Puskesmas Kretek

Di Indonesia, virus corona meningkat tajam pada pekan pertama Maret dari enam pasien menjadi 227 pasien terjangkit. Jumlah itu melonjak tajam dalam kurun waktu sekitar dua pekan. Tingkat kematian juga tiba-tiba meningkat karena ada permasalahan pendataan.

Apakah Virus Corona itu ?

Corona berasal dari bahasa latin yang artinya “Mahkota”. Virus ini apabila dilihat melalui microskop memiliki selubung mirip mahkota. Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2. Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Apakah Virus Corona Berbahaya ?

Seperti penyakit pernapasan lainnya, infeksi 2019-nCoV dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam lebih dari 38 derajat celcius. Beberapa orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas. Walaupun fatalitas penyakit ini masih jarang, namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti, diabetes dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah.

Bagaimana Penularan Virus Corona Ini ?

Semua kelompok usia berisiko terinfeksi terkena virus corona. Sampai saat ini orang yang lebih tua dan memiliki riwayat penyakit lain seperti hipertensi, diabetes, asma, dll lebih rentan menderita gejala/sakit yang parah. Virus corona jenis baru, SARS-CoV2, masih terus diteliti untuk mengetahui karakteristik virus ini dan bagaimana penularan serta penyebarannya. Namun, WHO menjadikan penularan MERS dan SARS sebagai acuan karena penyebabnya berasal dari kelompok virus yang sama, yaitu coronavirus. Penularan virus corona bisa terjadi melalui berbagai hal berikut:

  • Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin
  • Kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan
  • Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan
  • Kontaminasi tinja (jarang terjadi).

Sebuah studi terbaru menunjukkan potensi penularannya melalui udara. Ketika seseorang batuk atau bersin dan mengeluarkan cairan mengandung virus, berpotensi akan menyebar ke udara dan bisa langsung masuk ke tubuh orang lain jika berada dalam posisi berdekatan.

Siapa Yang Berisiko Terinfeksi Virus Corona ?

  • Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus 2019-nCoV bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi.
  • Mereka yang terinfeksi di negara lain adalah orang-orang yang belum lama ini bepergian dari Tiongkok atau yang telah tinggal atau bekerja secara dekat dengan para wisatawan, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi 2019-nCoV.
  • Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi 2019-nCoV berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Daya Tahan Virus Corona di permukaan benda ?

Sampai saat ini belum diketahui pasti berapa lama 2019-nCoV bertahan di permukaan suatu benda Informasi awal menunjukkan dapat bertahan hingga beberapa jam.Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi, Alkohol 70%.

Bagaimana Pengobatan Covid-19 ?

  • Belum ada obat spesifik untuk virus ini.
  • Belum ada vaksin yang spesifik.
  • Pengobatan secara simtomatis dan suportif berdasar  kondisi dan gejala yang timbul terbukti efektif.
  • Tidak perlu antibiotik, kecuali terdapat infeksi sekunder oleh bakteri.
  • Obat antiviral dalam pengembangan.
  • Vaksin Covid-19 sedang dalam pengembangan.

Bagaimana Cara Pencegahan Penularan Virus Corona ?

Tetap Tenang, Jaga Kondusifitas

Pemda DIY telah menyediakan fasilitas peta persebaran kasus COVID-19 di wilayah DIY. Informasi di peta tersebut akan selalu diperbaharui setiap harinya.

Peta persebaran kasus COVID-19 tersebut dapat diakses melalui:
http://corona.jogjaprov.go.id/map-covid-19-diy

Kategori: Berita Puskesmas

kretek

Pusat Kesehatan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Desain By : Jalighost