Aktivitas Fisik Salah Satu Pilar Utama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar. Pada akhirnya, kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) guna mewujudkan Indonesia sehat. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Dalam kehidupan sehari-hari, praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud Revolusi Mental. GERMAS mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, Mengonsumsi buah dan sayur; dan Memeriksakan kesehatan secara rutin. Melalui artikel ini kami coba mengupas lebih dalam tentang pilar pertama dari GERMAS yaitu aktifitas fisik.

Memahami Lebih Dalam Tentang Aktifitas Fisik
Aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dapat meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi. Ada 3 komponen utama dalam aktifitas fisik yaitu aktifitas/kegiatan sehari-hari, latihan fisik dan olahraga.

Aktifitas/kegiatan Sehari-hari
Dalam kegiatan sehari-hari, setiap orang melakukan berbagai aktifitas fisik, misalnya: membersihkan rumah, mencuci, menyetrika, memasak, berkebun, naik-turun tangga, mencuci mobil, dll. Berbagai aktifitas tersebut akan meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran kalori).

Latihan Fisik
Latihan fisik adalah semua bentuk aktifitas fisik yang dilakukan secara terstruktur dan terencana, dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, misalnya: jalan kaki, jogging, sit-up/push-up, peregangan, senam aerobik, bersepeda dan sebagainya.

Olahraga
Olahraga adalah salah satu bentuk aktifitas fisik yang dilakukan secara terstruktur, terencana dan berkesinambungan dengan mengikuti aturan-aturan tertentu dan bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi. Misalnya: sepakbola, badminton, bola baske, tenis meja, balap sepeda, dan sebagainya.

Kenapa harus berolahraga?
Manfaat olahraga dilihat dari berbagai aspek seperti:

Aspek fisik
Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah
Meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot
Meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis
Meningkatkan kelenturan gerak
Mengurangi risiko terjadinya PTM dan kematian dini akibat PTM, seperti penyakit jantung koroner, stroke dan sebagainya
Aspek Psikologis
Mengurangi stress
Meningkatkan rasa percaya diri
Membangun rasa sportifitas
Aspek sosial, ekonomi dan budaya
Memupuk kesetiakawanan sosial
Mengurangi biaya pengobatan
Meningkatkan pendapatan

Tips Memilih Olahraga
Sebaiknya memilih olahraga sebagai berikut:
Aman, terhindar dari risiko cidera dan gangguan kesehatan lainnya
Mudah, tidak memerlukan keahlian khusus
Murah, tidak memerlukan keahlian khusus
Disukai/disenangi, sesuai dengan minat
Dari kriteria diatas, olahraga yang bermanfaat dan biasa dilakukan antara lain: jalan cepat, jogging/lari, senam, renang, bersepeda, olahraga permainan seperti sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, dll.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan:
Jangan langsung makan kenyang setelah berolahraga
Minumlah secukupnya bila banyak berkeringat dan jangan langsung mandi
Gantilah pakaian olahraga yang digunakan bila terlalu basah
Prinsip Berolahraga
Prinsip utama berolahraga adalah baik, benar, terukur dan teratur.

Baik, dilakukan sejak usia dini hingga usia lanjut

Olahraga dianjurkan minimal 30 menit. Menggunakan perlengkapan olahraga yang sesuai. Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5-10 menit, diikuti dengan pendinginan selama 5 menit.

Benar

Pilihlah olahraga yang digemari, aman, mudah, sesuai dengan kondisi fisik dan pola gerak yang dibakukan.

Terukur

Lakukan pengukuran dengan nadi setiap hari pada akhir latihan dengan tujuan menilai apakah target denyut nadi tercapai atau tidak. Target latihan terhadap denyut jantung:

75-85% dari nilai maksimum denyut jantung (MDJ)
Maksimum denyut jantung (MDJ) yang diukur berasal dari hasil angka 220 dikurangi dengan nilai umur
MDJ = 220 – Umur (dalam Tahun)

Teratur

Untuk mencapai hasil optimal, olahraga perlu dilakukan minimal 3 kali seminggu.

Persiapan Sebelum Olahraga
Pilih kegiatan olahraga yang nyaman dan disenangi.
Sebaiknya sebelum melakukan olahraga, lakukan pemeriksaan pendahuluan untuk menentukan dosis yang aman dan jenis olahraga yang cocok.
Sebaiknya gunakan pakaian dan sepatu olahraga yang sesuai dan nyaman.
Jangan lakukan olahraga setelah makan kenyang, sebaiknya tunggu hingga kurang lebih 2 jam
Minum minuman yang sejuk dan sedikit manis.
Olahraga dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut dengan memperhatikan prinsip olahraga
Olahraga hendaknya dilakukan secara bervariasi, berganti-ganti jenisnya supaya tidak monoton dan membosankan.

Kondisi yang Tidak Dianjurkan Untuk Olahraga
Bila sedang demam atau sakit
Untuk olahraga jalan bila terdapat varises pada kaki dan nyeri sendi terutama pada lutut
Penyakit-penyakit seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, kencing manis yang tidak terkontrol, kelainan katup jantung, dehidrasi (hilangnya terlalu banyak cairan tubuh)
Dapat menciderai tubuh sendiri bila menggunakan sepatu/alat olahraga yang salah
Kondisi tubuh yang mengalami kelelelahan.
Pembakaran Kalori Beberapa Jenis Olahraga

Apa yang Dilakukan Jika Terjadi Cedera Olahraga?
Hentikan segera kegiatan olahraga
Lakukan prinsip P3K
Bila perlu lakukan prinsip RICE (Rest, Ice, Compression dan Elevation)
Rest : Segera istirahatkan bagian yang cedera
Ice : Lakukan kompres dingin pada bagian tubuh yang cidera
Compression : Balut tekan pada daerah yang cedera menggunakan bandage
Elevation : Dilakukan dengan meninggalkan bagian cedera.

Sumber Bacaan:
Buku Pintar Posbindu PTM Seri 4 Upaya Pengendalian Faktor Risiko PTM. Kemenkes RI.

GEBYAR SEMANGAT RT 06 DUSUN KURAHAN BANTUL DEKLARASIKAN KASEBAR (KAWASAN SEHAT BEBAS ASAP ROKOK)

Pada hari Rabu, 06 Desember 2017 RT 06 Dusun Kurahan Bantul resmi mendeklarasikan KASEBAR (Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok) dengan penuh semangat dan komitmen bersama. Deklarasi ini merupakan progam inovasi yang diusung Puskesmas Bantul II yakni RT KASEBAR dengan kerjasama lintas sektor terkait Desa Bantul. Pembentukan RT KASEBAR sebagai RT percontohan ini merupakan penerapan Peraturan Bupati Bantul nomor 18 tahun 2016 tentang Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok.

Acara deklarasi RT KASEBAR didahului dengan sosialisasi oleh Kepala Puskesmas Bantul II Ibu Sri Rejeki Arum Wahyuni, SKM.,MM. mengenai latar belakang mengapa RT 06 dipilih menjadi RT KASEBAR dan sosialisasi Bahaya Asap Rokok oleh Ibu Titi Wijayaningsih,AMK,S.Pd. Berdasarkan hasil pendataan PHBS di wilayah Puskesmas Bantul II pada tahun 2017, Dusun Kurahan memiliki nilai PHBS tertinggi yaitu 84,06% masyarakat yang ber-PHBS. Sedangkan angka indikator PHBS tidak merokok di dalam rumah 85,99%. Bapak H. Susilo Marwoto selaku Ketua RT 06 mengungkapkan bahwa dari 33 Kepala Keluarga (KK) terdapat hanya sekitar 5 orang KK yang merokok. Hal tersebut berarti dukungan dari masyarakat sudah cukup tinggi untuk berkomitmen menjadikan RT KASEBAR.

Dalam Peratuan Bupati Bantul Nomor 18 tahun 2016 tentang Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok terdapat 9 kawasan sehat yang diharapkan bebas asap rokok meliputi rumah, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat pertemuan. Selanjutnya, komitmen dari RT 06 Kurahan menekankan untuk:
1. Tidak merokok di dalam rumah.
2. Tidak merokok atau menyediakan rokok dalam acara atau forum-forum kegiatan kemasyarakatan di tingkat RT.
3. Tidak merokok di tempat-tempat umum terutama di ruang pertemuan, fasilitas kesehatan, tempat pendidikan dan tempat kerja.
4. Bersedia saling mengingatkan apabila ada masyarakat yang sekiranya belum patuh terhadap deklarasi Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok ini.

Acara yang berlangsung pada pukul 19.30 sampai 22.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Desa Bantul, Babhinkamtibmas Desa Bantul, Babhinsa Bantul, Dukuh Kurahan, Bapak-Bapak Ketua RT Dusun Kurahan, Tokoh Masyarakat, kader PHBS, karang taruna dan masyarakat RT 06 Dusun Kurahan. Pada dasarnya peraturan tersebut tidak untuk melarang tetapi menempatkan perokok agar asapnya tidak mengenai perokok pasif sehingga masyarakat dapat ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta mendukung GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

1000 Orang Ikut Merayakan HKN Ke-53 di Halaman Depan Dinkes Bantul

Jumat Pagi (10/11), sebanyak 1000 orang mengikuti senam bersama di Halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan Drs Hilmi Jauharis, M.M dan dihadiri oleh Seluruh Kepala Puseksmas di Kabupaten Bantul, Perwakilan RS se-Kabupaten Bantul, Perwakilan Organisasi Profesi di bidang Kesehatan, Perwakilan OPD di Kabupaten Bantul, serta yang terpenting adalah seluruh Kader Kesehatan di Kabupaten Bantul.

“Germas harus dimaknai secara luas, seiring dengan program nasional Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga melalui Germas menjadi upaya bersama membangun masyarakat yang sehat guna meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Bapak Hilmi.

drg. Maya Sintowati Pandji, MM mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai macam kegiatan bersama dengan masyarakat menyambut peringatan HKN.

“Kami adakan puncak peringatan pada hari ini Jumat 10 November bersamaan dengan peringatan hari pahlawan guna mengingat jasa-jasa pahlawan termasuk mereka yang gugur dalam berjuang di bidang kesehatan,” ujar drg Maya, usai kegiatan peringatan HKN.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat saat ditemui mengungkapkan kegiatan peringatan HKN ini bukan milik Dinkes sendiri, namun seluruh masyarakat Kabupaten Bantul. Sehingga dalam penyelenggaran Dinkes mengajak seluruk organisasi Kesehatan yang ada di Kabupaten Bantul, OPD, Teman-teman Puskesmas serta Kader Kesehatan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sri Sudewi, ST, MPH Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes)

“karena ini kegiatan bersama dengan masyarakat jadi kami mengajak organisasi profesi dan beberapa rumah sakit untuk membuka stand, selain itu juga ada UMKM di Kabupaten Bantul,” ungkap Dewi.

Beberapa Organisasi Profesi yang ikut meriahkan acara ini antara lain Persagi (Persatuan Ahli Gizi cabang Bantul), Fisioterapi cabang Bantul, Persatuan Tenaga Ahli Medik (Patelki)Cabang Bantul. Mereka memberikan layanan pemeriksaan dan konsultasi gratis bagi para peserta. Sedangkan Rumah Sakit yang ikut berkontribusi adalah RS Respira Kabupaten Bantul dan RS Nur Hidayah.

Selain senam bersama, cek kesehatan gratis ada juga Talkshow Kesehatan dengan Dr. M. Hamid Anwar, M.Phil dan kegiatan ditutup dengan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sebarangan (BABS), Deklarasi Germas serta pengumuman Lomba Cipta Ice Breaking se Kabupaten Bantul.

Sumber: http://dinkes.bantulkab.go.id/berita/634-1000-orang-ikut-merayakan-hkn-ke-53-di-halaman-depan-dinkes-bantul

Manfaatkan Bulan Imunisasi Campak dan Rubella, Agustus-September 2017

Pada bulan September 2017, Puskesmas Bantul II meneruskan kegiatan imunisasi di Posyandu dan Puskesmas untuk bayi berusia 9 bulan ke atas, anak-anak yang belum bersekolah, juga anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam hal kesehatan, pada bulan Agustus lalu kegiatan kampanye imunisasi campak dan rubella (Measles Rubella/ MR) sudah berlangsung yang ditujukan untuk anak-anak usia sekolah maksimal 15 tahun, diadakan di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat) dan diberikan gratis. Mari masyarakat wilayah Puskesmas Bantul II mendatangi posyandu di masing-masing dusun untuk mendapatkan layanan imunisasi MR sesuai jadwal (di bawah ini). Jangan lewatkan kesempatan emas ini!

Apa dan Bagaimanakah Measles dan Rubella itu?
Campak (Measles) dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Sebagaimana kebanyakan penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus, hal ini tidak ada obatnya. Walaupun begitu, penyakit ini bisa dicegah, atau setidaknya dikurangi dampak bahayanya bila anak-anak yang rentan terinfeksi tersebut mendapatkan imunisasi MR.
Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, bahkan sampai kematian. Gejalanya bisa mulai dari demam, ruam, batuk dan pilek, juga mata merah dan berair.
Sedangkan Rubella pada anak-anak biasanya seakan muncul sebagai penyakit ringan, anak-anak mungkin segera merasa baik kembali. Nah, bahayanya jika penyakit ini menulari ibu hamil pada usia kandungan trimester pertama atau awal kehamilan, karena kalau sampai janinnya terinfeksi, maka kemungkinan Si ibu akan mengalami keguguran. Bila bayi tetap lahir kemudian, maka kemungkian besar bayi tersebut mengalami kecacatan sejak dilahirkan. Inilah yang disebut sebagai Sindroma Rubella Kongenital. Perkembangan selanjutnya dapat berdampak pada perkembangan bayi, antara lain adalah risiko menderita kelainan pada jantung, kebutaan, atau cacat penglihatan, pendengaran, dan terhambatnya perkembangan anak dalam tingkat yang berat, juga bisa mengakibatkan kematian.
Dengan fakta itu, maka imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit MR ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus, dan inilah yang menjadi peralihan dari vaksin sebelumnya, yaitu MMR (Mumps, Measles, dan Rubella).
Sumber: Kementerian Kesehatan RI

Imunisasi Measles Rubella Lindungi Anak Kita

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil terutama pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

“Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah dengan Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus,” ujar Kepala Seksi Vaksin dan Imunisasi.

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Oleh karena itu mulai Agustus mendatang, Kementerian Kesehatan RI akan melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) massal untuk melindungi anak-anak dari ancaman campak dan rubella.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pram mengatakan imunisasi MR akan diberikan kepada anak-anak berusia sembilan bulan hingga kurang dari 16 tahun (15 tahun plus). Vaksin MR ini akan diberikan kepada semua anak, termasuk anak yang sudah pernah mendapat vaksin campak.

“(Vaksin MR) diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya,” terang Pram dalam sosialisasi Kampanye Imunisasi MR di gedung pertemuan Rumah Sakit Griya Mahardika, Senin (24/7).

Pemberian vaksin MR pada anak yang sudah pernah diimunisasi campak justru akan memberikan keuntungan bagi anak tersebut. Dengan mendapatkan imunisasi MR lagi, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk memperkuat efek perlindungan dari vaksin untuk penyakit campak dan juga rubella. Kekebalan yang diberikan oleh vaksin ini akan bertahan seumur hidup.

“Ini kesempatan, siapa tahu imunisasi sebelumnya tidak efektif. Bisa imunisasi lagi (melalui kampanye imunisasi MR),” tambahnya

Sebagai bagian dari Program Imunisasi Nasional, pemberian vaksin MR ini bersifat wajib seperti diamanatkan oleh UUD 1945 dan juga UU Perlindungan Anak dan UU Kesehatan Nomor 36. Oleh karena itu, Dinkes mengimbau agar orangtua dan guru untuk memberikan akses kepada anak untuk mendapatkan imunisasi.

“Imunisasi ini hak anak. Orang tua punya kewajiban untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi,” sambung Subuh.

Vaksin MR terbukti aman dan halal. Vaksib MR juga diketahui 95 persen efektif dalam mencegah penyakit campak dan juga rubella.

Vaksin MR akan diberikan secara gratis melalui Kampanye Imunisasi MR yang akan dilakukan dalam dua fase. Fase pertama akan dilakukan pada Agustus-September 2017 dengan menyasar anak-anak sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP di Pulau Jawa. Sedangkan fase kedua akan dilakukan pada Bulan September untuk anak-anak belum/tidak sekolah.

Sumber: http://dinkes.bantulkab.go.id/berita/572-imunisasi-measles-rubella-lindungi-anak-kita

Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas Bantul II

Puskesmas Bantul II menyelenggarakan Lokakarya Mini dan Pertemuan Lintas Sektor pada hari Selasa, 11 Juli 2017. Kegiatan ini dimulai pukul 12.45 WIB di Aula Puskesmas Bantul II dihadiri oleh lintas sektor yaitu Dinas Kesehatan, Polsek Bantul, Koramil, TP PKK, KUA, Kecamatan Bantul, Desa Bantul, Desa Ringinharjo, Desa Sabdodadi, dan karyawan/karyawati Puskesmas Bantul II.
Sambutan dari Ibu Karjiyem, S.SIT., M.Kes. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa lokakarya mini tribulanan ini untuk membahas permasalahan yang ada di Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) atau Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan lintas sektor serta masukan dalam rangka meningkatkan pelayanan. Pesan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) ada 5 juga disampaikan yakni CERDIK: Cek kesehatan secara rutin; Enyahkan asap rokok; Rajin aktivitas fisik; Diet seimbang; Istirahat cukup; dan Kelola stress.
Ibu Kepala Puskesmas Bantul II Sri Rejeki Arum Wahyuni, S.KM., MM. mengutarakan bahwa lokmin linsek ini dilakukan empat kali dalam setahun. Kemudian dilanjutkan penyampaian visi, misi, tata nilai, motto, jenis layanan puskesmas serta evaluasi kegiatan bulan April-Juni 2017. Setelah pemaparan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab beserta masukan-masukan dari lintas sektor. Dari peserta yang hadir, 29 peserta baik dari lintas sektor dan lintas program paham mengenai peran masing-masing dalam rangka mendukung capaian program puskesmas. Masing-masing pemegang program berkomitmen untuk melaksanakan tugas yang menjadi tanggungjawabnya sesuai RPK demi terwujudnya visi dan misi Puskesmas Bantul II.

TK Al Azhar 38 Bantul maju Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional


Selasa, 18 April 2017 diadakan penilaian Lomba Sekolah Sehat oleh tim yuri LSS yang bertempat di TK Al Azhar 38 Bantul pada pukul 08.00 WIB. Hadir dalam acara ini Bupati Bantul Drs. H. Suharsono didampingi Ibu Hj. Erna Suharsono, Tim Pembina UKS Provinsi DIY, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekda Kabupaten Bantul, Pimpinan SKPD terkait se-Kabupaten Bantul, Tim Pembina UKS Kabupaten Bantul, Kepala Sekolah, Dewan Sekolah, serta Tamu Undangan.
Sebanyak 8 tim Yuri LSS Nasional yang dipimpin oleh Dr. Ni Made Diah PLD dari unit kerja Kemenkes melakukan penilaian di TK Al Azhar 38 Bantul didampingi oleh anggota tim yuri yang terdiri dari unit kerja Kemendikbud, Kemenkes, dan Kemenag.
Bupati Bantul Drs. H. Suharsono yang pada acara ini menyambut tim yuri LSS mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu tim yuri LSS Tingkat Nasional di Bantul dengan harapan dapat memberikan kesan yang baik dan membuahkan hasil yang terbaik serta bisa menjadi sebuah dukungan terhadap usaha-usaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya menjaga kesehatan di lingkungan sekolah.
“Saya yakin pola hidup sehat di TK Al Azhar 38 Bantul ini bukan semata hanya karena adanya lomba ini, akan tetapi memang sudah menjadi karakter seluruh warga TK Al Azhar 38 Bantul. Disini trias UKS bukan cuma monumen, akan tetapi benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku setiap anggota warga sekolah TK Al Azhar 38 Bantul.” Ungkap Bupati.
Sementara itu, Ketua tim yuri Dr. Ni Made Diah PLD dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena sudah menerima tim yuri melakukan penilaian LSS Tingkat Nasional di Kabupaten Bantul. Dalam LSS Tingkat Nasional di tahun 2017 ini Jogja menjadi salah satu peserta dari total 25 Provinsi di seluruh Indonesia.
“Kami sudah menyiapkan kuesioner baku dari pusat, lalu akan kami lakukan penilaian berdasarkan kuesioner tersebut. Pertama, kuesioner untuk menilai dukungan tim pembina UKS, baik provinsi, kota/kabupaten dan kecamatan. Kedua, kuesioner untuk melihat sarana dan prasarana dari masing2 sekolah, apakah mendukung hidup bersih dan sehat. Serta yang terakhir kuesioner untuk menilai Kepala Sekolah yang brsangkutan apakah memberikan dukungan kepada pelaksanakaan UKS ini. Nantinya pemenang akan ditentukan menjadi 2 kategori, yaitu kinerja terbaik dan pencapaian terbaik.” Tambah Dr. Ni Made dalam sambutannya.
Disisi lain Kepala TK Al Azhar 38 Bantul, Surifah S. Si dalam paparannya mengatakan visi dari sekolah ini adalah untuk mewujudkan sekolah yang mandiri, berkulitas islam dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif dan terampil. Untuk program-program yang ada di sekolah ini mengacu pada trias UKS, diantaranya adalah pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala, kegiatan P3K yang dilakukan oleh murid dan petugas UKS, pemeriksaan kebersihan gigi, kuku, rambut dan telinga yang dilakukan setiap seminggu sekali, kegiatan menyiram dan menanam tanaman, pemeriksaan kebersihan toilet yang dilakukan oleh anak serta didampingi oleh petugas UKS, serta kegiatan kerja bakti yang dilakukan seluruh warga sekolah.
Acara ditutup dengan evaluasi dan penilaian oleh tim yuri yang didampingi oleh guru dari TK Al Azhar 38 Bantul.

https://www.bantulkab.go.id/berita/2919.html

Kawasan Tanpa Rokok

Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Kabupaten Bantul sendiri sudah mengeluarkan Peraturan Bupati Bantul Nomor 18 tahun 2016 tentang Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok. Terdapat 9 kawasan sehat yang diharapkan bebas asap rokok meliputi rumah, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat pertemuan di mana dalam pelaksanaannya diperlukan dukungan dari pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat.
Puskesmas Bantul II pada tanggal 19-21 April 2016 menyelenggarakan penyuluhan mengenai bahaya merokok dan Kawasan Tanpa Rokok dengan sasaran anggota masyarakat Desa Bantul, Ringinharjo, dan Sabdodadi. Mengingat bahaya asap rokok bagi ibu hamil dan janin salah satunya karbon monoksida dalam asap rokok dapat menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi pd janin di dalam kandungan. Selain itu keterbatasan oksigen dari paparan nikotin bisa memperlambat nafas bayi serta membuat jantung bayi berdenyut lebih cepat. Untuk itu Kawasan Tanpa Rokok atau yang lebih populer KSBAR (Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok) di Bantul diharapkan mendapat dukungan dan kerjasama dari anggota masyarakat.