MINYAK SERAI WANGI SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK

sere

Ditulis oleh: Ristanti Apriyani, A.MKL. (Sanitarian Puskesmas Pandak I)

Maraknya kasus DBD di Indonesia membuat banyak produsen saling berlomba-lomba menciptakan produk pengusir nyamuk hingga alat dan obat yang dapat membunuh nyamuk dengan berbagai jenis produk dan merek.

Namun obat dan produk pegusir nyamuk yang banyak dijual dipasarran banyak mengandung bahan insektisida pembunuh serangga atau bahan kimia yang kurang ramah lingkungan. Sepertihalnya obat nyamuk yang dijual di pasaran banyak menggunakan bahan insektisida pembunuh serangga dan lotion anti nyamuk mengandung racun korosif bagi kulit. Sedangkan bahaya obat nyamuk bakar setara dengan 100 batang rokok. Dan beberapa dari kita mungkin langsung raktif tehadap obbat/lation antinyamuk yang membuat menjadi batuk, sesak nafas, kulit gatal atau ruam.

Salah satu solusi yang dapat diambil adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti tanaman yang memiliki kandungan dan bau ayang dapat mengusir nyamuk. Jenis tanaman yang dapat mengusir nyamuk nyang dapat tumbuh disekitar kita sangatlah banyak. Salah satunya yaitu serai wangi. Serai wangi merupakan tanaman yang mudah tumbuh dengan cepat dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Bahakan tanaman ini masih banyak ditemukan tumbuh liar di daerah pedesaan atau tumbuh subur di pekarangan rumah karena sengaja untuk di tanam.

Selain dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, serai wangi mengandung minyak asiri yang dalam dunia perdagangan disebut dengan citronella oil. Minyak sitronela ini digunakan sebagai pengusir serangga termasuk nyamuk. Biasanya digunakan oleh para petani ketika sedang berkerja di lading, yaitu dengan meremas daun dan menggosokkan langsung ke kulit atau dicampurkan dengan minyak kelapa.

Minyak atsiri dari daun serai rata-rata 0,7% (sekitar 0,5% pada musim hujan dan dapat mencaoai 1,2 % pada musim kemarau). Minyak sulingan serai wangi berwarna kuning pucat. Bahan aktif utama yang dihasilkan adalah senyawa aldehidehid (sitronelol-C10H6O) sebesar 30-40 %, senyawa alkohol (sitronelol-C10H20O dan geraniol, sitral, nerol, metal heptenon, dan dipentena.

Abu dari daun dan tangkaianya mengandung 49% silica yang merupakan penyebab desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus-menurus) pada kulit serangga sehingga menyebabkan serangga akan mati kering. Sitronrlol dan geraniol merupakan bajan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari oleh serangga termasuk nyamuk, sehingga penggunaan bahan-bahan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengusir nyamuak.

Pemanfaatan minyak atsiri dari serai wangi dapat dengan cara menggunakan sebagai tambahan pada pembuatan lilin aromaterapi, pencampuran pembuatan lotion sebagai abhan pengganti bahan aktif yang bisasanya ditambahkan pada lotion, atau dengan cara menggunakan minyak atsiri yang yang banyak dijual dan dioleskan pada kulit pada pagi dan sore hari untuk menghindar dari gigitan nyamuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *