Persiapan Suirvey Aktif DM dan PJPD

Selasa, 24 Februari 2015 Puskesmas Imogiri II menghadiri rapat koordinasi Pelaksanaaan Survey Aktif PJPD dan DM di Dinkes DIY. Survey Aktif ini merupakan kegiatan rutin tahunan, bertujuan mendapatkan data dan gambaran lapangan yang valid tentang kondisi penyakit terutama penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit kencing manis di masyarakat.

Pelatihan Kader Posbindu PTM Puskesmas Imogiri II

Rabu, 18 Februari Puskesmas Imogiri II mengadakan pelatihan kader posbindu PTM. Sebanyak 40 kader Posbindu ( Pos Pembinaan Terpadu ) dari  6 dusun yaitu Kalangan, Miri, Pelemadu, Dogongan, Pucung Growong serta Kalidadap I mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan Kader Posbindu PTM Puskesmas Imogiri II BantulNarasumber pelatihan kali ini diantaranya koordinator P2TM Puskesmas Imogiri II dr Yeni Nugroho, Programmer PPTM Ibu Atika Sulistyawati, Koordinator Batra Ibu Tri Susilawati, Petugas KIA Bidan Yusnita.

programmer-PPTM-Puskesmas-Imogiri2Kader Posbindu PTM Puskesmas Imogiri IIMateri pelatihan kali ini mengacu pada buku pintar seri 1 dan seri 2 bagi kader posbindu, meliputi :

#. PTM dan faktor risiko

#. Posbindu PTM dan pelaksanaannya

#. Tahapan Kegiatan Posbindu PTM yaitu meja 1 untuk pendaftaran dan pencatatan, meja 2 untuk teknik wawancara terarah, meja 3 dilakukan pengukuran TB, BB, IMT, Lingkar Perut dan Analisa Lemak Tubuh. Meja 4 pengukuran Tekanan darah dan jika memungkinkan pemeriksaan gula darah, kolesterol total dan trigliserida darah, pemeriksaan klinis payudara, uji fungsi paru sederhana, IVA, kadar alkohol pernafasan dan tes amfetamin urin serta meja 5 untuk konseling, edukasi dan tindak lanjut lainnya. Susunan 5 meja ini tidak kaku, fleksibel disesuaikan situasi dan kondisi yang penting semua kegiatan terpenuhi

# Cara pengukuran BB, TB, lingkar perut, IMT, tekanan darah, analisa lemak darah

# Pencatatan pada KMS Faktor Risiko PTM dan Buku Lembar Pencatatan

# Rujukan dan Respon Cepat Sederhana

aaa

a-1Ibu Bidan Yusnita menyampaikan materi tentang IVA dan Pap Smear serta Sadari sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim

Dilanjutkan dengan pemanfaatan pengobatan tradisional pada penyakit kronis tidak menular, tak lupa ditekankan oleh programmer toga batra, pemenang lomba tenaga kesehatan teladan 2014 bidang kefarmasian Ibu Tri Susilawati bahwa pengobatan tradisional hanyalah pendamping, pelengkap dari pengobatan medis.

 Ibu Tri Susilawati menyampaikan materi tentang swamedikasi pada penyakit tidak menular

Pelatihan di puskesmas akan disusul pelatihan yang lebih intensif di dusun masing – masing. Programmer PTM dan tim PTM akan turun pembinaan ke dusun, memastikan posbindu bisa berlangsung dengan baik. Semoga 🙂

Workshop Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Dinas Kesehatan DIY

Selasa, 17 Februari 2015, Puskesmas Imogiri mendapat undangan Workshop Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Dinas kesehatan Provinsi DIY.

Narasumber dari kegiatan ini adalah kepala bidang P2MK drg Daryanto Chadori,MKes serta kepala seksi pengendalian penyakit.

pengendalian penyakit tidak menularaPenyakit di masa sekarang di Indonesia ini pada dasarnya dibagi dalam dua kelompok besar berdasarkan penularannya. Ada penyakit menular juga penyakit tidak menular. Penyakit menular merupakan penyakit yang mempunyai agen penyebab dan bisa ditularkan ke orang lain.

Sedangkan penyakit tidak menular merupakan penyakit yang tidak bisa ditularkan ke orang lain. Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang lebih disebabkan oleh gaya hidup / life style yang tidak sehat dan telanjur merupakan kebiasaan hidup.

Hal ini yang menyebabkan penyakit tidak menular berlangsung secara kronis dan ketika pasien sudah menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus maka penderita harus berobat secara rutin sepanjang hidupnya. Dalam penyakit kronis istilahnya adalah pengendalian, bukan sembuh.

ISPA , infeksi saluran pernafasan atas merupakan penyakit menular. Ditularkan lewat droplet atau percikan udara saat pasien bernafas, berbicara atau bersin. Diare juga merupakan penyakit menular. Diare bisa dikarenakan banyak hal, untuk diare karena infeksi bisa karena virus atau kuman atau amoeba. Ketika kuman, amoeba atau virus dari pasien diare, masuk ke air minum atau lewat lalat yang menempel di makanan atau minuman yang tertelan, maka ketika kondisi daya tahan tubuh orang yang kemasukan mikroba penyebab penyakit tadi dalam keadaan lemah, bisa jadi terus menderita diare juga.

Tidak hanya penyakit badan secara umum saja yang dibagi dalam penyakit menular dan penyakit tidak menular, penyakit kulit pun demikian juga bisa kita perhatikan. Ada jerawat yang disebabkan karena kuman, maka ketika kuman ini menempel di bantal atau handphone maka bisa menyebabkan penularan di kulit. Pengobatan jerawat yang disebabkan kuman disini membutuhkan juga antikuman seperti penyakit menular lainnya yang membutuhkan antiinfeksi.

Demam Dengue , Demam Berdarah dengue, juga masuk dalam kategori penyakit menular, vektor perantaranya adalah nyamuk. Maka upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue pun intinya ada pada pengendalian vektor, bagaimana caranya nyamuk ditiadakan. Upaya pengendalian penyakit DB / DBD dengan 3M. Anda masih ingat kan ?

Penyakit tidak menular karena disebabkan oleh kebiasaan tidak sehat dalam keseharian hidup, maka upaya utama pengendalian dan pencegahannya adalah dengan modifikasi gaya hidup. Kebiasaan hidup yang tidak sehat diusahakan diubah menjadi kebisaaan hidup yang sehat.

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko penyakit tidak menular. Maka upaya yang wajib dilakukan adalah kebiasaan tidak merokok wajib dikampanyekan, kalau bisa melebihi kampanye rokok yang masif dilakukan perusahaan industri rokok. Jika tidak, melihat trend merokok yang mulai dilakukan pada usia yang lebih muda, maka kekawatiran di depan adalah panennya penyakit tidak menular di usia yang relatif muda sudah terjadi.