MINYAK SERAI WANGI SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK

sere

Ditulis oleh: Ristanti Apriyani, A.MKL. (Sanitarian Puskesmas Pandak I)

Maraknya kasus DBD di Indonesia membuat banyak produsen saling berlomba-lomba menciptakan produk pengusir nyamuk hingga alat dan obat yang dapat membunuh nyamuk dengan berbagai jenis produk dan merek.

Namun obat dan produk pegusir nyamuk yang banyak dijual dipasarran banyak mengandung bahan insektisida pembunuh serangga atau bahan kimia yang kurang ramah lingkungan. Sepertihalnya obat nyamuk yang dijual di pasaran banyak menggunakan bahan insektisida pembunuh serangga dan lotion anti nyamuk mengandung racun korosif bagi kulit. Sedangkan bahaya obat nyamuk bakar setara dengan 100 batang rokok. Dan beberapa dari kita mungkin langsung raktif tehadap obbat/lation antinyamuk yang membuat menjadi batuk, sesak nafas, kulit gatal atau ruam.

Salah satu solusi yang dapat diambil adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti tanaman yang memiliki kandungan dan bau ayang dapat mengusir nyamuk. Jenis tanaman yang dapat mengusir nyamuk nyang dapat tumbuh disekitar kita sangatlah banyak. Salah satunya yaitu serai wangi. Serai wangi merupakan tanaman yang mudah tumbuh dengan cepat dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Bahakan tanaman ini masih banyak ditemukan tumbuh liar di daerah pedesaan atau tumbuh subur di pekarangan rumah karena sengaja untuk di tanam.

Selain dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, serai wangi mengandung minyak asiri yang dalam dunia perdagangan disebut dengan citronella oil. Minyak sitronela ini digunakan sebagai pengusir serangga termasuk nyamuk. Biasanya digunakan oleh para petani ketika sedang berkerja di lading, yaitu dengan meremas daun dan menggosokkan langsung ke kulit atau dicampurkan dengan minyak kelapa.

Minyak atsiri dari daun serai rata-rata 0,7% (sekitar 0,5% pada musim hujan dan dapat mencaoai 1,2 % pada musim kemarau). Minyak sulingan serai wangi berwarna kuning pucat. Bahan aktif utama yang dihasilkan adalah senyawa aldehidehid (sitronelol-C10H6O) sebesar 30-40 %, senyawa alkohol (sitronelol-C10H20O dan geraniol, sitral, nerol, metal heptenon, dan dipentena.

Abu dari daun dan tangkaianya mengandung 49% silica yang merupakan penyebab desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus-menurus) pada kulit serangga sehingga menyebabkan serangga akan mati kering. Sitronrlol dan geraniol merupakan bajan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari oleh serangga termasuk nyamuk, sehingga penggunaan bahan-bahan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengusir nyamuak.

Pemanfaatan minyak atsiri dari serai wangi dapat dengan cara menggunakan sebagai tambahan pada pembuatan lilin aromaterapi, pencampuran pembuatan lotion sebagai abhan pengganti bahan aktif yang bisasanya ditambahkan pada lotion, atau dengan cara menggunakan minyak atsiri yang yang banyak dijual dan dioleskan pada kulit pada pagi dan sore hari untuk menghindar dari gigitan nyamuk.

TANGGULANGI PENYAKIT DBD DENGAN MEMUTUS SIKLUS HIDUP NYAMUK

nyamuk

Ditulis oleh: Ristanti Apriyani, A.MKL. (Sanitarian Puskesmas Pandak I

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh viruse dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Adeds aegypti dan Ades Albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan pendarahan-pendarahaan.

Penyakit demam berdarah banyak terjadi di daerah tropis dan sub teropis seperti di Indonesia. Indonesia memperoleh peringkat sebagai negara nomor 1 di Asia Tenggara terkait kasus penyakit demem dengue. Sedangkan di dunia Indonesia memperoleh urutan nomor 2 setelah Berazil.

Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, telah terjadi kasus demam berdarah dengue di 34 provinsi di Indoneia. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 871 penderita yang meninggal dunia. Pada tahun 2014, kasus demem dengue di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data yang dikumpulkan hingga pertengahan desmber 2014, telah terjadi 71.668 kasus dengan 641 orang di antaranya meninggal dunia.

Kejadian ini disebabkan oleh nyamuk Ades sp sebagai vektor utama penyebar virus dengue. Siklus hidup nyamuk Ades sp ini dari telur-jentik-pupa- nyamuk dewasa. Nyamuk Ades hanya membutuhkan waktu kurang lebih 12 hari untuk menetas menjadi nyamuk dewasa dari hari pertama kali telur diletakkan. Sedangkan nyamuk dewasa dapat hidup selama 2-3 bulan bila berada di kondisi suhu 24oC-28oC dan kelembaban 60-80 %. Nyamuk betina dewasa sekali bertelur sebayak 300 butir dan akan menetas setelah 2-3 hari. Apabila nyamuk bertelur di saat musim kemarau, telur dapat bertahan selama 6 bulan di tempat kering dan akan langsung menetas pada saat hujan turun.

Berdasarkan siklus hidup nyamuk, pengendalian nyamuk DBD yang dirasa paling efektif adalah pengendalian pada fase jentik. Karena pada fase ini, mudah untuk diinterfensi yaitu mudah dilihat dan ruang hidupnya terbatas. Langkah yang dapat diambil adalah pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dengan cara 3M Plus. 3M Plus adalah gerakan pemberantan sarang nyamuk dari Menguras, Mengubur, dan Menutup serta ditambah dengan kegiatan seperti memberikan obat bubuk pembunuh jentik 9abate) sesuai aturan di tempat-tempat yang sulit terjangkau dan tidak dapat dikuras, memelihara ikan di bak penampungan air sebagai predator alami jentik (ikanisasi),menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai, kemangi, dan lain-lain.

Oleh karena itu masyarakat dianjurkan untuk lebih sadar dan tanggap dalam menjaga lingkungannya secara bersama-sama sehingga perkembangbiakan nyamuk dapat ditekan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu tindakan nyata dalam memerangi kasus penyakit DBD.

MANFAAT CHLORINEDIFFUSER SEBAGAI DESINFEKTAN AIR SUMUR GALI

clorin

Ditulis oleh : Ristanti Apriyani, A.Md.KL (Sanitarian Puskesmas Pandak I)

Air merupakan kebutuhan pokok manusia dalam menunjang kehidupannya sehari-hari. Diterangkan dalam Uandang-Unadang RI No.7 Tahun 2014, air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat.

Manfaat air dalam kehidupan manusia sangat besar. Air dibutuhkan untuk keperluan air minum, kebutuhaan air untuk MCK, peribadatan hingga menyiram tanaman dalam sekala kecil di halaman rumah. Asumsi kebutuhan air domestik untuk daerah pedesaan membutuhkan sebesar 60 liter/orang/hari, sedangkan kebutuhan air domestic untuk kota metropolitan  membutuhkan sebesar >150 liter/orang/hari (Sudarmaji, 2014).

Namun semakin lama persediaan air yang ada secara kualitas dan kuantitas di alam semakin lama semakin menurun dikarenakan adanya proses pencemaran yang diakibatkan dari perbuatan manusia itu sendiri. Air tidak hanya memberikan manfaat dalam kelangsungan hidup manusia saja, namun air kini dapat digunakan oleh bakteri dan virus sebagai media penularan penyakit. Seperti cholera, disentri, diare, leptospirosis, dan lain-lain merupakan penyakit menular berbasis lingkungan.

Seperti halnya, masalah yang sering ditemukan di masyarakat berkaitan dengan kualitas air adalah jumlah bakteri E. coli yang tinggi pada air sumur yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit diare. Rendahnya kualitas air saat ini memaksa kita agar dapat melakukan pengolahan air sehingga dapat melakukan pengolahan air dengan tujuan membunuh kuman pathogen yang ada di dalam air.

Salah satu media yang dapat digunakan dalam pengolahan air bersih adalah dengan cara pembubuhan kaporit (Ca(OCl)2) ke dalam sumber air tercemar. Cara pembubuhan kaporit dapat dilakukan dengan cara secara langsung atau bertahap dengan menggunkan alat chlorine difusser.

