SYBERHATTRA JAMPI SETAMAN, SEHAT BERSAMA PROLANIS KASIHAN II

SYBERHATTRA JAMPI SETAMAN sinergy bersama kesehatan tradisional jamu pijat sehat dan aman bersama prolanis Puskesmas Kasihan II merupakan kegiatan yang memadukan penanganan kesehatan secara tradisional dan modern. Acara ini diikuti oleh kelompok prolanis Kasihan II yang tergabung dalam MADDU  KPK dan SAHDU KPK pada hari Sabtu, 13 Mei 2015 di Waduk Sermo.

Kesehatan tradisional tentunya sangat dekat dengan kelompok prolanis Kasihan II yang sebagian besar berkultur budaya Jawa. Kepala Puskesmas Kasihan II Bapak Eko Budi Santoso, SST., Mkes dalam sambutannya mengungkapkan bahwa untuk menjaga stamina dan kebugaran para anggota prolanis perlu mengetahi cara yang harus dilakukan baik secara konvensional maupun tradisional. Kebiasan minum jamu dan pijat atau akupresur sudah diakui dan dilakukan masyarakat dilingkungan Puskesmas Kasihan II . Hal ini ditunjukkan banyaknya Penyehat Tradisinal (Hattra) Akupresur maupun Jamu herbal yang mendaftar menjadi binaan Puskesmas Kasihan II. Dengan adanya sinergi bersama penyehat tradisional jamu dan pijat dengan Puskesmas Kasihan II diharapkan masyarakat khususnya anggota prolanis bisa mengambil manfaat kesehatan dan kebugaran secara aman. Petugas puskesmas juga ada yang sudah terlatih melakukan asuhan mandiri dengan akupresure dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga.

Dalam acara tersebut diajarkan mengenai cara mengatasi nyeri sendi, mual dan nyeri kepala dengan pijat atau akupresure.

Mengatasi nyeri sendi dengan cara pijat atau akupresure diantaranya dengan dipijat pada titik di kaki :

  1. Pemijatan pada bagian paha yang letaknya sejajar ujung jari tengah pada posisi tubuh berdiri dan lengan menggantung di sisi paha
  2. Lokasi yang terletak di bawah tonjolan tulang, sisi bawah tulang lutut
  3. Lokasi yang terletak di lekukan bagian bawah otot betis.

Salah satu contoh pemijatan untuk mual adalah dipijat pada titik yang terletak pada 3 jari diatas pertengahan pergelangan tangan bagian dalam. Sedangkan pemijatan untuk nyeri kepala adalah pada titik ujung kepala.

Pemijatan atau akupresure dapat dilakukan dengan menggunakan jempol, telapak tangan ataupun dengan siku, dapat juga dengan menggunakan alat bantu khusus akupresure berupa kayu dengan ujung tumpul dan halus.

Kondisi yang tidak dianjurkan untuk dilakukan tindakan akupresure diantaranya :

  1. Terlalu lapar atau terlalu kenyang
  2. Emosi yang labil
  3. Hamil, beberapa titik akupresure yang tidak boleh dipijat : disekitar perut bagian bawah, punggung tangan, bahu
  4. Tubuh sangat lemah

Selain itu juga diajarkan mengenai pemanfaatan tanaman TOGA asuhan mandiri untuk mengatasi keluhan ringan nyeri kepala, mual dan nyeri sendi serta bagaimana pemanfaatan asuhan mandiri ini dipadukan dengan pengobatan modern/konvensional. Bagaimana cara pengaturan waktu serta kontraindikasinya.

Kelompok Prolanis yang diketuai oleh Bapak Hally Soeroso menyambut gembira kegiatan tersebut dan sejuknya udara sekitar waduk sermo menambah kegembiraan dan keceriaan para peserta. Ditambah lagi dengan adanya acara permainan yang melatih konsentrasi dan kecerdasan otak semakin menambah pengalaman yang mengesankan bagi peserta. Diharapkan dengan kegiatan ini akan tercapai kesehatan Prolanis secara optimal.

