Upaya Kefarmasian Puskesmas Banguntapan III Tahun 2018

Dari tabel di atas dapat dipetik informasi bahwa penggunaan obat terbanyak selama tahun 2016 adalah Parasetamol 500 mg sedangkan penggunaan antibiotik Amoksilina 500 mg masih cukup tinggi sehingga diperlukan adanya monitoring penggunaan antibiotik.

Pada tahun 2018 Puskesmas Banguntapan III telah melakukan monitoring penggunaan obat terhadap penggunaan obat rasional. Hasilnya 100% pengobatan yang dilakukan sudah rasional.

3) Sarana Kesehatan

Data fasilitas kesehatan dan pendidikan yang tercover pada pendataan tahun 2018 adalah sbb :

Sarana Kesehatan
Puskesmas Pembantu :    2 buah
Posyandu Balita :  33 buah
Posyandu Usila :  16 buah
Dokter Praktek Swasta :  11 orang
Dokter gigi praktek :   4 orang
Bidan Praktek Swasta :  10 orang
Apotek :   5 buah
Lab Klinik :   2 buah
Forum Kesehatan Desa :   1 buah
Poskokesdes :   1 buah
RSU :   1 buah
Sarana Pendidikan
TK         :  24 Buah
SD         :  12 Buah
SMP         :    3 Buah
SMA         :    3 Buah
SLB         :    1 Buah

Sumber:  Bagian Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Banguntapan III Tahun 2016

BAB VI

KESIMPULAN

 

Berdasarkan data dan informasi hasil pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III tahun 2019 yang dilaporkan, dapat disimpulkan bahwa indikator kesehatan masyarakat di Desa Banguntapan adalah :

  1. Angka Kematian Ibu dilaporkan sebanyak 1 kasus .
  2. Angka kematian bayi dilaporkan sebanyak 6 kasus.
  3. Tidak ada kematian balita dilaporkan.
  4. Angka Kesakitan DBD sebesar 1,15 per 1.000 penduduk.
  5. Angka Kesembuhan TB dilaporkan sebesar 100%.
  6. Angka Kesakitan Diare sebesar 11,110/
  7. Tidak ada Kasus Kusta ditemukan.
  8. Angka Gizi Buruk sebesar 0,46%.
  9. Desa Banguntapan belum bisa mencapai DB4MK Plus.

Dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat di Desa Banguntapan, sudah dilakukan upaya-upaya kesehatan yang hasilnya sebagai berikut :

  1. Persentase cakupan kunjungan ibu hamil K1 : 100%, K4 : 87,62%, Persalinan ditolong tenaga kesehatan : 100%.
  2. Persentase cakupan KB aktif sebesar 80,87%.
  3. Persentase cakupan desa UCI sebesar 100%.
  4. Persentase cakupan imunisasi campak bayi sebesar 97,83%.
  5. Persentase ibu hamil mendapat Fe1 : 90,37% dan Fe3 : 85,22%.
  6. Terjadi 1 KLB yaitu KLB Keracunan Makanan.
  7. Persentase penduduk miskin tercakup Jaminan Kesehatan sebesar 100%.
  8. Persentase rumah tangga ber-PHBS sebesar 52,3%.
  9. Persentase rumah atau bangunan bebas jentik nyamuk Aedes Aegypti sebesar 88,98%.
  10. Besar anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk kegiatan puskesmas sebesar Rp 1.529.020.300, 00.

Berbagai perbaikan untuk mencapai status kesehatan masyarakat telah dilaksanakan, hal ini dapat dilihat dari hasil pencapaian yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bagaimanapun pembangunan kesehatan harus tetap ditingkatkan untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Profil kesehatan ini dilampiri dengan tabel – tabel sesuai pedoman penyusunan profil Kabupaten Bantul dan diterbitkan setiap tahun, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran tentang seberapa jauh dinamika kondisi kesehatan yang telah dicapai.

Semoga buku ini bermanfaat, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan penyusunan profil pada edisi yang akan datang.

BANTULKU SEHAT BANTULKU HEBAT”