Pembubuhan kaporit dengan cara menggunakan chlorine diffuser memiliki kelebihan yaitu kadar kaporit yang tercampur dalam air akan terurai secara perlahan sehingga kadar kaporit di awal hingga batas penggunaan kaporit rata-rata sama, tidak menimbulkan bau yang sangat menyengat pada penggunaan awal, dapat dengan mudah diterapkan oleh masyarakat umum.

Cara pembuatan chlorine diffuser sangatlah mudah. Siapkan pipa PVC ukuran 2 inchi dan 1 inchi dengan panjang masing-masing 50 cm dan 35 cm. Buatlah lubang sebanyak 5 titik dengan diameter 3 mm mengelilingi pipa. Siapkan pasir yang telah dicuci bersih dan kering. Lakukan pencamuran pasir dan kaporit dengan perbandingan 1: 1 (pasir: kaporit) kemudian isikan ke dalam pipa PVC 1 inchi. Masukkan pasir dan pipa PVC 1 inchi yang telah diisi ke dalam pipa PVC 2 inchi. Tutup menggunakan dop dan berilah tali sebagai pengait saat digunakan. Chlorine diffuser dapat digunakan dengan cara memasukkan ke dalam air sumur kira-kira 1 meter dari permukaan air.

Cara ini juga telah diterapkan di wilayah kerja Puskesmas Pandak I sebagai alternative pemecahan masalah yang ada. Hasil dari penggunaan chlorine diffuser ini dapat menurunkan bakteri coliforme hingga jauh di batas minimum untuk air bersih. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya masyarakat jangan takut dan ragu untuk melakukan pengolahan air secara mandiri dengan syarat penggunaan dan cara yang tepat. Sehingga dapat bersama-sama menjaga kesehatan dari diri sendiri.

PENDAFTARAN MANDIRI DI PUSKESMAS PANDAK I

Menindaklanjuti keluhan pelanggan mengenai lamanya proses pendaftaran maka Puskesmas Pandak I mencetuskan adanya inovasi berupa sistem “PENDAFTARAN MANDIRI”. Sistem Pendaftaran Mandiri ini mempersingkat waktu tunggu pasien dalam proses pendaftaran, dimana pasien datang ke anjungan pendaftaran mandiri langsung bisa memilih pelayanan yang dituju kemudian mendapatkan nomor antrian dan langsung menunggu panggilan dari unit pelayanan yang dituju.Untuk pasien baru atau tidak membawa kartu disediakan loket tersendiri untuk proses pencarian data dalam komputer. Setelah data telah dientry dan sudah dicetak kartu pasien bisa memilih pelayanan yang dituju lewat anjunga pendaftaran mandiri.

Langkah-langkah Pendaftaran Mandiri di Puskesmas Pandak I

alur-pendaftaran-mandiri

TAMPILAN NOMOR ANTRIAN DAN PANGGILAN PENDAFTARAN MANDIRI

panggilan

Panggilan pasien berdasarkan nomor urut dan Pelayanan yang dituju

JENIS DAN JADWAL PELAYANAN DI PUSKESMAS PANDAK I

 

Jenis-jenis pelayanan Puskesmas Pandak I

Jenis Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP/Kuratif/Pengobatan/Rawat Jalan/Rawat Inap)

No. Jenis Pelayanan
1. Pelayanan Umum :

  1. Pelayanan Kesehatan Umum
  2. Keterangan Sehat Dokter
  3. Rujukan (sesuai indikasi medis)
  4. Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis)
  5. Pelayanan Visum
2. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut:

  1. Konsultasi gigi
  2. Tumpatan Gigi (GIC,Light Cure/ LC)
  3. Cabut gigi (Decidui, Dewasa)
  4. Pembersihan karang gigi (scalling manual, dengan USS)
  5. Pembuatan gigi palsu (prothesa gigi)
3. Pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) :

  1. Pelayanan Ibu Hamil (ANC Terpadu)
  2. Pelayanan Ibu Nifas (Ibu Pasca Persalinan)
  3. Pelayanan Calon Pengantin
  4. Pelayanan KB
  5. Pelayanan Imunisasi
  6. Pelayanan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)
  7. Pelayanan IVA (Inspeksi Visual Acetat)
  8. Konseling ASI
4. Pelayanan Laboratorium:

  1. Pelayanan pemeriksaan darah lengkap (Hb, AL, HJL,AE, AT,Hmt)
  2. Pelayanan pemeriksaan KED/LED
  3. Pelayanan pemeriksaan CT, BT
  4. Pelayanan pemeriksaan golongan darah
  5. Pelayanan pemeriksaan kimia klinik (gula darah, asam urat, cholesterol, Trigliserid )
  6. Pelayanan pemeriksaan serologi ( Widal, HbsAg, IgG IgM Leptospira, IgG IgM dengue, NS-1)
  7. Pelayanan pemeriksaan mikrobiologi (BTA sputum)
  8. Pelayanan pemeriksaan urin lengkap /urin rutin
  9. Pelayanan pemeriksaan faeses rutin
  10. Pelayanan pemeriksaan malaria
  11. Pelayanan pemeriksaan kehamilan
  12. Pelayanan pemeriksaan narkoba Amphetamin dan Benzodiazepin
5. Pelayanan Fisioterapi

  1. Pijat bayi
  2. Senam hamil
  3. Pelayanan pada muskuloskeletal
  4. Pelayanan pada neuromuskuler
6. Pelayanan Konsultasi Gizi

  1. Pelayanan Gizi Rawat Jalan
  2. Pelayanan Gizi Rawat Inap
7. Pelayanan Konsultasi Kesehatan Lingkungan
8. Pelayanan Konsultasi  Promosi Kesehatan

  1. Berhenti Merokok
  2. PHBS
9. Pelayanan Farmasi/Obat:

  1. Pelayanan Resep
  2. PIO ( Pelayanan Informasi Obat)
10. Pelayanan Gawat Darurat
11. Rawat Inap dan Persalinan

 

Pelayanan Luar Gedung

 

1. Home Care
2. Pelayanan Ambulan Rujukan

 

  1. Jenis Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM/Promotif dan Preventif/UpayaPencegahan/Penyuluhan dan Pendidikan Kesehatan)
No. Jenis Pelayanan
1. Pelayanan Promosi Kesehatan:

  1. Pelayanan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
  2. UKK( Upaya Kesehatan Kerja )
  3. Kesehatan Indra
  4. Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat ( UKGM )
  5. TOGA dan Batra (Pengobatan Tradisional)
  6. UKBM ( Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat )
2. Pelayanan Kesehatan Lingkungan:

  1. Inspeksi Kesehatan Lingkungan
  2. Intervensi Kesehatan Lingkungan
  3. STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
3. Pelayanan KIA yang bersifat UKM:

  1. Upaya Kesehatan Ibu
  2. Upaya Kesehatan Neonatus dan Bayi
  3. Upaya Anak Balita dan Anak Sekolah
4. Pelayanan Gizi yang bersifat UKM

  1. Penyuluhan Gizi
  2. Pengelolaan Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu
  3. Intervensi Gizi
  4. Surveilans Gizi
  5. Pembinaan Gizi Institusi
  6. Kerjasama lintas sektor dan lintas program
5. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit:

  1. TB
  2. ISPA
  3. Diare
  4. DBD
  5. Surveilans
  6. PTM
  7. Imunisasi
6. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
7. Pelayanan Kesehatan Jiwa
8. Pelayanan Kesehatan Lansia

 

  1. Pelayanan Jaringan puskesmas
No. Jenis Pelayanan
1. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu)   Ngaran & Pos Pasar Pijenan
2. Pelayanan Puskesmas Keliling & Posyandu

cci10312016_0002

cci10312016

JADWAL PELAYANAN

Jadwal Pelayanan UKP

No Jenis Pelayanan Waktu
Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu
PENDAFTARAN 07.30 – 12.00 07.30 – 12.00 07.30 – 12.00 07.30 – 12.00 07.30 – 11.00 07.30 – 11.30
1 Pelayanan Umum :
  1. Pelayanan Kesehatan Umum
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Keterangan Sehat Dokter
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Rujukan (sesuai indikasi medis)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan Visum
Sesuai adanya kasus
  1. Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis)
Setiap tanggal 1 dan 4 setiap bulannya  ( 08.00 – 12.00 WIB)
2 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut:
  1. Konsultasi gigi
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Tumpatan Gigi (GIC,Light Cure/ LC)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Cabut gigi (Decidui, Dewasa)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pembersihan karang gigi (scalling manual, dengan USS)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pembuatan gigi palsu (prothesa gigi)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
3 Pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) :
  1. Pelayanan Ibu Hamil (ANC Terpadu)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan Ibu Nifas (Ibu Pasca Persalinan)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan Calon Pengantin
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan KB
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 khusus IUD dan Implant 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 13.30 khusus IUD dan Implant
  1. Pelayanan Imunisasi
08.00 – 13.30
  1. Pelayanan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan IVA (Inspeksi Visual Acetat)
08.00 – 13.30
4 Pelayanan Laboratorium:
  1. Pelayanan pemeriksaan darah lengkap (Hb, AL, HJL,AE, AT,Hmt)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan KED/LED
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan CT, BT
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan golongan darah
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan kimia klinik (gula darah, asam urat, cholesterol, Trigliserid )
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan serologi ( Widal, HbsAg, IgG IgM Leptospira, IgG IgM dengue, NS-1)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan mikrobiologi (BTA sputum)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan urin lengkap /urin rutin
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan faeses rutin
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan malaria
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan kehamilan
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pemeriksaan narkoba Amphetamin dan Benzodiazepin
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
5 Pelayanan Fisioterapi
  1. Pijat bayi
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Senam hamil
08.00 – 13.30
  1. Pelayanan pada muskuloskeletal
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. Pelayanan pada neuromuskuler
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
6 Pelayanan Konsultasi Gizi 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
Pelayanan Konsultasi Kesehatan Lingkungan 08.00 – 13.30
Pelayanan Konsultasi Promkes
  1. Berhenti Merokok
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30
  1. PHBS
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30
7 Pelayanan Farmasi/Obat:
  1. Pelayanan Resep
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
  1. PIO ( Pelayanan Informasi Obat)
08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 13.30 08.00 – 11.30 08.00 – 12.30
8 Pelayanan Gawat Darurat 24 JAM
9 Rawat Inap dan Persalinan 24 JAM

20161101_082833

Study Banding Dinas Provinsi Banten di Puskesmas Pandak 1

Guna pemantapan SIK di provinsi Banten mengadakan study banding di Yogyakarta. Puskesmas Pandak 1 menjadi salah satu yang dikunjungi. Rombongan datang sebanyak 22 peserta yang berasal dari dinas kesehatan kabupaten dan puskesmas di provinsi Banten. Acara dimulai dengan sambutan dan perkenalan.rps20141127_134150rps20141127_134218Selanjutnya pemaparan disampaikan oleh kabid program dinkes kab bantul mengenai SIK di Kabupaten Bantul dan kepala puskesmas pandak 1 mengenai pelaksanaan ihis. Acara dilanjutkan dengan diskusi.rps20141127_134258rps20141127_135009

Setelahdiskusi selesai  diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan,baik dari kabupaten bantul maupun kabupaten bantenrps20141127_135037

Dengan kunjungan ini puskesmas pandak 1 juga mempunyai pengalaman baru mengenai sik yang pada kenyataanya kita masih harus banyak yang diperbaiki dan ditingkatkan.

 

 

Gagrak Ngayogyakarta @Puskesmas Pandak 1

Seiring perkembangan zaman kebudayaan cenderung dilupakan. Untuk menumbuhkan kembali kecintaan kita pada budaya kita sendiri Kabupaten Bantul mengeluarkan peraturan bupati mengenai seragam dinas. Dimana setiap tanggal 20 setiap bulannya pegawai di seluruh kabupaten bantul diwajibkan menggunakan seragam adat jawa. Pada tanggal 20 oktober 2014 ini seluruh karyawan puskesmas pandak 1 menggunakan seragam jawa. rps20141020_114548Walau dengan seragam jawa seluruh karyawan tetap bisa melayani pasien seperti hari biasa. Kebijakan ini semoga dapat menambah kecintaan kita kepada budaya kita dan kepada yogyakarta yang selalu istimewa.rps20141020_115029