SYBERHATTRA JAMPI SETAMAN merupakan program kesehatan tradisional yang terpadu, komprehensif dan berkesinambungan, meliputi tiga hal yaitu pembinaan terhadap penyehat tradisional, pemberdayaan masyarakat dengan asuhan mandiri serta pelayanan di puskesmas dengan didukung keterpaduan lintas program dan lintas sektor. (td)

MADDU KPK dan SAHDU KPK ……THE CONTINUITY OF CARE….

UPLOAD FIX1UPLOAD3
                            ( Kami bersahabat dan bertekad kuat untuk tetap sehat……)   
         Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama merupakan penyedia layanan kesehatan yang melakukan kontak pertama dengan seorang pasien dan melakukan pembinaan berkelanjutan (continuity of care). Diabetes Melitus dan Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengendalian seumur hidup untuk mencgah komplikasi yang fatal seperti gagal jantung, gagal ginjal, gangguan penglihatan , stroke maupun gangguan sistemik yang lain.
Pembinaan berkelanjutan mencakup 5 level pencegahan ( Five Level Prevention ) yang seharusnya dilaksanakan oleh puskesmas, yaitu : promosi kesehatan, pencegahan spesifik terhadap timbulnya penyakit, deteksi dini dan penatalaksanaan penyakit, pencegahan komplikasi dan disability serta rehabilitasi. Promosi kesehatan terhadap penyakit kronis bisa dilakukan melalui posyandu, posbindu maupun kelompok masyarakat yang lain misalnya melalui kunjungan keluarga, dasawisma, karangtaruna maupun ibu ibu PKK. Pencegahan spesifik dan skrining perlu dilakukan sejak dini pada kelompok masyarakat beresiko misalnya faktor keluarga, gaya hidup dan merokok. Penatalaksanaan penyakit yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi berupa pengendalian gula darah, tanda vital, aktifitas fisik, diet maupun gaya hidup.
UPLOAD6          Pembinaan secara berkelanjutan, terpadu dan berkomitmen dilakukan oleh Puskesmas Kasihan II melalui paguyuban Prolanis yang telah terbentuk yaitu “Maddu KPK” ( Masyarakat Diabetisi Terpadu Kelompok Prolanis Kasihan II) dan “Sahdu KPK” ( Sahabat Hipertensi Terpadu Kelompok Prolanis Kasihan II). Berbagai kegiatan yang direncanakan antara lain : psikoedukasi, senam, self help group, refreshing, diskusi maupun kunjungan antar sesama anggota. Sebagai sarana deteksi dini terhadap faktor resiko keluarga juga akan diberikan “KPK” ( Kartu Pohon Keluarga) bagi setiap anggota. Kartu Pohon Keluarga akan menunjukkan siapa saja keluarga yang beresiko menderita penyakit kronis sehingga perlu melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan kepada fasilitas kesehatan meskipun belum mengalami gejala. Pembentukan Maddu KPK dan Sahdu KPK ini diharapkan dapat menyejahterakan kesehatan anggota maupun keluarganya.

“Penyakitku adalah anugerah untuk lebih mensyukuri nikmat Nya….”

Kan kukendalikan selalu bersama sahabat sahabatku…………………”

MENCARI JEJAK KAKI GAJAH

MENCARI JEJAK KAKI GAJAH
Untitled-1
Berawal dari penyuluhan kesehatan masyarakat tentang penyakit menular melalui vektor nyamuk penyebeb penyakit (DBD,Chikungunya,Malaria,Kaki Gajah), oleh Tim Epidemiologi Puskesmas Kasihan II
5
Dari hasil penyuluhan mendapatkan laporan warga atas kecurigaan kaki gajah. Dalam dua keluarga di Desa Ngestiharjo Kasihan Bantul diduga terkena penyakit kaki gajah . Untuk memastikannya Tim Epidemiologi Puskesmas Kasihan II melakukan pelacakan.
Setelah diadakan pelacakan dan mengarah kecurigaan pada Kaki Gajah, Tim Epidemiologi Puskesmas Kasihan II melaporkan kasus ke Dinas Kesehatan Bantul dan dari Dinas Kesehatan Bantul Meneruskan laporannya ke Balai Tehnik Kesehatan Lingkungan Yogyakarta.
  2  

Hasil pemeriksaan sampel darah dari dua titik sampel dan sekitarnya sebanyak 36 orang dinyatakan negatif filariasis.Sekarang kita tidak perlu direpotkan dengan sistim pengambilan sampel darah suspek filariasis yang dulunya harus dilakukan malam hari akan tetapi dengan adanya Reagan terbaru RDT Test dari BTKL bisa dilakukan kapan saja hanya dalam waktu 10 menit sudah bisa dilihat hasilnya.
Untuk saat ini di Desa Ngestiharjo belum ditemukan yang positif Kaki Gajah, namun permasalahan penyakit sejenis yang ditularkan melalui nyamuk seperti penyakit DBD harus terus diwaspadai mengingat Desa Ngestiharjo merupakan Desa tertinggi kasus DBD se Kabupaten Bantul.
Masyarakat dihimbau agar selalu menjaga pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih dan sehat, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara Menguras, Mengubur dan Menutup bak penampungan air (3M) agar tetap dilaksanakan.

SIMULASI AUDIT KEMATIAN DBD DI PUSKESMAS KASIHAN II

Image

10605990_952585924767635_8382262462363022830_nLATAR BELAKANG

Berdasarkan laporan kader sehat tanggal 20 Maret 2013 dan KDRS bahwa  telah ditemukan kematian karena menderita DBD sebanyak 1 orang kasus, maka dilakukan Penyelidikan Epidemiologi oleh Tim Investigasi Puskesmas Kasihan II dengan melakukan analisa terhadap berbagai factor yang berhubungan dengan terjadinya kematian DBD di desa tersebut.

TUJUAN PENYELIDIKAN

TujuanUmum :

1.  Melakukan tindakan penanggulangan dan pengendalian KLB DBD diwilayah kerja Pusk      Kasihan II (Desa Ngestiharjo dan Desa Tirtonirmolo).

2. Tujuan Khusus

  • Memastikan kebenaran kasus kematian DBD yang dilaporkan masyarakat dan luasnya penyebaran
  • Mengetahui kemungkinan kecenderungan terjadinya penyebarluasan penyakit DBD dilokasi
  • Mengetahui gambaran situasi penyakit dan saran alternatif pencegahan
  • Melakukan penanggulangan DBD dilokasi

Hasil Investigasi:

Identitas Penderita
Nama Penderita : Anak Ft
Umur : 2,9 Th
Agama : Islam
Nama Orang Tua : Parjiman
Pekerjaan OT : PNS
Alamat : Sonopakis Kidul Rt.o1
Ngestiharjo ,Kasihan

Riwayat Penyakit
Tgl. Mulai Sakit : 17-03-2013
Tgl. Masuk RS : 20-03-2013
Tgl. Keluar RS : 20-03-2013 (meninggal)
Diagnosa RS : DSS
Hasil Lab : HMT 35-50

Kronologis kejadian
Jum’at ,15 Maret 2013, jam 13.00 WIB. penderita pulang dari Purwodadi, Jateng. ( berangkat dari jogja sejak tanggal 09 Maret 2013).
Sabtu, tanggal 16 Maret 2013. penderita keadaan tidak ceria dan sudah agak panas pada jam 09.00 WIB. diajak ke rumah saudara di Selarong, pajangan, Bantul. Pulang jam 16.00 WIB.
Minggu, tgl. 17 Maret 2013. sekitar jam 12.00 WIB panas. Oleh orangtua dikeroki.
Senin, tgl.18 Maret 2013, jam 17.00 WIB. Diperiksakan ke Bidan E.

Selasa, tgl 19 Maret 2013 waktu diberi makan pagi dan minum muntah, siang tdk mau makan dan diusahakan makan minum tapi terus muntah.
Selasa, tgl 19 Maret 2013, jam 19.00 WIB. Periksa lagi di Bidan E.
Selasa, tgl. 19 Maret 2013, Jam.00.00 WIB – Rabo, tgl 20 maret 2013 jam. 02.00 WIB muntah, setiap habis minum muntah dan badan lemas.
Rabo, Tgl. 20 Maret 2013, jam 02.15 dibawa ke RS PKU Muh. Jogjakarta.

Rabo, tgl. 20 Maret 2013, jam 02.30 sampai di RS PKU Muh. Jogja. Dan sekitar Jam 02.40 WIB. Penderita kejang dan hilang kesadaran.
Rabo, tgl 20 Maret 2013, jam 05.00 WIB. Meninggal dunia.

