Sejarah

Puskesmas Bantul II berdiri sejak tahun 1992. Dulunya merupakan Puskesmas Pembantu (Pustu) Bantul karena Kecamatan Bantul hanya memiliki satu puskesmas yang induknya terletak di Desa Palbapang Bantul. Kecamatan Bantul memiliki lima desa, pada saat itu Pustu Bantul lokasinya di Dusun Geblag Bantul dengan luas bangunan hanya 80 m2. Saat itu karena hanya puskesmas pembantu, maka pustu tersebut cukup untuk melayani pasien di sekitar wilayah Dusun Geblag.
Seiring perkembangan waktu, pustu tersebut menjadi Puskesmas Bantul II karena jumlah pasien semakin hari semakin bertambah dan untuk pelayanan terlalu sempit. Kemudian ada renovasi atau pelebaran bangunan pada tahun 1994 dari 80 m2 menjadi 150m2, itupun dirasa masih kurang cukup sehingga pada tahun 2007 direnovasi lagi luas bangunannya menjadi 360m2. Setelah renovasi, karena bertambahnya karyawan dan luas bangunan belum mencukupi maka pada tahun 2014 direnovasi sehingga luas bangunannya menjadi 450m2.
Perlu diketahui bahwa luas tanah Puskesmas Bantul II kurang lebih 600m2. Kemudian renovasi selanjutnya pada tahun 2015, pelebaran luas bangunan menjadi 500m2, sedangkan jumlah penduduknya kurang lebih 32.000 jiwa. Puskesmas Bantul II membawahi 3 desa yaitu Desa Bantul, Ringinharjo, dan Sabdodadi. Saat ini Puskesmas Bantul II sudah memiliki 25 ruangan termasuk gudang dan garasi.
Adapun nama-nama yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas dari tahun 1992 yaitu dr. Hani Mustikawati, kemudian yang kedua yaitu dr. Novia Primulyani (1993-1998), yang ketiga drg. Dewi Marhaeni (1999-2003), yang keempat dr. Hassanuddin (2004), yang kelima drg. Kusparmadi (2005-2008), yang keenam drg. Yeni Kusumawati (2009-2012), lalu drg. Tutik Waluyaningsih (2012-2016), dan mulai Januari 2017 Kepala Puskesmas Bantul II adalah Ibu Sri Rejeki Arum Wahyuni, S.KM., M.M.


Foto Puskesmas Bantul II sebelum direnovasi.


Foto Puskesmas Bantul II setelah direnovasi.