Pemaparan Pcare BPJS Puskesmas Pandak 1

Dengan adanya BPJS kesehatan tahun 2014 ini faskes primer diharuskan melakukan entry data pelayanan pasien ke dalam sistem Pcare BPJS. Sehubungan dengan hal tersebut puskesmas pandak 1 mengadakan pelatihan internal mengenai entry data Pcare. Acara tersebut dihadiri oleh semua karyawan puskesmas. Pelatihan ini diadakan di aula puskesmas pada tanggal 16 oktober 2015 pukul 12.00 WIB.rps20141017_080334   Peserta pelatihan Pcare Puskesmas Pandak 1 Materi diberikan oleh petugas yang telah mendapatkan pelatihan dari BPJS. Adapun ruang lingkup pelatihan mulai dari proses pendaftaran, pelayanan di bp umum,gigi,kia, obat dan laboratorium. Meskipun banyak kendala dimana aplikasi Pcare ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan namun semua karyawan puskesmas pandak 1 cukup antusias mengikuti pelatihan ini. Setiap poli mencoba entry satu persatu.rps20141017_080544 rps20141017_080511Semoga dengan pelatihan ini pada tahun 2015 semua pelayanan di puskesmas pandak 1 sudah dientry dalam aplikasi Pcare.

Alur Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

JIKA BERKUNJUNG ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat, tentu ada perbedaan alur pelayanan yang harus diikuti, khususnya antara puskesmas rawat jalan dan puskesmas rawat inap (perawatan). Perbedaan utama alur pelayanan tergantung pada kasus yang bersifat darurat (emergency) seperti: serangan penyakit akut, kecelakaan lalulintas. Kondisi seperti ini kemungkinan tidak mengikuti alur baku, bisa langsung menuju ruang gawat darurat atau ruang tindakan yang terdapat di puskesmas. Bila keadaannya normal dan wajar  saja, maka pada umumnya, pengunjung puskesmas, harus mengikuti prosedur alur pelayanan standar rawat jalan, seperti paparan ringkas berikut ini.

1. MENDAFTARKAN IDENTITAS PASIEN DI RUANG LOKET/KARTU

  • Pengunjung harus mendaftarkan diri di loket/kartu agar tercatat dalam kartu kunjungan pasien, dengan menunjukkan kartu identitas (KTP, askes, jamkesmas) yang masih berlaku

2. MENUNGGU GILIRAN PANGGILAN DI RUANG TUNGGU

  • Silakan menuju ruang tunggu puskesmas, menanti giliran panggilan pelayanan yang diperlukan

 

3. MENUJU RUANG PERIKSA PELAYANAN RAWAT JALAN

  • Setelah mendapatkan giliran dipanggil oleh petugas, pasien diarahkan langsung menuju tempat pemeriksaan dokter (poli umum atau poli gigi) sesuai keluhan yang dialaminya.

4. MENGAMBIL RESEP OBAT DI RUANG APOTEK

  • Pengunjung yang mendapatkan resep obat, setelah diperiksa dokter, dimohon menunggu dengan sabar, pelayanan obat yang bisa ditebus langsung di ruangan apotek puskesmas.

5. MENINGGALKAN RUANGAN PUSKESMAS

JANGKAUAN PELAYANAN puskesmas rawat jalan terbatas kepada pelayanan medis sederhana, atau pelayanan kesehatan dasar (yankesdas). Tahap penanganan kasus selanjutnya melalui mekanisme pelayanan rujukan menuju pusat layanan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah. Biasanya alur pelayanan pasien terdapat dan terpasang juga di setiap unit ruangan puskesmas. Para pengunjung bisa membaca dan menanyakan lebih lanjut kepada petugas puskesmas yang dikunjungi. Pola alur pelayanan standar puskesmas rawat jalan ini, biasanya dikembangkan sesuai dengan kondisi pelayanan setiap puskesmas, agar para pengunjung bisa mendapatkan pelayanan yang terbaik