NB :
-Ibu Penderita/korban penderita gangguan jiwa.
-Berat badan Penderita/korban 8,7 Kg. (gizi buruk)
– Hasil PE Terlampir

Pemastian diagnosis

Pemastian diagnosis dilakukan dengan menanyakan pada orang tua tentang gejala klinis yang muncul pada penderita dan riwayat penyakitnya dari awal sampai masuk Rumah Sakit.Pemeriksaan awal dilakukan oleh bidan setempat, setelah tidak ada kemajuan baru dirujuk ke RS PKU Yogyakarta dan hasil keterangan diagnosa RS PKU dinyatakan DBD

Kondisi Rumah dan Lingkungan

Ventilasi kamar tidur kurang
Keadaan kamar tidur lembab
Dekat dengan kandang ayam
Hasil PSN , ABJ 81,4%
Jarak dengan rumah lainnya berdekatan

Identifikasi sumber dan penyebab

Hasil survey jentik ditemukan beberapa karakteristik di di Dusun Sonopakis Kidul, Desa Ngestiharjo yaitu terdapat tempat –tempat perindukan nyamuk seperti tempurung kelapa, ban-ban, kaleng-kaleng bekas di sekitar rumah penderita merupakan media yang cepat berkembang biaknya nyamuk-nyamuk aedes aygepty  dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jentik-jentik nyamuk ternyata paling banyak jenis jentik nyamuk Aedes, yang didukung dengan kondisi curah hujan  tidak menentu sehingga  penyebaran penyakit ini menjadi cepat menular kepada penduduk yang berada didesa tersebut

MASALAH YANG DIHADAPI

Adapun permasalahan yang ditemukan di desa tersebut adalah:
Menurunnya kinerja Jumantik (juru pemantau jentik) dalam hal pengawasan PSN dilapangan seiring dengan dihapuskannya reward untuk Jumantik
Masih ditemukannya wadah sebagai tempat perindukan nyamuk terutama pada rumah-rumah kosong, tempat-tempat umum dan rumah dengan penghuni kaum lansia
Kurangnya kepedulian Ibu pasien dalam merawat putranya sehubungan dengan penyakit jiwa yang diderita Ibu pasien
Faktor kelelahan pasien sehubungan perjalanan dari luar kota
Riwayat gizi pasien yang kurang bagus (BGT/ Bawah Garis Titik-titik)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi tentang tingkat resistensi dan kemungkinan mulai dari jentik nyamuk sudah mengandung Virus Aides Aigypti

UPAYA PENANGGULANGAN

Adapun upaya yang dilakukan dalam penanganan danpenanggulangan KLB DBD di wilayah Puskesmas Kasihan II adalah

Melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor. Bekerja sama dengan Dinas Kesehata Kabupaten melakukan fogging fokus dengan dua siklus dimana satu minggu setelah siklus pertama dilakukan fogging ulangan.
Melakukan abatisasi elektif  sekitar wilayah kejadian KLB DBD.
Penyuluhan dilakukan dengan koordinasi lintas sektor dan lintas program.
Pembinaan terhadap kader sehat dan Jumantik dalam hal SKD KLB.
Sosialisasi pada masyarakat
Soisialisasi pada pelayanan kesehatan setempat
Melakukan surveilans ketat  KLB.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan:
Telah terjadi kematian DBD di Padukuhan Sonopakis Kidul Desa Ngestiharjo Kabupaten Bantul dengan jumlah kematian 1 orang,
Pemastian diagnosis adalah hasil pemeriksaan Laboratorium keterangan diagnosa RS
Pola epidemik adalah propagated epidemic karena adanya lebih dari satu sumber penularan yaitu ditemukannya jentik nyamuk Aides Agypti di tandon air di rumah dan di sekitar rumah penderita.
Saran:
Tingkatkan SKD terhadap penyakit-penyakit yang berpotensi terjadinya Kejadian Luar Biasa sehingga peningkatan kasus bisa cepat terdeteksi sedini mungkin.
Pembasmian sarang nyamuk/wadah tempat berkembang biaknya nyamuk aedes di setiap tempat.
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat dalam mencegah terjadinya penyakit dan juga kematian.***

*** Simulasi pada Penguatan Tim Epidemiologi Puskesmas Kasihan II

 

 

 

 

 

SIDAK PSN

Banyak hal yang bisa kita peroleh dari kegiatan sidak PSN diantaranya :
1. Menjalin kerja sama antar lintas program dan lintas sektor
2. Menjalin hubungan lebih dekat antara petugas kesehatan, instansi terkait dengan masyarakat
3. Mengenal lebih dekat permasalahan kesehatan di masyarakat
4. Memperoleh data kesehatan dasar yang valid (evident base)
5. Sebagai bahan untuk membuat perencanaan
6. Mengetahui karakteristik masyarakat
7. Mengenal kekurangan diri sendiri
8. Memberikan alternatif solusi
9. Ngiras pantes jalan-jalan sehat, olah raga…..

RUNDOWN ATTERM 5 JANUARI 2013

Sabtu, 05 Januari 2013. Dalam  rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2012 dan mencegah Angka Kematian Ibu maupun Bayi Program Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Kasihan II bekerjasama dengan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam organisasi AMSA (Asian Medical Student Association) yaitu suatu organisasi yang slah satunya bergerak dibidang Sosial Kesehatan menyelenggarakan Seminar Ibu Hamil.

Seminar bertempat di Aula Lantai II Puskesmas Kasihan II dengan materi :

  1. Kesehatan Ibu Hamil oleh dr. Shinta dari UGM
  2. Senam Ibu Hamil Inisiasi Menyusu Dini (IMD) oleh Tri Wahyuni Bidan dari RSUP Dr. Sardjito
  3. Suami Siaga oleh Arinta Lindari, Amd.Kep. Bidan Puskesmas Kasihan II

Seminar bertujuan untuk meningkatkan Pengetahuan Dini pada Ibu Hamil dan menciptakan “Suami Siaga”. Peserta Seminar terdiri dari Ibu Hamil yang berisiko maupun tidak beserta suami. Metode seminar dengan cara tutorial pada materi Kesehatan Ibu Hamil dan Suami Siaga, praktek pada materi Senam ibu Hamil di lanjutkan menonton film IMD. Semoga dengan pelaksanaan Seminar Ibu Hamil ini   Angka Kematian Ibu dan Anak dapat dicegah sedini mungkin. Demikian acara dengan Tema “RUNDOWN ATTERM” di Puskesmas Kasihan II   (it is).

Mitra yang kredibel dan loyal

Jumat 04 Januari 2013. Program KIA Puskesmas kasihan II melaksanakan Pertemuan Kemitraan Bidan Praktek Swasta (BPS) bertempat di Aula lantai II Puskesmas. Peserta dari Bidan Puskesmas dan Bidan Praktek Swasta yang berada di Wilayah kerja Puskesma. Materi tentang Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Bantul, disampaikan oleh Bidan Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (Bikor KIA) Ibu Elisabeth Sumartinah, Amd.Keb.  Pertemuan ini bertujuan untuk :

  • Meningkatkan Pendataan sasaran KIA
  • Meningkatkan Pelayanan KIA
  • Meningkatkan komitmen bersama dalam pencapaian Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) KIA
  • Meningkatkan Sistem Pencatatan dan Pelaporan dari BPS & Klinik Swasta ke Puskesmas Kasihan II

Demikian Program KIA dalam upayanya meningkatkan Pelayanan baik di dalam gedung maupun di luar gedung

Bersama mitra yang kredibel dan loyal kita tingkatkan pelayanan Kesehatan untuk Ibu dan Anak . (itis)

Tahun Baru, Semangat baru dengan GANGNAM STYLE

Jumat, 04 Januari 2013 Puskesmas Kasihan II bersama Lintas Sektor melaksanakan senam bersama di halaman kami. Senam di ikuti seluruh jajaran Lintas Sektor di Wilayah Kecamatan Kasihan. Senam dilaksanakan setiap Jumat secara bergiliran dengan tempat di masing-masing sektor. Selanjutnya dilaksanakan Pemantauan Jentik Berkala di Dusun yang terdapat kasus Demam Berdarah Dengue. Sbagai bentuk Pemberantasan Nyamuk (PSN) fokus. (itis)