Puskesmas Kretek

Kegiatan merokok sudah menjadi kebutuhan bahkan gaya hidup manusia sekarang. Banyak yang mengistilahkan merokok sebagai sarana komunikasi, sarana untuk memasuki lingkungan pertemanan, sarana untuk mengakrabkan Bahkan di kalangan orang Jawa dan perokok berat, ada semacam guyonan yang mengatakan ‘mending ngelih daripada ora ngrokok’ atau dalam bahasa Indonesia berarti lebih baik lapar daripada tidak merokok.Memang rokok sudah lahir duluan ketimbang negara ini ada, sejak tahun 1800an akhir. Persoalan terkait halal-haram rokok misalkan. Bagi perokok berat, rokok menjadi barang yang makruh, sedang bagi yang tidak merokok, rokok menjadi barang yang haram karena menimbulkan kemudharatan. Namun, fakta di lapangan, tidak sedikit Kyai yang merokok. Dari sini pula timbul perdebatan abadi antara perokok dan bukan perokok. Perdebatan semacam itu juga tidak jauh beda ketika menjadikan sisi kesehatan sebagai patokan dalam adu argumen. Perdebatan abadi itu pada akhirnya membuat pemerintah menelurkan sebuah regulasi berupa Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang pengendalian Tembakau. Adalah Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Peraturan tersebut merupakan anak dari amanat Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Di zaman industri sekarang muncul rokok jenis baru yang sering disebut rokok elektronik atau vape. Awal kemunculan di Indonesia rokok elektrik kurang diminati. Baru awal tahu 2015 mulai banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk pindah menggunakan vape/rokok elektronik. Dalih berhenti merokok secara konvensional menjadi alasan yang kuat mereka menggunakan vape, ada juga yang awalnya tidak merokok tembakau kemudian menggunakan vape karena alasan banyak pilihan rasanya. Rokok elektronik/ vape tidak menggunakan daun tembakau sebagai bahan bakarnya namun menggunakan cairan liquid yang dibuat khusus, ya tentu bahan-bahan kimia sebagai bumbunya, termasuk nikotin. Produsen cairan liquid untuk vape mengklaim bahwa nikotin yang dihasilkan dari vape/rokok elektrik tidak sebanyak rokok konvensional sehingga lebih aman. Yang di keluarkan vape bukan asap karbonmonoksida seperti rokok tembakau tapi uap air yang lebih aman ketika terhirup begitu bahasa-bahasa promosi produsen rokok elektrik untuk meningkatkan penjualan jenis rokok vape. Apalagi setiap tahun jenis dan bentuknya dibuat lebih bergaya sehingga “eye cathcing” sehingga anak-anak muda semakin tertarik menggunakan vape/rokok elektrik. Sama halnya dengan rokok kenvensional/tembakau, rokok elektrik/vape dari segi kesehatan tentu ada dampaknya, Jelasnya seperti ini:

Sebuah penilitan dibuat bukan untuk menakut-nakuti tapi sebagai bahan berpikir manusia, mau dibawa kemana pola hidupnya. Merokok adalah sebuah pilihan, yang jelas segala benda kimia/zat aditif yang kita masukan ke dalam tubuh adalah racun. Tubuh manusia bukan terbuat dari logam terkuat di bumi tapi terbuat dari organ-organ yang rentan. Mungkin dampaknya tidak terasa sekarang, boleh anda berpikir dampaknya terasa ketika kita sudah tua, memang yakin umur kita sampai tua? Sekali lagi hidup adalah pilihan-pilihan, kalau ingin hidup sehat mulailah merubah perilaku ke arah yang menyehatkan. Menyambung pertemanan sosial tidak melulu tentang rokok, menjadi asik tidak harus merokok. (Promkes Puskesmas Kretek)

Kategori: Berita Puskesmas

kretek

Pusat Kesehatan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Desain By : Jalighost