Imunisasi Measles Rubella Lindungi Anak Kita

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil terutama pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

“Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah dengan Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus,” ujar Kepala Seksi Vaksin dan Imunisasi.

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Oleh karena itu mulai Agustus mendatang, Kementerian Kesehatan RI akan melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) massal untuk melindungi anak-anak dari ancaman campak dan rubella.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pram mengatakan imunisasi MR akan diberikan kepada anak-anak berusia sembilan bulan hingga kurang dari 16 tahun (15 tahun plus). Vaksin MR ini akan diberikan kepada semua anak, termasuk anak yang sudah pernah mendapat vaksin campak.

“(Vaksin MR) diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya,” terang Pram dalam sosialisasi Kampanye Imunisasi MR di gedung pertemuan Rumah Sakit Griya Mahardika, Senin (24/7).

Pemberian vaksin MR pada anak yang sudah pernah diimunisasi campak justru akan memberikan keuntungan bagi anak tersebut. Dengan mendapatkan imunisasi MR lagi, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk memperkuat efek perlindungan dari vaksin untuk penyakit campak dan juga rubella. Kekebalan yang diberikan oleh vaksin ini akan bertahan seumur hidup.

“Ini kesempatan, siapa tahu imunisasi sebelumnya tidak efektif. Bisa imunisasi lagi (melalui kampanye imunisasi MR),” tambahnya

Sebagai bagian dari Program Imunisasi Nasional, pemberian vaksin MR ini bersifat wajib seperti diamanatkan oleh UUD 1945 dan juga UU Perlindungan Anak dan UU Kesehatan Nomor 36. Oleh karena itu, Dinkes mengimbau agar orangtua dan guru untuk memberikan akses kepada anak untuk mendapatkan imunisasi.

“Imunisasi ini hak anak. Orang tua punya kewajiban untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi,” sambung Subuh.

Vaksin MR terbukti aman dan halal. Vaksib MR juga diketahui 95 persen efektif dalam mencegah penyakit campak dan juga rubella.

Vaksin MR akan diberikan secara gratis melalui Kampanye Imunisasi MR yang akan dilakukan dalam dua fase. Fase pertama akan dilakukan pada Agustus-September 2017 dengan menyasar anak-anak sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP di Pulau Jawa. Sedangkan fase kedua akan dilakukan pada Bulan September untuk anak-anak belum/tidak sekolah.

Sumber: http://dinkes.bantulkab.go.id/berita/572-imunisasi-measles-rubella-lindungi-anak-kita

Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas Bantul II

Puskesmas Bantul II menyelenggarakan Lokakarya Mini dan Pertemuan Lintas Sektor pada hari Selasa, 11 Juli 2017. Kegiatan ini dimulai pukul 12.45 WIB di Aula Puskesmas Bantul II dihadiri oleh lintas sektor yaitu Dinas Kesehatan, Polsek Bantul, Koramil, TP PKK, KUA, Kecamatan Bantul, Desa Bantul, Desa Ringinharjo, Desa Sabdodadi, dan karyawan/karyawati Puskesmas Bantul II.
Sambutan dari Ibu Karjiyem, S.SIT., M.Kes. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa lokakarya mini tribulanan ini untuk membahas permasalahan yang ada di Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) atau Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan lintas sektor serta masukan dalam rangka meningkatkan pelayanan. Pesan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) ada 5 juga disampaikan yakni CERDIK: Cek kesehatan secara rutin; Enyahkan asap rokok; Rajin aktivitas fisik; Diet seimbang; Istirahat cukup; dan Kelola stress.
Ibu Kepala Puskesmas Bantul II Sri Rejeki Arum Wahyuni, S.KM., MM. mengutarakan bahwa lokmin linsek ini dilakukan empat kali dalam setahun. Kemudian dilanjutkan penyampaian visi, misi, tata nilai, motto, jenis layanan puskesmas serta evaluasi kegiatan bulan April-Juni 2017. Setelah pemaparan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab beserta masukan-masukan dari lintas sektor. Dari peserta yang hadir, 29 peserta baik dari lintas sektor dan lintas program paham mengenai peran masing-masing dalam rangka mendukung capaian program puskesmas. Masing-masing pemegang program berkomitmen untuk melaksanakan tugas yang menjadi tanggungjawabnya sesuai RPK demi terwujudnya visi dan misi Puskesmas Bantul II.

TK Al Azhar 38 Bantul maju Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional


Selasa, 18 April 2017 diadakan penilaian Lomba Sekolah Sehat oleh tim yuri LSS yang bertempat di TK Al Azhar 38 Bantul pada pukul 08.00 WIB. Hadir dalam acara ini Bupati Bantul Drs. H. Suharsono didampingi Ibu Hj. Erna Suharsono, Tim Pembina UKS Provinsi DIY, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekda Kabupaten Bantul, Pimpinan SKPD terkait se-Kabupaten Bantul, Tim Pembina UKS Kabupaten Bantul, Kepala Sekolah, Dewan Sekolah, serta Tamu Undangan.
Sebanyak 8 tim Yuri LSS Nasional yang dipimpin oleh Dr. Ni Made Diah PLD dari unit kerja Kemenkes melakukan penilaian di TK Al Azhar 38 Bantul didampingi oleh anggota tim yuri yang terdiri dari unit kerja Kemendikbud, Kemenkes, dan Kemenag.
Bupati Bantul Drs. H. Suharsono yang pada acara ini menyambut tim yuri LSS mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu tim yuri LSS Tingkat Nasional di Bantul dengan harapan dapat memberikan kesan yang baik dan membuahkan hasil yang terbaik serta bisa menjadi sebuah dukungan terhadap usaha-usaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya menjaga kesehatan di lingkungan sekolah.
“Saya yakin pola hidup sehat di TK Al Azhar 38 Bantul ini bukan semata hanya karena adanya lomba ini, akan tetapi memang sudah menjadi karakter seluruh warga TK Al Azhar 38 Bantul. Disini trias UKS bukan cuma monumen, akan tetapi benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku setiap anggota warga sekolah TK Al Azhar 38 Bantul.” Ungkap Bupati.
Sementara itu, Ketua tim yuri Dr. Ni Made Diah PLD dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena sudah menerima tim yuri melakukan penilaian LSS Tingkat Nasional di Kabupaten Bantul. Dalam LSS Tingkat Nasional di tahun 2017 ini Jogja menjadi salah satu peserta dari total 25 Provinsi di seluruh Indonesia.
“Kami sudah menyiapkan kuesioner baku dari pusat, lalu akan kami lakukan penilaian berdasarkan kuesioner tersebut. Pertama, kuesioner untuk menilai dukungan tim pembina UKS, baik provinsi, kota/kabupaten dan kecamatan. Kedua, kuesioner untuk melihat sarana dan prasarana dari masing2 sekolah, apakah mendukung hidup bersih dan sehat. Serta yang terakhir kuesioner untuk menilai Kepala Sekolah yang brsangkutan apakah memberikan dukungan kepada pelaksanakaan UKS ini. Nantinya pemenang akan ditentukan menjadi 2 kategori, yaitu kinerja terbaik dan pencapaian terbaik.” Tambah Dr. Ni Made dalam sambutannya.
Disisi lain Kepala TK Al Azhar 38 Bantul, Surifah S. Si dalam paparannya mengatakan visi dari sekolah ini adalah untuk mewujudkan sekolah yang mandiri, berkulitas islam dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif dan terampil. Untuk program-program yang ada di sekolah ini mengacu pada trias UKS, diantaranya adalah pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala, kegiatan P3K yang dilakukan oleh murid dan petugas UKS, pemeriksaan kebersihan gigi, kuku, rambut dan telinga yang dilakukan setiap seminggu sekali, kegiatan menyiram dan menanam tanaman, pemeriksaan kebersihan toilet yang dilakukan oleh anak serta didampingi oleh petugas UKS, serta kegiatan kerja bakti yang dilakukan seluruh warga sekolah.
Acara ditutup dengan evaluasi dan penilaian oleh tim yuri yang didampingi oleh guru dari TK Al Azhar 38 Bantul.

https://www.bantulkab.go.id/berita/2919.html

Kawasan Tanpa Rokok

Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Kabupaten Bantul sendiri sudah mengeluarkan Peraturan Bupati Bantul Nomor 18 tahun 2016 tentang Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok. Terdapat 9 kawasan sehat yang diharapkan bebas asap rokok meliputi rumah, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat pertemuan di mana dalam pelaksanaannya diperlukan dukungan dari pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat.
Puskesmas Bantul II pada tanggal 19-21 April 2016 menyelenggarakan penyuluhan mengenai bahaya merokok dan Kawasan Tanpa Rokok dengan sasaran anggota masyarakat Desa Bantul, Ringinharjo, dan Sabdodadi. Mengingat bahaya asap rokok bagi ibu hamil dan janin salah satunya karbon monoksida dalam asap rokok dapat menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi pd janin di dalam kandungan. Selain itu keterbatasan oksigen dari paparan nikotin bisa memperlambat nafas bayi serta membuat jantung bayi berdenyut lebih cepat. Untuk itu Kawasan Tanpa Rokok atau yang lebih populer KSBAR (Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok) di Bantul diharapkan mendapat dukungan dan kerjasama dari anggota masyarakat.

tips

 

Beberapa Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Beberapa Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan MulutBeberapa Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut – Mungkin banyak diantara teman – teman yang merasakan tidak enaknya sakit gigi.Seperti kata lagu,lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi.Nah,daripada teman – teman merasakan yang namanya sakit gigi dan bau mulu,saya ingin membagikan bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut.

Gigi Dan Mulut sebenarnya gampang – gampang susah,Pada artikel tersebut saya telah menyebutkan,mencegah lebih baik daripada mengobati.Jadi,ada baiknya kita mencegah sakit gigi daripada mengobati sakit gigi.

Nah,sekarang mari kita lihat bagaimana Gigi Dan Mulut.

Cara Dan Mulut

Pertama, biasakan diri untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur di malam hari. Ketika tidur, mulut tertutup dan menyebabkan air liur tidak bersirkulasi, bakteri akan berkembang biak dua kali lipat lebih banyak. Bakteri yang semakin banyak akan merusak gigi dan gusi. Oleh karena itu, sikat gigi sebelum tidur sangat penting untuk menghindari terjadinya gangguan gigi dan gusi yang lebih buruk.

Kedua, sebaiknya segera menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan yang manis dan lengket. Sisa makanan manis yang tidak segera dibersihkan menjadi penyebab utama terjadinya gigi berlubang. Begitu pula makanan yang lengket, makanan ini harus segera dibersihkan agar tidak tertimbun dan semakin sulit dibersihkan nantinya.