BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90. Dari hasil pelaksanaan PISPK di Dusun Kadisoro, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul tahun 2019 didapatkan jumlah penderita hipertensi yang tinggi pada warga Kadisoro. Begitu juga pada hasil survey PHBS yang dilakukan di Kadisoro tahun 2019.

Pada penelitian dan kajian sebelumnya telah dilakukan kajian tentang penderita hipertensi di Kadisoro dengan kebiasaan merokok. Ternyata hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah perokok di Kadisoro berbanding lurus dengan jumlah penderita hipertensi di Kadisoro ( jumlah penderita hipertensi banyak, jumlah perokok juga banyak ).

Menurut dr Tuti Aswani , M.SI (PADK Kemenkes ), makan sayur dan buah dapat mencegah dari berbagai penyakit seperti : penyakit jantung coroner, hipertensi, stroke, dan kanker. Hipertensi dapat dicegah dengan konsumsi sayur dan buah yang cukup. Konsumsi sayur dan buah yang cukup  adalah jika dalam 1 hari bisa mengkonsumsi sayur dan buah 5 porsi, bisa 3 porsi buah dan 2 porsi sayur atau 3 porsi sayur dan 2 porsi buah.

B. Perumusan Masalah

Hipertensi merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Hipertensi juga merupakan masalah kesehatan di Puskesmas Pandak 1. Jumlah kunjungan penderita hipertensi di Puskesmas Pandak 1 sejak Januari 2020 sampai Agustus 2020 tercatat 3.474 kunjungan. Kadisoro adalah salah satu dusun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pandak1. Wilayah kerja Puskesmas Pandak 1 terdiri atas Desa Wijirejo dan Desa Gilangharjo. Dusun Kadisoro berada di wilayah Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Jumlah penderita hipertensi di Dusun Kadisoro menurut data hasil kunjungan PISPK dan survey PHBS tahun 2019 terdapat 168 keluarga ( dari 478 KK ). Tingginya jumlah keluarga yang menderita hipertensi di Dusun Kadisoro ini akan penulis kaji dengan jumlah keluarga yang mengkonsumsi sayur dan buah tiap hari.

Hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak diobati secara rutin dan teratur. Komplikasi yang bisa terjadi antara lain stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Tentunya hal ini akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas bagi penderita hipertensi, sehingga penderita hipertensi harus betul- betul diedukasi untuk kontrol teratur, minum obat rutin dan teratur, dan melaksanakan kegiatan serta menghindari hal- hal yang sudah dianjurkan oleh dokter dan atau tenaga kesehatan lainnya.

C. Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian dan kajian ini adalah untuk membuktikan bahwa kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi.

Secara lebih khusus, tujuan kajian ini adalah untuk meneliti apakah tingginya jumlah penderita hipertensi di Dusun Kadisoro berkaitan dengan kurangnya konsumsi sayur dan buah masyarakat warga Dusun Kadisoro.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian dan kajian ini adalah untuk membuktikan bahwa kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit hipertensi.

Manfaat secara khusus, kajian ini dapt dijadikan dasar dan bukti saat melaksanakan edukasi kepada masyarakat baik oleh penulis maupun oleh tenaga kesehatan lain bahwa kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit hipertensi pada seorang individu, sehingga penting sekali untuk mengkonsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup setiap harinya agar terhindar dari penyakit hipertensi dan berbagai komplikasinya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Biasanya hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah lebih atau sama dengan 140/90 mmHg.

Hipertensi dapat diketahui dengan memeriksa tekanan darah. Tekanan darah adalah  kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh, yaitu pembuluh darah utama dalam tubuh. Hasil tekanan darah ada dua yaitu sistolik (tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi) dan diastolik (tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.

Faktor resiko yang dapat menimbulkan hipertensi antara lain adalah :

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Mengkonsumsi banyak garam
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki keluarga dengan hipertensi ( factor genetik )
  • Kurang makan sayur dan buah
  • Jarang berolahraga
  • Minum terlalu banyak kopi atau minuman lain yang banyak mengandung kafein
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras
  • Merokok

   Ada dua macam hipertensi yaitu : hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

  1. Hipertensi primer. Hipertensi ini tidak diketahui penyebabnya dan cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun- tahun.
  2. Hipertensi sekunder. Hipertensi ini disebabkan karena seseorang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya. Beberapa kondisi dan obat- obatan yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder antara lain adalah : obstruktif sleep apnea (OSA), masalah ginjal, tumor adrenal, masalah tiroid, cacat bawaan pembuluh darah, obat-obatan (pil KB, dekongestan, kokain, amfetamin ).

Hipertensi sering kali tidak bergejala, namun bisa juga bergejala. Gejala yang muncul akibat hipertensi antara lain :

  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Terjadi masalah dalam penglihatan ( kabur )
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Aritmia ( detak jantung tidak teratur )
  • Adanya darah dalam urine

Komplikasi yang bisa terjadi antara lain : gagal jantung dan serangan jantung,  aneurisma, gagal ginjal, stroke, retinopati pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya hipertensi adalah dengan cukup makan sayur dan buah setiap hari. Konsumsi sayur dan buah yang cukup setiap hari adalah 5 porsi, bisa dengan 3 porsi sayur dan 2 porsi buah, atau 3 porsi buah dan 2 porsi sayur. Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting  karena sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, serta sayur dan buah mengandung serat yang tinggi. Serat berfungsi untuk memelihara usus. Serat tidak dicerna oleh pencernaan sehingga serat tidak menghasilkan tenaga dan dibuang melalui tinja. Serat tidak untuk mengenyangkan tetapi dapat menunda pengosongan lambung sehingga orang tidak cepat lapar. Manfaat makanan berserat antara lain adalah :

  • Mencegah diabetes dan membantu mengontrol kadar gula darah
  • Melancarkan buang air besar
  • Membantu mencapai berat badan normal sehingga membantu menurunkan tekanan darah ( 0besitas atau kegemukan adalah salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi )
  • Membantu proses detoksifikasi ( pembersihan racun )
  • Membuat awet muda
  • Memperindah rambut, kulit, dan kuku
  • Membantu mengatasi anemia
  • Mencegah kanker
  • Membantu perkembangan bakteri yang baik dalam usus
  • Menurunkan kadar kolesterol

Sayur harus dimakan 2 porsi setiap hari dengan ukuran satu porsi sama dengan satu mangkok sayuran segar atau setengah mangkok sayuran matang. Sebaiknya sayuran dimakan segar atau dikukus, karena jika direbus cenderung melarutkan vitamin dan mineral. Buah- buahan harus dimakan 2-3 kali sehari. Lebih baik makan berbagai macam buah karen akan memperkaya variasi zat gizi yang terkandung dalam buah.

Semua sayur bagus untuk dimakan terutama yang berwarna ( hijau tua, kuning, dan oranye ) seperti bayam, kangkung, katuk, wortel, kacang panjang, selada hijau, atau daun singkong. Buah dan sayur sebaiknya dipilih yang bebas dari pestisida dan zat berbahaya lainnya. Biasanya ciri- ciri sayur dan buah yang baik ada sedikit lubang bekas dimakan ulat dan tetap segar

B. Kerangka Teori

HIPERTENSI

  1. PRIMER                                                               2. SEKUNDER

       GENETIK                                                                         GINJAL

      OBESITAS                                                                       VASCULAR

      USIA                                                                      KELAINAN ENDOKRIN

    KEBIASAAN HIDUP : Konsumsi tinggi garam                       SARAF

                                           Makan berlebihan                               OBAT

                                           Stres

                                           Merokok

                                            Minum alcohol

                                            Kurang aktivitas fisik

                                            Kurang konsumsi sayur dan buah

C. Kerangka Konsep

Variabel independen:                                                           Variabel dependen:

Konsumsi sayur dan buah                                                             Hipertensi

                                                               Faktor yang mempengaruhi hipertensi:

                                                               Genetik, obesitas, usia

                                                                Kebiasaan hidup:

                                                                Konsumsi tinggi garam, stress

                                                                Makan berlebihan

                                                                 Merokok, minum alkohol

                                            Kurang konsumsi sayur dan buah (yang diteliti)

                                                                  Kurang aktivitas fisik

D. Pertanyaan Penelitian

Benarkah kurangnya konsumsi sayur dan buah terbukti meningkatkan resiko kejadian hipertensi pada keluarga di Dusun Kadisoro?

E. Hipotesis

Kurangnya konsumsi sayur dan buah akan mempengaruhi kejadian hipertensi, yaitu dapat memicu terjadinya hipertensi. Masyarakat yang kurang mengonsumsi sayur dan buah, maka kemungkinan angka kejadian hipertensinya juga tinggi.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik yaitu mengkaji tentang konsumsi sayur dan buah terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat warga Dusun Kadisoro Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Data diambil dari hasil kunjungan PISPK oleh petugas kesehatan Puskesmas Pandak 1 dan survey PHBS oleh kader kesehatan Dusun Kadisoro tahun 2019. Dari data yang ada kemudian dikaji apakah ada hubungan antara kejadian hipertensi dengan jumlah konsumsi sayur dan buah pada masyarakat di Kadisoro.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kajian tentang kasus hipertensi dan kebiasaan konsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup dilakukan pada masyarakat Dusun Kadisoro Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Dusun Kadisoro merupakan salah satu dusun di wilayah kerja Puskesmas Pandak 1. Data diambil dari hasil kunjungan PISPK yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Pandak 1 dan dari hasil survey PHBS tahun 2019 yang dilakukan oleh kader kesehatan di Dusun Kadisoro.

Tabel data hasil kunjungan PIS PK dan survey PHBS tahun 2019 di Kadisoro

No   Satuan Kadisoro
1 Diagnosis hipertensi KK 168 (35,15%)
2 Kebiasaan makan sayur dan buah Rumah 140 (36,5%)

Dari tabel tersebut tercatat bahwa kejadian hipertensi pada warga Kadisoro lumayan tinggi, yaitu sekitar 35,15 %. Dan kebiasan untuk konsumsi sayur dan buah juga relatif rendah, yaitu sekitar 36,5 %.  Total jumlah KK di Kadisoro ada 478 KK.

Tingginya penderita hipertensi di Kadisoro ini perlu mendapatkan perhatian serius, karena hipertensi merupakan faktor resiko terjadinya penyakit stroke, gagal ginjal, gagal jantung, dan dapat menimbulkan kebutaan. Edukasi untuk melakukan pemeriksaan rutin, minum obat teratur, dan menghindari hal- hal yang dapat meningkatkan tekanan darah perlu terus dilakukan. Hal- hal yang dapat menurunkan tekanan darah juga perlu untuk disampaikan kepada masyarakat.

Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan kajian antara hipertensi dan kebiasaan merokok di Kadisoro, dan hasilnya memang jumlah perokok aktif di Kadisoro juga tinggi. Merokok merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi. Kurang konsumsi sayur dan buah juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi. Dari hasil survey PHBS didapatlkan jumlah keluarga yang memiliki kebiasaan konsumsi sayur dan buah tiap hari hanya ada 36,5 %. Angka ini tentunya terlalu rendah, karena dalam indikator PHBS rumah tangga, seharusnya setiap keluarga mengonsumsi  sayur dan buah tiap hari dengan jumlah yang cukup, yaitu 5 porsi ( boleh 2 porsi buah dan 3 porsi sayur atau 3 porsi buah dan 2 porsi sayur dalam sehari). Konsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup tiap hari ini penting karena selain dapat mencegah hipertensi, konsumsi sayur dan buah ini juga dapat mencegah kejadian dislipdemia ( kadar kolesterol dan trigliserida darah yang tinggi). Konsumsi sayur dan buah dalam jumlah yang cukup tiap hari penting untuk mencegah terjadinya serangan jantung dan hipertensi, di mana  hipertensi ini merupakan faktor resiko terjadinya serangan stroke, gagal ginjal, gagal jantung, dan kebutaan pada seorang individu. Kandungan sayur dan buah yang kaya akan Kalium dapat menurunkan tekanan darah pada seseorang yang menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Serat dalam sayur dan buah dapat memperlancar buang air besar, mencegah sembelit, mencegah diabetes mellitus, menurunkan berat badan, membantu proses pembersihan racun atau detoksifikasi, membuat awet muda, mencegah kanker, memperindah rambut, kulit, dan kuku, membantu mengatasi anemia (kurang darah), dan membantu perkembangan bakteri yang baik dalam usus. Sayur dan buah juga mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Vitamin A untuk pemeliharaan kesehatan mata, vitamin D untuk kesehatan tulang, vitamin E untuk kesuburan dan awet muda, vitamin K untuk pembekuan darah, vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, vitamin B untuk mencegah beri- beri, vitamin B12 untuk meningkatkan nafsu makan.

Sayur harus dimakan 2 porsi setiap hari, dengan ukuran 1 porsi sama dengan satu mangkuk sayuran segar atau setengah mangkuk sayuran matang. Sebaiknya sayuran dimakan segar atau dikukus, karena jika direbus cenderung melarutkan vitamin dan mineral.

Buah- buahan harus dimakan 2-3 kali sehari. Contohnya, setiap kali makan setengah mangkuk buah yang diiris, satu gelas jus atau satu buah jeruk, apel, jambu biji atau pisang. Sebaiknya memakan berbagai macam buah karena akan memperkaya variasi zat gizi yang terkandung dalam buah.

Semua sayur bagus untuk dimakan terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning, dan oranye) seperti bayam, kangkung, daun katuk, wortel, kacang panjang, selada hijau, atau daun singkong. Semua buah juga bagus untuk dimakan, terutama yang berwarna (merah, kuning) seperti manga, papaya, jeruk, jambu biji, atau apel. Buah- buah ini lebih banyak kandungan vitamin, mineral, dan seratnya.

Buah dan sayur yang dikonsumsi harus bebas dari pestisida dan zat berbahaya lainnya. Biasanya ciri-ciri buah dan sayur yang baik ada sedikit lubang bekas dimakan ulat dan tetap segar.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini mengambil data dari hasil kunjungan PISPK dan hasil survey PHBS oleh kader kesehatan. Data yang ada kemudian dikaji, yaitu apakah kejadian hipertensi memang ada kaitannya dengan kurangnya konsumsi sayur dan buah. Hasil kajian memang terbukti bahwa kejadian hipertensi pada masyarakat di Kadisoro tinggi, yaitu sekitar 35,15 %. Tetapi angka ini bukan angka mutlak individu, melainkan angka kejadian dalam rumah tangga (KK). Data juga menunjukkan bahwa kebiasaan makan buah dan sayur pada masyarakat Kadisoro masih rendah, yaitu sekitar 36,5 %.tetapi angka ini pun bukan angka mutlak individu, melainkan angka kebiasaan dalam rumah tangga (KK).

Penelitian ini juga hanya mengambil data secara garis besar di populasi masyarakat Kadisoro yang ruang lingkupnya tidak luas, sehingga perlu dilakukan penelitian-penelitian lagi di dusun-dusun yang lain.

Pengambilan data dalam penelitian ini juga tidak secara khusus, dalam arti yang menderita hipertensi tidak digali lebih lanjut apakah yang bersangkutan mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup setiap harinya. Jadi hanya berdasar hasil survey secara menyeluruh terhadap masyarakat Kadisoro, tidak spesifik pada penderita hipertensi saja apakah penderita tersebut cukup makan sayur dan buah setiap harinya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

  1. Jumlah keluarga dengan penderita hipertensi di Kadisoro cukup tinggi, yaitu sejumlah 168 KK ( 35,15 % ).
  2. Jumlah keluarga yang memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup setiap hari di Kadisoro relatif rendah, yaitu sejumlah 140 KK ( 36,5 % ). Padahal konsumsi sayur dan buah setiap hari adalah salah satu indicator dari PHBS rumah tangga yang harus terpenuhi oleh seluruh rumah tangga agar seluruh anggota keluarga menjadi sehat.
  3. Kurangnya konsumsi sayur dan buah setiap hari pada masyarakat Kadisoro terbukti meningkatkan angka kejadian hipertensi di Kadisoro.

B. Saran

  1. Perlu dilakukan penelitian tentang kaitan antara kejadian hipertensi dengan kurangnya konsumsi sayur dan buah di wilayah lain agar hasil penelitian lebih valid dan meyakinkan, tidak hanya untuk masyarakat Kadisoro tetapi  untuk ruang lingkup yang lebih luas.
  2. Perlu dilakukan sosialisasi tentang hasil penelitian ini terutama bagi masyarakat di Kadisoro sebagai dasar penyuluhan tentang pentingnya kebiasaan makan sayur dan buah dalam jumlah cukup setiap hari. Sayur dan buah di sini tidak harus mahal, tetapi bisa berupa sayur dan buah yang dibeli dengan harga terjangkau atau bahkan dari hasil kebun sendiri.
  3. Perlu diberikan penyuluhan dan motivasi bagi masyarakat di Kadisoro khususnya  untuk bisa memanfaatkan tanah pekarangan dengan menanam sayur dan buah sehingga sayur dan buah selalu tersedia setiap hari tanpa harus membeli.
  4. Perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya memperkenalkan sejak dini kepada anak kebiasaan makan sayur dan buah pagi, siang, dan malam.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Dewi, Arika.2011.  Materi Pelatihan Konselor Berhenti Merokok. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.
  2. DepKes RI. 2007. Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat. Bhakti Husada. Jakarta.
  3. Akbar, Fahmi dan Tim dokterPOST. 2018. 155 Diagnosis dan Terapi Faskes Primer. dokterPOST. Jakarta.
  4. Soeparman. Waspadji, Sarwono, 1998. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.
  5. Tuti, Aswani, 2020. Mari Makan Sayur dan Buah yang Berkhasiat Bagi Tubuh  Untuk Keluarga Indonesia Sehat. PADK. Padk Kemenkes RI. Jakarta.
Kategori: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *