Berita

LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTOR PUSKESMAS PANDAK 2 TRIBULAN I

Lokakarya Mini Tribulan pertama Puskesmas Pandak  2 dilaksanakan pada hari Rabu, 5 April 2017 di aula Puskesmas Pandak 2. Pada pertemuan ini dihadiri oleh pihak lintas sektor yang terdiri dari Kecamatan( diwakili Bp Kasie Kemas Bp Subiyanto SIP,MAP), Dinkes Bantul ( diwakili kasie rujukan dan bencana Bu RR Endah Wahyuni, SKM), Polsek Pandak, Koramil , Kepala Desa Triharjo ( Bp Suwardi S.Pd) ,KUA, UPT PP kec Pandak, PLKB, SMP, SD,perwakilan Kader, Kepala-Kepala Dusun, Ketua Prolanis, dll. Pelaksanaan Lokmin ini dipimpin Kasie Kemas Kecamatan Pandak. Diawali dengan sambutan diantaranya dari pihak Dinkes Bantul yang menyampaikan bahwa pelaksanaan lokakarya mini tribulan sesuai dengan Permenkes 44 tentang Manajemen di mana Kecamatan sebagai leadernya. Menurut Bu Endah, permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Puskesmas tetapi perlu keterlibatan dan peran lintas sektor terkait. Kemudian dilanjutkan paparan Kapus Pandak 2 dr. F.Sita Murti tentang PKP (Penilaian Kinerja Puskesmas) 2017 data 2016, RPK 2017( Rencana Pelaksanaan Kegiatan), identifikasi peran Lintas sektor, capaian UKP Tribulan pertama beserta tindak lanjut puskesmas terhadap masukan  dari masyarakat.  Program Germas dan Program Indonesia Sehat juga disampaikan. Paparan kedua  oleh drg Isnaini Hadiyati PJ UKM menyampaikan hasil dan evaluasi kegiatan UKM serta evaluasi peran Lintas sektor tribulan pertama  serta diilanjutkan paparan rencana kegiatan UKM 3 bulan ke depan.  Pembahasan dan diskusi. Diskusi tampak hidup dengan beberapa masukan dari pihak Lintas sektor. Permasalan utama yang muncul di PKP yaitu tentang tingginya kasus KEP  balita  mendapat tanggapan dari berbagai pihak, selain kasus DBD, ANC terpadu, pengurusan jaminan kesehatan, kursus Catin, lomba PMT AS, rujukan kasus gangguan jiwa berat dll. Diskusi menjadi menarik saat petugas Gizi Istiwahyuni,SST memaparkan kondisi lingkungan tempat tinggal dari 2 balita gizi buruk. Bidan Suharmiyatun, Amd.Keb juga menyampaikan bahwa jika ada ibu hamil yang tidak mampu bisa mengurus jaminan kesehatan dengan melalui program Garba. Permasalahan yang ada dibahas dan disepakati serta direncanakan tindak lanjutnya melibatkan sektor- sektor yang terkait. Evaluasi tindak lanjut akan dilaksanakan di Lokakarya Mini Tribulan ke-2. (more…)

By pandak2, ago