Pada hari Selasa, 23 Juli 2018 dilaksanakan Penyuluhan TB dari Tim Kesehatan Puskesmas Pajangan di salah satu rumah warga yaitu Bapak Sugeng di  Kembang Putihan.  Acara dihadiri oleh Tim kesehatan Puskesmas Pajangan yang dipimpin oleh Ketua Programer P2 TB Puskesmas Pajangan Bapak Ardjani, Amd. Kep dan Bidan Siti Markhasanah, Amd. Keb, serta ibu-ibu PKK selaku undangan.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Dusun Kembang Putihan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang pentingnya menjaga kesehatan karena kesehatan itu mahal. Beliau juga menghimbau warga apabila ada sosialisasi kesehatan agar antusias mengikuti untuk menambah ilmu pengetahuan tentang kesehatan. Serta beliau juga menghimbau warga agar bergaya hidup sehat.

Acara inti diisi oleh Bapak Ardjani, Amd.Kep yang menjelaskan tentang bahaya TB. Dalam penjelasannya Ardjani, Amd.Kep menjelaskan bahwa Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

Gejala dan Jenis Tuberkulosis

TB paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.

Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil TB yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita.

Basil TB yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil TB yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.

Penyebab dan Faktor Risiko Tuberkulosis

Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil tersebut menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap TB aktif.

Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TB yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok tersebut meliputi:

  1. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  2. Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
  3. Perokok.
  4. Pecandu narkoba.
  5. Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.

Proses Diagnosis Tuberkulosis

Tuberkulosis termasuk penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:

  1. Rontgen dada.
  2. Tes Mantoux.
  3. Tes darah.
  4. Tes dahak.

Pengobatan dan Pencegahan Tuberkulosis

Penyakit yang tergolong serius ini dapat disembuhkan jika diobati dengan benar. Langkah pengobatan yang dibutuhkan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu.

Sementara langkah utama untuk mencegah TB adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan.

Risiko Komplikasi Tuberkulosis

Apabila tidak diobati, bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidap. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  1. Nyeri tulang punggung.
  2. Meningitis.
  3. Kerusakan sendi.
  4. Gangguan hati, ginjal, atau jantung.
Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *