Kanker Leher Rahim/ Cervix merupakan kanker terbanyak nomor 4 pada wanita di dunia. 90% terjadi di Negara Berkembang dan Insidens tertinggi pada wanita usia produktif. Angka Morbiditas dan Mortalitas Kanker Serviks sangat tinggi di Indonesia.

Saat ini program nasional pencegahan kanker serviks yang sudah dilaksanakan adalah deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Pemeriksaan IVA hanya dapat dilakukan pada perempuan yang sudah menikah. Pencegahan kanker serviks akan semakin efektif jika dibarengi dengan upaya proteksi spesifik dengan memberikan imunisasi HPV. WHO 2014 merekomendasikan bahwa Imunisasi HPV sebagai upaya pencegahan primer kanker serviks yang disebabkan HPV.

Imunisasi HPV sebelumnya merupakan imunisasi pilihan, namun saat ini menjadi imunisasi program di lokasi terpilih Program Demonstrasi Imunisasi HPV. Penambahan vaksin baru dalam program BIAS yaitu pemberian vaksin HPV pada anak perempuan kelas 5 (dosis pertama) dan 6 (dosis kedua) SD/ MI. Pencegahan kanker serviks karena HPV tipe 16 dan 18 melalui imunisasi, keberhasilannya dapat mencapai 100% jika diberikan sebanyak dua dosis pada saat anak perempuan berusia 9 – 14 tahun dengan interval yang dianjurkan adalah 6 – 15 bulan**

Rencana  Pengembangan Program Imunisasi HPV di  DIY Tahun 2019

– Tahun 2019 : diberikan pada siswi kl 5 (HPV-1)

– Tahun 2020 : diberikan pada siswi kl 5 (HPV-1) dan siswi kl 6 (HPV-2)

  • Lokasi    : Kab. Bantul, Kab. Sleman, Kota Yogyakarta
  • Sasaran  : siswi kelas 5 dan 6 SD/MI/sederajat
  • Pelaksanaan :  November (jika vaksin sudah tersedia)

Untuk mensosialisasikan Program Imunisasi HPV ini, Puskesmas Piyungan pada Hari Rabu, 23 Oktober 2019 mengundang perwakilan kader kesehatan dari masing- masing dusun di Piyungan untuk mensosialisasikan mengenai kanker serviks dan imunisasi HPV. Materi yang diberikan mengenai kanker serviks, pemeriksaan IVA, program dan keamanan Imunisasi HPV, serta cara pencegahan HPV. Acara ini diikuti oleh 70 kader kesehatan di Aula Puskesmas Piyungan. Kader yang hadir aktif bertanya dan sangat antusias dengan materi yang diberikan. Diharapkan nantinya kader kesehatan dapat mensosialisasikan iminisasu HPV ini kepda warga msyarakat di dusun msing- masing sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. sehingga dapat menekan angka kejadian kanker serviks di Yogyakarta.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *