SIMULASI AUDIT KEMATIAN DBD DI PUSKESMAS KASIHAN II

10605990_952585924767635_8382262462363022830_nLATAR BELAKANG

Berdasarkan laporan kader sehat tanggal 20 Maret 2013 dan KDRS bahwa  telah ditemukan kematian karena menderita DBD sebanyak 1 orang kasus, maka dilakukan Penyelidikan Epidemiologi oleh Tim Investigasi Puskesmas Kasihan II dengan melakukan analisa terhadap berbagai factor yang berhubungan dengan terjadinya kematian DBD di desa tersebut.

TUJUAN PENYELIDIKAN

TujuanUmum :

1.  Melakukan tindakan penanggulangan dan pengendalian KLB DBD diwilayah kerja Pusk      Kasihan II (Desa Ngestiharjo dan Desa Tirtonirmolo).

2. Tujuan Khusus

  • Memastikan kebenaran kasus kematian DBD yang dilaporkan masyarakat dan luasnya penyebaran
  • Mengetahui kemungkinan kecenderungan terjadinya penyebarluasan penyakit DBD dilokasi
  • Mengetahui gambaran situasi penyakit dan saran alternatif pencegahan
  • Melakukan penanggulangan DBD dilokasi

Hasil Investigasi:

Identitas Penderita
Nama Penderita : Anak Ft
Umur : 2,9 Th
Agama : Islam
Nama Orang Tua : Parjiman
Pekerjaan OT : PNS
Alamat : Sonopakis Kidul Rt.o1
Ngestiharjo ,Kasihan

Riwayat Penyakit
Tgl. Mulai Sakit : 17-03-2013
Tgl. Masuk RS : 20-03-2013
Tgl. Keluar RS : 20-03-2013 (meninggal)
Diagnosa RS : DSS
Hasil Lab : HMT 35-50

Kronologis kejadian
Jum’at ,15 Maret 2013, jam 13.00 WIB. penderita pulang dari Purwodadi, Jateng. ( berangkat dari jogja sejak tanggal 09 Maret 2013).
Sabtu, tanggal 16 Maret 2013. penderita keadaan tidak ceria dan sudah agak panas pada jam 09.00 WIB. diajak ke rumah saudara di Selarong, pajangan, Bantul. Pulang jam 16.00 WIB.
Minggu, tgl. 17 Maret 2013. sekitar jam 12.00 WIB panas. Oleh orangtua dikeroki.
Senin, tgl.18 Maret 2013, jam 17.00 WIB. Diperiksakan ke Bidan E.

Selasa, tgl 19 Maret 2013 waktu diberi makan pagi dan minum muntah, siang tdk mau makan dan diusahakan makan minum tapi terus muntah.
Selasa, tgl 19 Maret 2013, jam 19.00 WIB. Periksa lagi di Bidan E.
Selasa, tgl. 19 Maret 2013, Jam.00.00 WIB – Rabo, tgl 20 maret 2013 jam. 02.00 WIB muntah, setiap habis minum muntah dan badan lemas.
Rabo, Tgl. 20 Maret 2013, jam 02.15 dibawa ke RS PKU Muh. Jogjakarta.

Rabo, tgl. 20 Maret 2013, jam 02.30 sampai di RS PKU Muh. Jogja. Dan sekitar Jam 02.40 WIB. Penderita kejang dan hilang kesadaran.
Rabo, tgl 20 Maret 2013, jam 05.00 WIB. Meninggal dunia.

NB :
-Ibu Penderita/korban penderita gangguan jiwa.
-Berat badan Penderita/korban 8,7 Kg. (gizi buruk)
– Hasil PE Terlampir

Pemastian diagnosis

Pemastian diagnosis dilakukan dengan menanyakan pada orang tua tentang gejala klinis yang muncul pada penderita dan riwayat penyakitnya dari awal sampai masuk Rumah Sakit.Pemeriksaan awal dilakukan oleh bidan setempat, setelah tidak ada kemajuan baru dirujuk ke RS PKU Yogyakarta dan hasil keterangan diagnosa RS PKU dinyatakan DBD

Kondisi Rumah dan Lingkungan

Ventilasi kamar tidur kurang
Keadaan kamar tidur lembab
Dekat dengan kandang ayam
Hasil PSN , ABJ 81,4%
Jarak dengan rumah lainnya berdekatan

Identifikasi sumber dan penyebab

Hasil survey jentik ditemukan beberapa karakteristik di di Dusun Sonopakis Kidul, Desa Ngestiharjo yaitu terdapat tempat –tempat perindukan nyamuk seperti tempurung kelapa, ban-ban, kaleng-kaleng bekas di sekitar rumah penderita merupakan media yang cepat berkembang biaknya nyamuk-nyamuk aedes aygepty  dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jentik-jentik nyamuk ternyata paling banyak jenis jentik nyamuk Aedes, yang didukung dengan kondisi curah hujan  tidak menentu sehingga  penyebaran penyakit ini menjadi cepat menular kepada penduduk yang berada didesa tersebut

MASALAH YANG DIHADAPI

Adapun permasalahan yang ditemukan di desa tersebut adalah:
Menurunnya kinerja Jumantik (juru pemantau jentik) dalam hal pengawasan PSN dilapangan seiring dengan dihapuskannya reward untuk Jumantik
Masih ditemukannya wadah sebagai tempat perindukan nyamuk terutama pada rumah-rumah kosong, tempat-tempat umum dan rumah dengan penghuni kaum lansia
Kurangnya kepedulian Ibu pasien dalam merawat putranya sehubungan dengan penyakit jiwa yang diderita Ibu pasien
Faktor kelelahan pasien sehubungan perjalanan dari luar kota
Riwayat gizi pasien yang kurang bagus (BGT/ Bawah Garis Titik-titik)
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi tentang tingkat resistensi dan kemungkinan mulai dari jentik nyamuk sudah mengandung Virus Aides Aigypti

UPAYA PENANGGULANGAN

Adapun upaya yang dilakukan dalam penanganan danpenanggulangan KLB DBD di wilayah Puskesmas Kasihan II adalah

Melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor. Bekerja sama dengan Dinas Kesehata Kabupaten melakukan fogging fokus dengan dua siklus dimana satu minggu setelah siklus pertama dilakukan fogging ulangan.
Melakukan abatisasi elektif  sekitar wilayah kejadian KLB DBD.
Penyuluhan dilakukan dengan koordinasi lintas sektor dan lintas program.
Pembinaan terhadap kader sehat dan Jumantik dalam hal SKD KLB.
Sosialisasi pada masyarakat
Soisialisasi pada pelayanan kesehatan setempat
Melakukan surveilans ketat  KLB.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan:
Telah terjadi kematian DBD di Padukuhan Sonopakis Kidul Desa Ngestiharjo Kabupaten Bantul dengan jumlah kematian 1 orang,
Pemastian diagnosis adalah hasil pemeriksaan Laboratorium keterangan diagnosa RS
Pola epidemik adalah propagated epidemic karena adanya lebih dari satu sumber penularan yaitu ditemukannya jentik nyamuk Aides Agypti di tandon air di rumah dan di sekitar rumah penderita.
Saran:
Tingkatkan SKD terhadap penyakit-penyakit yang berpotensi terjadinya Kejadian Luar Biasa sehingga peningkatan kasus bisa cepat terdeteksi sedini mungkin.
Pembasmian sarang nyamuk/wadah tempat berkembang biaknya nyamuk aedes di setiap tempat.
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat dalam mencegah terjadinya penyakit dan juga kematian.***

*** Simulasi pada Penguatan Tim Epidemiologi Puskesmas Kasihan II

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *