Sabtu, 28 Juli 2018 Puskesmas Kasighan II menyelenggarakan rapat koordinasi Lintas Sektor Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Resto Castle Mang Engking Soragan Ngestiharjo, Kasihan Bantul.

Pertemuan lintas sektor  dari unsur kabupaten Bantul dan kecamatan Kasihan dari unsur Dinas Sosial dihadiri Ibu Kepala Bidang PMKS Ibu Nita Krit, BNNK diwakili Bapak Edi Santoso, SH, Dinkes dr. Fauzan KAsie PTM Keswa dan Unsur Muspika serta TRC, KUA, Puskesmas, Desa PKK dan Gelimasjiwo.

 

Dalam sambutannya Camat Kasihan Bapak Drs. Susanto, MPA menyampaikan bahwa Kesehatan jiwa adalah inti utama pembanguanan di Indonesia sebagaimana dalam syair Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang berbunyi bangunlah jiwanya bangunlah badannya. Dalam tujuan membangun masyarakat yang sehat tidak akan pernah terlepas dari kesehatan jiwanya. Sebab manusia yang utuh adalah manusia yang sehat secara jiwa dan raga.

Visi kecamatan Kasihan adalah optimalisasi pelayanan kepada masyarakat untuk mendukung terwujudnya bantul projotamansari sejahtera demokratis dan agamis. Sedangkan beberapa misi yang terkait dengan masalah kesehatan jiwa di kecamatan kasihan yaitu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, Mengupayakan kesejahteraan,mencerdaskan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan melalui pemberdayaan   lembaga dan warga masyarakat  dengan ini maka adanya TPKJM sebagai kendaraan untuk meraih visi dan misi kecamatan Kasihan.

Selanjutnya disampaikan materi permasalahan kesehatan jiwa diwilayah kecamatan Kasihan di sampaikan oleh kepala Puskesmas kasihan II drg. Elmi Yudihapsari, MPH yakni  semakin meningkatnya kunjungan pengobatan para mantan pecandu napza sehingga mengganggu ketersediaan obat, pasien kambuh karena tidak minum obat dan kurang dukungan sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Sedangkan nara sumber dari Unit Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJ Grhaisa  Aspi Kristiati, SKM,M.Psi menyampaikan strategi dalam kegiatan TPKJM antara lain bahwa ranah kesehatan jiwa meliputi seluruh siklus kehidupan manusia yakdi sejak dalam kandungan sampai meninggal. Semua unsur harus mengetahui tugas dan kewenangannya dan kegiatan dilakukan secara terintegrasi sejak dalam  perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi secara berkesinambungan. Tidak lupa semua harus mengenal tentang ranah sehat sejak, risiko dan masuk dalam gangguan. Setiap sektor harus terlibat dalam semua kegiatan sehingga pelayanan masyarakat akan sangat komprehensif karena masalah kesehatan jiwa tidak terfokus pada gangguan kejiwaan saja.

Sementara itu dalam materinya Ketua TPKJM Suparmadi, SIP.,M.Si menyampikan peran dan fungsi masing-masing sektor tersebut dalam table sbb :

NO LINTAS SEKTOR PERAN & TANGGUNGJAWAB
1. Kasie Kesmas 1.       Advokasi

2.       Koordinasi dan sinkronisasi dalam perencanaan , pelaksanaan dan evaluasi

3.       Pembinaan kerjasama antar lintas sektor dalam pelakanaan kebijakan dan strategi program kesehatan jiwa masyarakat

2. Puskesmas 1.     Peningkatan program pencegahan gangguan jiwa dimasyarakat

2.     Peningkatan Sistem pelayanan, perawatan dan pengobatan gangguan jiwa

3.     Pembinaan ODS dan keluarga serta masyarakat  melalui Promosi Kesehatan

4.     Koordinasi pengurangan dampak buruk napza dan gangguan jiwa

5.     Penyediaan dan pengawasan obat-obatan kesehatan jiwa

3. Kasubag Program dan Keuangan Kecamatan dan Desa 1.      Mengalokasikan dana untuk bidang kesehatan umumnya dan untuk menjalankan sub fungsi kesehatan jiwa pada umumnya

2.      Sistem penyebaran dana untuk penanggulangan kesehatan jiwa masyarakat

4. Polsek 1.      Kebijakan penaggulangan masalah Psikososial dan Napza

2.      Mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam rpenanganan pasien yang mebahayakan diri sendiri maupun orang lain

3.      Mempromosikan kesehatan jiwa pada masyarakat melalui kegiatan Babinkamtibmas

5. TKSK 1.      Fasilitasi bantuan kesejahteraan sosial bagi pasien dan keluarga dengan gangguan jiwa

2.      Pengembangan program pelatihan ketrampilan pasien dengan gangguan jiwa yang telah mandiri sesuai kriteria puskesmas

3.      Promosi tentang Penyandang Masalah Kesehatan dan Sosial

6. Penyuluh Agama KUA 1.       Mendukung peran serta dalam mebantu menangani stigma dan diskriminasi terhadap penderita gangguan jiwa melalui berbagai dakwah

2.       Mempromosikan pencegahan dan deteksi dini gangguan jiwa, penyalahgunaan narkotika, penyimpangan perilaku seksual

3.       Penaggulangan NAPZA , penaggulangan kesehatan jiwa dan psikososial dalam bimbingan dan penyuluhan (dakwah/Khotbah)

4.       Konseling untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan sakinah

5.       Peningkatan kualitas hidup melalui peningkatan hidup beragama

7. Pendidikan 1.     Kurikulum pendidikan kesehatan (LifeSkill Edukation) dengan memasukkan materi kesehatan jiwa

2.     Program pencegahan terhadap gangguan jiwa pada peserta didik

3.     Program pencegahan penyalahgunaan NAPZA

4.     Pengenalan dan pelatihan pencegahan gangguan jiwa dini dan deteksi dini bagi tenaga pendidik dan kader siswa

8. PLKB /DPPKBPMD/PKH

 

1.       Integrasi kesehatan jiwa dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berperspektfi gender

2.       Peningkatan pengetahuan kaum perempuan tentang gangguan jiwa

3.       Pembinaan dan pencegahan secara sosial bagi wanita dengan gangguan jiwa dan berisiko

4.       Pemberdayaan keluarga yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa

5.       Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)

6.       Peningkatan ketahanan keluarga melalui deteksi dini gangguan kesehatan jiwa.

7.       Peningkatan kualitas lingkungan keluarga baik fisik maupun non fisik.

9. Karang Taruna 1.       Meningkatkan program pencegahan penyalahgunaan napza

2.       Pemberdayaan kelompok remaja dalam kegiatan keagamaan

3.       Pendampingan remaja bermasalah

4.       Promosi kesehatan jiwa pada kelompok remaja

10. Kabag Kesra dan Agama Desa, Bangunjiwo 1.       Mendukung peran serta dalam membantu menangani stigma dan diskriminasi terhadap penderita gangguan jiwa

2.       Membina aparat dusun dibawahnya untuk penaggulangan kesehatan jiwa

11. PKK 1.       Pemberdayaan keluarga yang terintegrasi dengan kesehatan jiwa

2.       Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)

3.       Peningkatan ketahanan keluarga melalui deteksi dini gangguan kesehatan jiwa.

4.       Peningkatan kualitas lingkungan keluarga baik fisik maupun non fisik.

5.       Pemberdayaan ekonomi  keluarga dengan gangguan jiwa dalam kegiatan PKK

6.       Melaksanakan program pencegahan dan deteksi dini melalui posyandu dan PAUD

7.       Peningkatan jumlah kader dengan kompetensi kesehatan jiwa

12. Gelimasjiwo 1.       Mengkoordinir keluarga dengan gangguan jiwa untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan puskesmas, desa dan lainnya

2.       Bersama kader mengelola pertemuan keluarga dan penderita gangguan jiwa

3.       Berkoordinasi dengan desa untuk penjangkauan kasus gangguan jiwa


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *