TANGGULANGI PENYAKIT DBD DENGAN MEMUTUS SIKLUS HIDUP NYAMUK

nyamuk

Ditulis oleh: Ristanti Apriyani, A.MKL. (Sanitarian Puskesmas Pandak I

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh viruse dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Adeds aegypti dan Ades Albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan pendarahan-pendarahaan.

Penyakit demam berdarah banyak terjadi di daerah tropis dan sub teropis seperti di Indonesia. Indonesia memperoleh peringkat sebagai negara nomor 1 di Asia Tenggara terkait kasus penyakit demem dengue. Sedangkan di dunia Indonesia memperoleh urutan nomor 2 setelah Berazil.

Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, telah terjadi kasus demam berdarah dengue di 34 provinsi di Indoneia. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 871 penderita yang meninggal dunia. Pada tahun 2014, kasus demem dengue di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data yang dikumpulkan hingga pertengahan desmber 2014, telah terjadi 71.668 kasus dengan 641 orang di antaranya meninggal dunia.

Kejadian ini disebabkan oleh nyamuk Ades sp sebagai vektor utama penyebar virus dengue. Siklus hidup nyamuk Ades sp ini dari telur-jentik-pupa- nyamuk dewasa. Nyamuk Ades hanya membutuhkan waktu kurang lebih 12 hari untuk menetas menjadi nyamuk dewasa dari hari pertama kali telur diletakkan. Sedangkan nyamuk dewasa dapat hidup selama 2-3 bulan bila berada di kondisi suhu 24oC-28oC dan kelembaban 60-80 %. Nyamuk betina dewasa sekali bertelur sebayak 300 butir dan akan menetas setelah 2-3 hari. Apabila nyamuk bertelur di saat musim kemarau, telur dapat bertahan selama 6 bulan di tempat kering dan akan langsung menetas pada saat hujan turun.

Berdasarkan siklus hidup nyamuk, pengendalian nyamuk DBD yang dirasa paling efektif adalah pengendalian pada fase jentik. Karena pada fase ini, mudah untuk diinterfensi yaitu mudah dilihat dan ruang hidupnya terbatas. Langkah yang dapat diambil adalah pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dengan cara 3M Plus. 3M Plus adalah gerakan pemberantan sarang nyamuk dari Menguras, Mengubur, dan Menutup serta ditambah dengan kegiatan seperti memberikan obat bubuk pembunuh jentik 9abate) sesuai aturan di tempat-tempat yang sulit terjangkau dan tidak dapat dikuras, memelihara ikan di bak penampungan air sebagai predator alami jentik (ikanisasi),menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai, kemangi, dan lain-lain.

Oleh karena itu masyarakat dianjurkan untuk lebih sadar dan tanggap dalam menjaga lingkungannya secara bersama-sama sehingga perkembangbiakan nyamuk dapat ditekan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu tindakan nyata dalam memerangi kasus penyakit DBD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *