PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO 44 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN PUSKESMAS.

Monday- Thursday:8:00-18:30 Hrs
(Phone until 17:30 Hrs)
Friday - 8:00-14:00

Pedoman manajemen Puskesmas harus menjadi acuan
bagi:
a. Puskesmas dalam:
1) menyusun rencana 5 (lima) tahunan yang
kemudian dirinci kedalam rencana tahunan;
2) menggerakan pelaksanaan upaya kesehatan
secara efesien dan efektif;
3) melaksanakan pengawasan, pengendalian dan
penilaian kinerja Puskesmas;
4) mengelola sumber daya secara efisien dan efektif;
dan
5) menerapkan pola kepemimpinan yang tepat
dalam menggerakkan, memotivasi, dan
membangun budaya kerja yang baik serta
bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu
dan kinerjanya.
b. Dinas kesehatan kabupaten/kota dalam
melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis
manajemen Puskesmas.

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

" If You Fail To Plan, You Are Planning To Fail"

Manajemen Puskesmas

Working hours

Monday- Thursday:8:00-18:30 Hrs
(Phone until 17:30 Hrs)
Friday - 8:00-14:00

We are here

Westfield London 2039-2041 Westfield
Phone:+44 20 8834 4688
Fax:+44 20 8859 6598
Email: info@collage.com

PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN PUSKESMAS.

PMK 44 TAHUN 2016 TENTANG MANAJEMEN PUSKESMAS

Pedoman manajemen Puskesmas harus menjadi acuan bagi: 

a. Puskesmas dalam: 

1) menyusun rencana 5 (lima) tahunan yang kemudian dirinci kedalam rencana tahunan; 

2) menggerakan pelaksanaan upaya kesehatan secara efesien dan efektif; 

3) melaksanakan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja Puskesmas; 

4) mengelola sumber daya secara efisien dan efektif; dan 

5) menerapkan pola kepemimpinan yang tepat dalam menggerakkan, memotivasi, dan membangun budaya kerja yang baik serta bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu dan kinerjanya. 

b. Dinas kesehatan kabupaten/kota dalam melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis manajemen Puskesmas.

Ruang lingkup Pedoman Manajemen Puskesmas meliputi:
a. perencanaan;
b. penggerakkan dan pelaksanaan;
c. pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja; dan
d. dukungan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam
manajemen Puskesmas.

Ketentuan lebih lanjut mengenai Pedoman Manajemen
Puskesmas sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini.

(1) Pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan
Peraturan Menteri ini dilaksanakan oleh Kementerian
Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai tugas dan fungsi
masing-masing.
(2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan dan kinerja Puskesmas yang
berkualitas secara optimal.

BAB II
PERENCANAAN
Perencanaan yang disusun melalui pengenalan permasalahan secara
tepat berdasarkan data yang akurat, serta diperoleh dengan cara dan dalam
waktu yang tepat, maka akan dapat mengarahkan upaya kesehatan yang
dilaksanakan Puskesmas dalam mencapai sasaran dan tujuannya. Dalam
upaya mencakup seluas mungkin sasaran masyarakat yang harus dilayani,
serta mengingat ketersediaan sumber daya yang terbatas, maka pelayanan
kesehatan harus dapat dilaksanakan secara terintegrasi baik lintas program
maupun lintas sektor. Kepala Puskesmas harus mampu membangun
kerjasama dan mengkoordinasikan program di internal Puskesmas dan di
eksternal dengan mitra lintas sektor. Koordinasi dengan lintas sektor sangat
diperlukan, karena faktor penyebab dan latar belakang masalah kesehatan
tertentu kemungkinan hanya dapat diselesaikan oleh mitra lintas sektor.
Peran pemerintah daerah sangat besar dalam menyelesaikan
permasalahan kesehatan di masyarakat, oleh karenanya Puskesmas perlu
mencari dukungan dari pemerintah daerah yang dimulai dari tingkat
desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten/kota. Proses perencanaan
Puskesmas harus terintegrasi kedalam sistem perencanaan daerah melalui
forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang disusun
secara top down dan bottom-up.
Proses perencanaan Puskesmas akan mengikuti siklus perencanaan
pembangunan daerah, dimulai dari tingkat desa/kelurahan, selanjutnya
disusun pada tingkat kecamatan dan kemudian diusulkan ke dinas
kesehatan kabupaten/kota. Perencanaan Puskesmas yang diperlukan
terintegrasi dengan lintas sektor kecamatan, akan diusulkan melalui
kecamatan ke pemerintah daerah kabupaten/kota.
-15-
Gambar 2. Siklus Perencanaan dan Penganggaran Daerah
Puskesmas akan menyusun rencana 5 (lima) tahunan dan rincian
rencana tahunannya berdasarkan pada hasil evaluasi tahun sebelumnya
dan mengacu pada kebijakan kesehatan dari tingkat administrasi diatasnya,
baik kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Untuk kepentingan penyusunan
perencanaan Puskesmas, perlu diselaraskan dengan Program Indonesia
Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan program kesehatan nasional
lainnya
A. PENYUSUNAN RENCANA LIMA TAHUNAN
Dalam rangka meningkatkan prinsip penyelenggaraan Puskesmas, agar
mampu mencapai tujuan yang diharapkan, serta mengembangkan dan
membina pelayanan kesehatan di wilayahnya secara efektif dan efisien,
perlu disusun rencana lima tahunan ditingkat Puskesmas. Dengan
adanya Rencana Lima Tahunan Puskesmas, maka kelangsungan
pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan pada setiap tahun untuk
satu periode akan dapat lebih terjamin, walaupun terjadi pergantian
pengelola dan pelaksana kegiatan di Puskesmas maka diharapkan
pengembangan program/kegiatan tetap berjalan sesuai dengan
Rencana Lima Tahunan yang telah ada. Penyusunan Rencana Lima
Tahunan Puskesmas dilakukan pada setiap periode lima tahun, dengan
tahap pelaksanaannya sebagai berikut:

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pusat Kesehatan Masyarakat yang dikenal dengan sebutan
Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang
bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya
pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
dinyatakan bahwa Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan
(UKP) tingkat pertama. Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis
Daerah (UPTD) dinas kesehatan kabupaten/kota, sehingga dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya, akan mengacu pada kebijakan
pembangunan kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
bersangkutan, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Lima Tahunan dinas
kesehatan kabupaten/kota.
Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik
dan berkesinambungan dalam mencapai tujuannya, maka Puskesmas
harus menyusun rencana kegiatan untuk periode 5 (lima) tahunan
yang selanjutnya akan dirinci lagi ke dalam rencana tahunan
Puskesmas sesuai siklus perencanaan anggaran daerah. Semua
rencana kegiatan baik 5 (lima) tahunan maupun rencana tahunan,
selain mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan
kabupaten/kota harus juga disusun berdasarkan pada hasil analisis
situasi saat itu (evidence based) dan prediksi kedepan yang mungkin
terjadi. Proses selanjutnya adalah penggerakan dan pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan/program yang disusun,
-7-
kemudian melakukan pengawasan dan pengendalian diikuti dengan
upaya-upaya perbaikan dan peningkatan (Corrective Action) dan
diakhiri dengan pelaksanaan penilaian hasil kegiatan melalui penilaian
kinerja Puskesmas.
Pemahaman akan pentingnya manajemen Puskesmas, telah
diperkenalkan sejak tahun 1980, dengan disusunnya buku-buku
pedoman manajemen Puskesmas, yang terdiri atas Paket Lokakarya
Mini Puskesmas (tahun 1982), Pedoman Stratifikasi Puskesmas (tahun
1984) dan Pedoman Microplanning Puskesmas (tahun 1986). Paket
Lokakarya Mini Puskesmas menjadi pedoman Puskesmas dalam
melaksanakan lokakarya Puskesmas dan rapat bulanan Puskesmas.
Pada tahun 1988, Paket Lokakarya Mini Puskesmas direvisi menjadi
Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dengan penambahan materi
penggalangan kerjasama tim Puskesmas dan lintas sektor, serta rapat
bulanan Puskesmas dan triwulanan lintas sektor. Pada tahun 1993,
Pedoman Lokakarya Mini dilengkapi cara pemantauan pelaksanaan
dan hasil-hasil kegiatan dengan menggunakan instrument Pemantauan
Wilayah Setempat (PWS). Pedoman Stratifikasi Puskesmas (tahun
1984), digunakan sebagai acuan Puskesmas dan dinas kesehatan
kabupaten/kota, untuk dapat meningkatan peran dan fungsinya dalam
pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
Pedoman Microplanning Puskesmas (tahun 1986), digunakan
untuk acuan menyusun rencana 5 (lima) tahun Puskesmas, yang
diprioritaskan untuk mendukung pencapaian target lima program
Keluarga Berencana (KB)-Kesehatan Terpadu, yang terdiri atas
Kesehatan Ibu Anak (KIA), KB, gizi, imunisasi dan diare.
Dengan adanya perubahan kebijakan dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, diantaranya Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 75 Tahun 2014, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga yang berbasis siklus kehidupan, Sustainable Development
Goals (SDG’s), dan dinamika permasalahan kesehatan yang dihadapi
masyarakat, maka pedoman manajemen Puskesmas perlu disesuaikan
dengan perubahan yang ada. Melalui pola penerapan manajemen
Puskesmas yang baik dan benar oleh seluruh Puskesmas di Indonesia,
maka tujuan akhir pembangunan jangka panjang bidang kesehatan
-8-
yaitu masyarakat Indonesia yang sehat mandiri secara berkeadilan,
dipastikan akan dapat diwujudkan.
Pedoman Manajemen Puskesmas diharapkan dapat memberikan
pemahaman kepada kepala, penanggungjawab upaya kesehatan dan
staf Puskesmas di dalam pengelolaan sumber daya dan upaya
Puskesmas agar dapat terlaksana secara maksimal. Pedoman
Manajemen Puskesmas ini juga dapat dimanfaatkan oleh dinas
kesehatan kabupaten/kota, dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan
bimbingan teknis manajemen kepada Puskesmas secara berjenjang.
B. KONSEP MANAJEMEN
Manajemen adalah serangkaian proses yang terdiri atas
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol (Planning,
Organizing, Actuating, Controling) untuk mencapai sasaran/tujuan
secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan yang
diharapkan dapat dicapai melalui proses penyelenggaraan yang
dilaksanakan dengan baik dan benar serta bermutu, berdasarkan atas
hasil analisis situasi yang didukung dengan data dan informasi yang
akurat (evidence based). Sedangkan efisien berarti bagaimana
Puskesmas memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk dapat
melaksanaan upaya kesehatan sesuai standar dengan baik dan benar,
sehingga dapat mewujudkan target kinerja yang telah ditetapkan.
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, disebutkan bahwa Puskesmas
mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai
tujuan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya dan berfungsi
menyelenggarakan UKM dan UKP tingkat pertama diwilayah kerjanya.
Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota,
merupakan bagian dari dinas kesehatan kabupaten/kota sebagai UPTD
dinas kesehatan kabupaten/kota. Oleh sebab itu, Puskesmas
melaksanakan tugas dinas kesehatan kabupaten/kota yang
dilimpahkan kepadanya, antara lain kegiatan dalam Standar Pelayanan
Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Kabupaten/kota dan upaya
kesehatan yang secara spesifik dibutuhkan masyarakat setempat (local
specific).
-9-
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Puskesmas tersebut,
Puskesmas harus melaksanakan manajemen Puskesmas secara efektif
dan efisien. Siklus manajemen Puskesmas yang berkualitas merupakan
rangkaian kegiatan rutin berkesinambungan, yang dilaksanakan dalam
penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan secara bermutu, yang
harus selalu dipantau secara berkala dan teratur, diawasi dan
dikendalikan sepanjang waktu, agar kinerjanya dapat diperbaiki dan
ditingkatkan dalam satu siklus “Plan-Do-Check-Action (P-D-C-A)”.
Untuk menjamin bahwa siklus manajemen Puskesmas yang
berkualitas berjalan secara efektif dan efisien, ditetapkan Tim
Manajemen Puskesmas yang juga dapat berfungsi sebagai
penanggungjawab manajemen mutu di Puskesmas. Tim terdiri atas
penanggung jawab upaya kesehatan di Puskesmas dan didukung
sepenuhnya oleh jajaran pelaksananya masing-masing. Tim ini
bertanggung jawab terhadap tercapainya target kinerja Puskesmas,
melalui pelaksanaan upaya kesehatan yang bermutu.
Upaya kesehatan bermutu merupakan upaya yang memberikan
rasa puas sebagai pernyataan subjektif pelanggan, dan menghasilkan
outcome sebagai bukti objektif dari mutu layanan yang diterima
pelanggan. Oleh karena itu Puskesmas harus menetapkan indikator
mutu setiap pelayanan yang dilaksanakannya atau mengikuti standar
mutu pelayanan setiap program/pelayanan yang telah ditetapkan, yang
dikoordinasikan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.
Untuk terselengaranya upaya kesehatan bermutu bagi masyarakat
di wilayah kerjanya, maka Tim Manajemen Puskesmas harus mampu
bekerja dengan baik dan profesional, dibawah koordinasi dan supervisi
kepala Puskesmas yang menjalankan fungsi kepemimpinannya yang
baik dan tepat sesuai situasi dan kondisi. Upaya kesehatan yang
diberikan harus selalu memperhatikan kepentingan, kebutuhan dan
harapan masyarakat sebagai konsumen eksternal, kepentingan dan
kepuasan dari seluruh staf Puskesmas sebagai konsumen internal,
serta pemerintah daerah kabupaten/kota sebagai pemilik/owner.
Upaya kesehatan Puskesmas yang dilaksanakan secara merata
dan bermutu sesuai standar, diwujudkan dengan bukti adanya
perbaikan dan peningkatan pencapaian target indikator kesehatan
masyarakat dan perseorangan. Seperti menurunnya angka-angka
-10-
kesakitan penyakit yang menjadi prioritas untuk ditangani,
menurunnya angka kematian balita, angka gizi kurang dan atau gizi
buruk balita dan maternal, menurunnya jumlah kematian maternal,
teratasinya masalah-masalah kesehatan masyarakat dalam wilayah
kerjanya, dan lainnya.
Diperlukan dukungan sumber daya yang memadai baik dalam
jenis, jumlah maupun fungsi dan kompetensinya sesuai standar yang
ditetapkan, dan tersedia tepat waktu pada saat akan digunakan. Dalam
kondisi ketersediaan sumber daya yang terbatas, maka sumber daya
yang tersedia dikelola dengan sebaik-baiknya, dapat tersedia saat akan
digunakan sehingga tidak menghambat jalannya pelayanan yang akan
dilaksanakan.
Manajemen sumber daya dan mutu merupakan satu kesatuan
sistem pengelolaan Puskesmas yang tidak terpisah satu dengan
lainnya, yang harus dikuasai sepenuhnya oleh tim manajemen
Puskesmas dibawah kepemimpinan kepala Puskesmas, dalam upaya
mewujudkan kinerja Puskesmas yang bermutu, mendukung
tercapainya sasaran dan tujuan penyelenggaraan upaya kesehatan di
Puskesmas, agar dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yang
dihadapi masyarakat di wilayah kerjanya. Manajemen Puskesmas akan
mengintegrasikan seluruh manajemen yang ada (sumber daya,
program, pemberdayaan masyarakat, sistem informasi Puskesmas, dan
mutu) didalam menyelesaikan masalah prioritas kesehatan di wilayah
kerjanya.
Dalam menyusun perencanaan 5 (lima) tahun Puskesmas, selain
mengacu pada Rencana Lima Tahunan dinas kesehatan
kabupaten/kota, Puskesmas juga harus memperhatikan dan mengacu
pada Rencana Lima Tahunan Kementerian Kesehatan. Apabila
Puskesmas sebelumnya telah menyusun rencana 5 (lima) tahunan dan
rencana tahunan, maka dengan keluarnya kebijakan baru yang
berkaitan dengan kesehatan, Puskesmas perlu menelaah kembali
rencana 5 (lima) tahun Puskesmas yang telah disusun sebelumnya
untuk dapat disesuaikan dengan hal-hal yang sangat prinsip dan
prioritas. Gambar berikut menguraikan contoh siklus manajemen
Puskesmas yang berkualitas.

PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO 44 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN PUSKESMAS.

Monday- Thursday:8:00-18:30 Hrs
(Phone until 17:30 Hrs)
Friday - 8:00-14:00

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Our services

Consultants

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. 

Art direction

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. 

Prototyping

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. 

Graphic design

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. 

Web development

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. 

Brand strategy

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.