Diklat Excellent Service

       Pemerintah Kabupaten Bantul dalam RPJMD tahun 2011-2015 telah meletakan dasar bagi rencana umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan VisiBantul Projotamansari Sejahtera, Demokratis dan Agamis salah satunya dengan meletakan MisiMeningkatkan kapasitas pemerintah daerah menuju tata kelola pemerintahan yang empatik” pada point pertama. Continue reading

Selamat jalan Pak Maryo..RIP

Senin, 8 April 2013 Keluarga Besar Puskesmas Dlingo II memperoleh berita mengejutkan dengan berpulangnya salah seorang perawat senior, seorang rekan karyawan puskesmas Dlingo II yang baru saja memasuki masa pensiun.  Meninggal dunia dalam usia 56 tahun beliau adalah Bpk. Sumaryo,SE.

Masyarakat Dlingo pada umumnya telah mengenal beliau mengingat masa bakti beliau yang sudah cukup lama di Puskesmas Dlingo II, sosoknya tidak asing lagi bagi rekan sejawat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan Pemda Kabupaten Bantul pada umumnya. Terkhusus bagi Puskesmas Dlingo II dan Puskesmas Imogiri dimana beliau pernah bertugas, sosok yang supel dan mudah bergaul.

Karena sebab sakit yang dideritanya beliau harus mengurangi keaktifannya dalam melayani masyarakat  lebih awal sehingga sampai masa pensiunnya. Beliau tutup usia setelah menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati beberapa lama.

Selamat jalan Pak Maryo kami semua menyaksikan jasa-jasamu selama ini.

badakdlingo2*red

OHAYOU GOZAIMASU… Sugeng Enjang… Dlingo 2 !

Cerah sekali pagi ini setelah semalam diguyur hujan deras, pagi yang hangat, hangat juga suasana di Puskesmas Dlingo II dibuka dengan sapaan yang lain dari biasanya “Ohayou Gozaimazu.. Sugeng Enjang.. semuanya”, ada aroma timur jauh.

Sejak pekan ini dan selanjutnya di Puskesmas Dlingo II akan kembali  dihiasi senyum yang lama tak muncul di sini, drg. Sapta Adisuka Mulyatno,PhD telah menyelesaikan pendidikan Program Doktoral Bidang Kesehatan Gigi Masyarakat di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Tokushima Jepang.

Kurang lebih empat setengah tahun yang lalu drg.Sapta Adisuka Mulyatno — Pak Sapta, begitu biasa kami menyapa — meninggalkan Puskesmas Dlingo II menuju “Negeri matahari terbit” (terjemahan bebas dari kata Nipon), untuk memperdalam ilmunya di The University of Tokushima Graduate School pada program doktoral di Institute of Health Bio Sciences tepatnya pada Departement of Preventive Dentistry Graduate School of Oral Sciences . Beliau menyelesaikan desertasinya yang berjudul Influence of Bacterial Endotoxin on Mucosal Immune Response to Phosphorylcholine untuk program the Degree of Doctor of Philosophy.

Selamat datang kembali Pak dokter, segunung tugas menantimu di Bukit terjal Dlingo darimanapun kelak engkau berdiri di sini, di sana, di manapun bahkan sejak engkau di dekat singgasana Akihito sekalipun.

badakdlingo2*red

Pelayanan Prima (Customer Care) di Puskesmas Dlingo II, Mungkin Gak Tuh…?

Pelayanan Prima (Exellent Service/Customer Care) secara harfiah berarti pelayanan yang sangat baik, atau pelayanan yang terbaik. Pelayanan Prima (Customer Care) adalah faktor kunci dalam keberhasilan puskesmas.

Dalam dunia bisnis, Pelayanan Prima (Customer Care) berarti memelihara dan mempertahankan pelanggan kita dan menambah pelanggan baru. Suatu perusahan yang ingin maju mengharapkan pelanggan untuk membeli barang atau jasanya dan tetap menjaga agar pelanggan tetap membeli barangnya Pelayanan Prima (Customer care) penting bagi perusahaan karena dapat mempertahankan loyalitas pelanggan dan membantu untuk mengamankan masa depan bisnisnya. Penting bagi staf perusahaan karena memberikan kebanggaan pada mereka, perusahaan dan produknya.

Bagaimana dengan Puskesmas?

Puskesmas adalah milik pemerintah (disini pemerintah sama dengan Perusahaan). Pelayanan di Puskesmas akan berpengaruh pada loyalitas penduduk terhadap Pemerintah.  Meskipun banyak sedikitnya pelanggan (pasien) tidak akan mengurangi pendapatan (gaji) karyawan, namun perlu disadari sebagai abdi masyarakat, sesuai dengan Tap MPR No. VI/MPR/2001 karyawan di Puskesmas (PNS) dihadapkan pada Pokok-Pokok Etika Kehidupan Berbangsa, seperti : Kejujuran, Amanah, Keteladanan, Sportifitas, Disiplin, Etos Kerja, Kemandirian, Sikap Toleransi, Rasa Malu, Tanggung Jawab, dan Menjaga Kehormatan serta martabat diri sebagai warga bangsa. Inilah yang mendorong Puskesmas untuk berbenah menuju pelayanan prima.

