clorin

Ditulis oleh : Ristanti Apriyani, A.Md.KL (Sanitarian Puskesmas Pandak I)

Air merupakan kebutuhan pokok manusia dalam menunjang kehidupannya sehari-hari. Diterangkan dalam Uandang-Unadang RI No.7 Tahun 2014, air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat.

Manfaat air dalam kehidupan manusia sangat besar. Air dibutuhkan untuk keperluan air minum, kebutuhaan air untuk MCK, peribadatan hingga menyiram tanaman dalam sekala kecil di halaman rumah. Asumsi kebutuhan air domestik untuk daerah pedesaan membutuhkan sebesar 60 liter/orang/hari, sedangkan kebutuhan air domestic untuk kota metropolitan  membutuhkan sebesar >150 liter/orang/hari (Sudarmaji, 2014).

Namun semakin lama persediaan air yang ada secara kualitas dan kuantitas di alam semakin lama semakin menurun dikarenakan adanya proses pencemaran yang diakibatkan dari perbuatan manusia itu sendiri. Air tidak hanya memberikan manfaat dalam kelangsungan hidup manusia saja, namun air kini dapat digunakan oleh bakteri dan virus sebagai media penularan penyakit. Seperti cholera, disentri, diare, leptospirosis, dan lain-lain merupakan penyakit menular berbasis lingkungan.

Seperti halnya, masalah yang sering ditemukan di masyarakat berkaitan dengan kualitas air adalah jumlah bakteri E. coli yang tinggi pada air sumur yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit diare. Rendahnya kualitas air saat ini memaksa kita agar dapat melakukan pengolahan air sehingga dapat melakukan pengolahan air dengan tujuan membunuh kuman pathogen yang ada di dalam air.

Salah satu media yang dapat digunakan dalam pengolahan air bersih adalah dengan cara pembubuhan kaporit (Ca(OCl)2) ke dalam sumber air tercemar. Cara pembubuhan kaporit dapat dilakukan dengan cara secara langsung atau bertahap dengan menggunkan alat chlorine difusser.

Pembubuhan kaporit dengan cara menggunakan chlorine diffuser memiliki kelebihan yaitu kadar kaporit yang tercampur dalam air akan terurai secara perlahan sehingga kadar kaporit di awal hingga batas penggunaan kaporit rata-rata sama, tidak menimbulkan bau yang sangat menyengat pada penggunaan awal, dapat dengan mudah diterapkan oleh masyarakat umum.

Cara pembuatan chlorine diffuser sangatlah mudah. Siapkan pipa PVC ukuran 2 inchi dan 1 inchi dengan panjang masing-masing 50 cm dan 35 cm. Buatlah lubang sebanyak 5 titik dengan diameter 3 mm mengelilingi pipa. Siapkan pasir yang telah dicuci bersih dan kering. Lakukan pencamuran pasir dan kaporit dengan perbandingan 1: 1 (pasir: kaporit) kemudian isikan ke dalam pipa PVC 1 inchi. Masukkan pasir dan pipa PVC 1 inchi yang telah diisi ke dalam pipa PVC 2 inchi. Tutup menggunakan dop dan berilah tali sebagai pengait saat digunakan. Chlorine diffuser dapat digunakan dengan cara memasukkan ke dalam air sumur kira-kira 1 meter dari permukaan air.

Cara ini juga telah diterapkan di wilayah kerja Puskesmas Pandak I sebagai alternative pemecahan masalah yang ada. Hasil dari penggunaan chlorine diffuser ini dapat menurunkan bakteri coliforme hingga jauh di batas minimum untuk air bersih. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya masyarakat jangan takut dan ragu untuk melakukan pengolahan air secara mandiri dengan syarat penggunaan dan cara yang tepat. Sehingga dapat bersama-sama menjaga kesehatan dari diri sendiri.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *