Sejarah

Wilayah Kecamatan Dlingo pada awalnya hanya memiliki satu Pusat Kesehatan Masyarakat yaitu Puskesmas Dlingo yang terletak desa Koripan, Ibukota Kecamatan Dlingo. Karena wilayahnya yang luas dan medan yang berat dan sulit terjangkau oleh masyarakat dari seluruh pelosok Kecamatan Dlingo, maka pada tahun 1976 di bangunlah Puskesmas Pembantu di desa Terong tepatnya di dusun Pencitrejo yang di beri nama Pustu Terong yang bertujuan untuk lebih mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari Ibukota Kecamatan Dlingo. Inilah yang menjadi cikal bakal Puskesmas Dlingo II.

Pada perkembangannya sesuai dengan bertambahnya kemampuan Pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia maka untuk lebih meningkatkan pelayanan pada 17 Juli 1987 Pustu Terong berubah menjadi Puskesmas rawat jalan yang berdiri sendiri dan langsung menginduk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dengan nama Puskesmas Dlingo II.

Puskesmas Dlingo II yang merupakan pemekaran dari Puskesmas Dlingo – yang selanjutnya menjadi Puskesmas Rawat Inap Dlingo I – pertama kali dipimpin oleh seorang dokter umum, berikut ini daftar Kepala Puskesmas yang pernah menjabat sebagai pucuk pimpinan di Puskesmas Dlingo II, sbb:

1987-1988    dr. Hartono

1988-1988   dr. Sony sasongko

1988-1992    dr. Edi Darmanto

1992-1993    dr. Edi Supriadi

1993-1995    dr. Wardiman

1995-1995    dr. Irfan Kusumanegara

1995-1997    dr. Asep Sunarya

1997-1997    drg. Eni Suswati

1997-2002    dr. Eni Eskawati

2002-2005    drg. Damiana Endah P

2005-2006   dr. Karmijono PW

2006-2007   Bambang Agus Subekti,SKM

2007-2011   dr. Karmijono PW

2011-2012   Karjiyem,SSiT,M.Kes.

2012-……     dr. Sigit Hendro Sulistyo

Pada saat ini Puskesmas Dlingo II memiliki jaringan pelayanan meliputi 4 Puskesmas Pembantu, sbb:

  1. Pustu Dangwesi,  dusun Pancuran desa Terong
  2. Pustu Seropan,  dusun Seropan III desa Muntuk
  3. Pustu Jatimulyo, dusun Banyuurip desa Jatimulyo
  4. Pustu Muntuk, dusun Banjarharjo I desa Muntuk.

Seiring pertumbuhan akses jalan dan transportasi yang semakin maju, sehingga jarak tempuh ke Puskesmas induk dan sarana kesehatan lain semakin mudah, Puskesmas Pembantu Dangwesi -yang terletak dalam satu kelurahan dengan Puskesmas Induk- terhitung sejak bulan Oktober 2013 tidak lagi difungsikan sebagai Puskesmas Pembantu atau ditutup,  dan dialihfungsikan sebagai sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pos Pelayanan Terpadu(Posyandu) dusun Pancuran.

Dan ditambah 3 tempat pelayan atas permintaan masyarakat untuk mendekatkan akses berupa Balai Pengobatan, sbb:

  1. BP Muntuk, dusun Muntuk desa Muntuk
  2. BP Nglingseng, dusun Banjarharjo I desa Muntuk
  3. BP Dodogan, dusun Dodogan desa Jatimulyo.

Terhitung sejak tanggal 1 Mei 2015 dengan pertimbangan efisiensi dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, BP Muntuk ditutup. Pertimbangan yang diambil adalah karena akses masyarakat sekitar pedukuhan Muntuk sudah lebih mudah dengan adanya jalan yang menghubungkan ke Puskesmas Induk dapat dilalui kendaraan kecil hingga besar serta ketersediaan angkutan yang cukup memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *