Puskesmas Kretek

Sektor ekonomi merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ditengah pandemi Covid-19 ini sektor tersebut tergempur oleh dampak ditutupnya berbagai pusat perbelanjaan, pariwisata, dan jasa lainnya. Akibatnya banyak masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja sehingga tidak ada pemasukan lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah berupaya agar roda ekonomi tetap berjalan maka dari itu memilih jalan untuk tidak melakukan lock down secara total. Masyarakat dihimbau melakukan aktivitas biasa dengan mematuhi protokol Kesehatan.

Sampai detik ini sebaran virus covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, banyak tenaga medis yang mulai bertumbangan, tertular bahkan meninggal dunia. Hal ini tentu menjadi sebuah pertanyaan, apakah protokol kesehatan yang didenggung-dengungkan pemerintah dipatuhi oleh masyarakat?. Merubah perilaku memang tidak semudah membalikan telapak tangan, banyak kendala dari sisi teknis yang susah untuk dikontrol. Contonya masih banyak masyarakat yang menganggap virus ini hanya flu biasa pada akhirnya mereka tidak memakai masker ketika berkegiatan.

Pemerintah kabupaten Bantul dengan dimotori Dinas Kesehatan Bantul bergerak untuk melakukan rapid test massal di tempat yang menghimpun banyak orang didalamnya. Salah satunya pasar yang tentu kita tahu pasar merupakan tempat dengan mobilitas manusia yang cukup tinggi. Hasilnya beberapa pedagang ada yang reaktif.

Puskesmas Kretek pada tanggal 7 dan 8, 14 dan 16 Juli 2020 dibantu oleh Gugus tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Kretek melakukan rapid test massal kepada pedagang Pasar Angkruksari Kretek. Sasaran pedagang sejumlah 467 orang. Pada rapid hari pertama sejumlah 445 pedagang berhasil terjaring dan hasilnya 1 pedagang reaktif. Yang bersangkutan kemudian diarahkan untuk melakukan swab di RSLKC Bambanglipuro.

 Pedagang yang Kembali untuk melakukan rapid kedua mengalami penurunan, padahal rapid test harus dilakukan 2 kali degan jarak sekitar satu minggu. Hasil rapid ke dua ditemukan lagi 1 pedagang reaktif. Total 2 pedagang reaktif hasil rapid test di Pasar Angkruksari.

Melihat animo pedagang yang tidak melakukan rapid kedua cukuplah banyak, maka keberhasilan program ini tidak sampai 100%. Kembali lagi kepada sulitnya mengajak masyarakat aware terhadap Kesehatan. Sebuah tantangan bagi pemangku kebijakan maupun masyarakat sendiri untuk intropeksi. Karena masalah dari Covid ini tidak hanya Kesehatan namun mencakup aspek sosial, karena banyak timbul stigma yang berakibat menjatuhkan mental penderita dan keluarga. Alangkah lebih indah ketika semua lapisan masyarakat saling mengerti. Simpati saja tidak cukup namun empati adalah kunci dari keadan di masa ini yang menuntut respon positif dan membangun. Mari bersama -sama untuk mematuhi protokol Kesehatan yang sudah dianjurkan Organisasi Kesehatan dunia untuk meningkatkan cuci tangan dengan sabun, memakai masker saat kegiatan, dan meningkatkan imun tubuh. Beri dukungan moral kepada penderita dan keluarganya, jangan dikucilkan. Kita berharap vaksin maupun obat segera ditemukan sehingga kita bisa berkegiatan seperti biasa.M%4��B

Kategori: Kegiatan Puskesmas

kretek

Pusat Kesehatan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Desain By : Jalighost