Darimana akan memulai?

Pelayanan Prima (Customer care) dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip 3 Pertama, kita harus menyajikan ATTITUDE (SIKAP) yang benar. Kedua, kita harus memberikan ATTENTION (PERHATIAN) yang tidak terbagi. Ketiga, diatas semuanya pelanggan mencari ACTION (TINDAKAN).

Pelayanan Pelanggan Dengan Penampilan Serasi merupakan salah satu bagian dari Prinsip ATTITUDE. Bagaimana penampilan yang serasi?

Penampilan artinya citra menampilkan diri, serasi artinya sesuai, selaras atau harmonis. Jadi penampilan serasi berarti cara menampilkan diri secara harmonis atau sesuai dengan yang seharusnya. Misalnya : seorang sekretaris harus berpenampilan sebagai pendamping pimpinan. Seorang pramuniaga harus bersikap ramah dan siap membantu keperluan pembeli.

Berikut beberapa contoh attitude dari seorang pelayan yang bisa diadopsi oleh petugas di puskesmas, yang secara langsung sebagai pelayan masyarakat di garis terdepan pelayanan kesehatan.

  1. Berbusana

Cara berbusana yang baik merupakan ciri khusus yang menunjukkan kepribadian dan kewibawaan bagi seorang pelayan. Berbusana yang baik berarti memperhatikan penampilan diri (personal appearance) secara keseluruhan mulai dari berhias rambut, wajah badan, kaki dan kelengkapannya.

  1. Ekspresi Wajah

Bagi seorang pelayan menampilkan ekspresi wajah yang simpatik dan menarik amatlah penting. Sebab, perilaku simpatik ini mempunyai andil yang besar dalam menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan. Kontak pertama antara pelayan dengan pelanggan umumnya diawali dari ekspresi wajah. Oleh karena itu, tenaga pelayan harus berusaha menampilkan ekspresi wajah yang bersahabat.

Ekspresi mata

1) Lakukan kontak mata secara langsung dengan pelanggan

2) Kontak mata harus disertai dengan senyuman

3) Tampilkan tatapan mata yang bersahabat

4) Hindari mata berkerut atau tatapan kosong

5) Mata kaku atau mengalihkan pandangan harus dihindari

6) Hindari pula skap mata ke bawah atau menatap ke suatu benda karena ekspresi ini menunjukkan penghindaran dari suatu percakapan

b. Ekspresi mulut

1) Tampilkan senyuman manis sebagai rasa senang atau gembira

2) Hindari bibir rapat karena ekspresi ini menunjukkan kemarahan atau kekecewaan

3) Hindari pula mulut yang terbuka lebar tanpa bicara karena ekspresi ini menunjukkan kebingungan

4) Hindari pula menggigit-gigit bibir karena hal ini mengisyaratkan sikap kesedihan

5) Bicaralah sewajarnya dan jangan dibuat-buat

c. Ekspresi Kepala

1) Posisi kepala hendaknya tegak sebagai kesediaan untuk berkomunikasi

2) Anggukan kepala sebagai isyarat menghormat atau persetujuan

3) Hindari memegang kepala dengan tangan karena hal ini menunjukkan kecemasan

4) Hindari pula kepala menunduk ke bawah karena hal ini menunjukkan penolakan

5) Posisi kepala hendaknya sewajarnya, sehingga tidak menimbulkan kesan kurang perhatian atau sombong atau angkuh.

(http://pendidikanrakyatku.blogspot.com/p/pelayanan-prima.html, dengan beberapa penambahan). **Three S**

Selamat datang Petugas TKHI asal Puskesmas Dlingo 2

Hari ini 14 Desember 2012 genap satu bulan Bapak H. Sunoto,S.Kep.,Ners. tenaga perawat Puskesmas Dlingo II kembali bertugas di Puskesmas setelah sebelumnya beliau melaksanakan tugas sebagai TKHI, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia yang bertugas mendampingi Jamaah Haji Indonesia kloter 33 asal DIY sejak tanggal 29 September 2012 hingga 11 November 2012, setelah beristirahat 2 hari dirumahnya bapak H. Sunoto,S.Kep.,Ners. tanggal 14 November 2012 kembali bertugas seperti biasa. Continue reading

“Menanti” tak lagi menjemukan

MENUNGGU sudah sejak lama menjadi hal yang tidak terlalu disukai oleh sebagian orang, apalagi hanya berdiam diri atau melamun dalam antrian. Jemu, bosan, cape dan jengkel akan  menghinggapi siapapun kalau sudah begitu, apalagi tidak ada kejelasan kapan datang giliran. Maka tanpa disadari wajah akan berubah, berkerut dan tenggorokan seperti tercekat pertanda bom waktu emosi siap meledak. Continue reading