GERTAK CHINTA 

(Gerakan Serentak Cegah Hipertensi Kita)

Dalam rangka menindaklanjuti hasil temuan pispk banyak kasus hipertensi yg ditemukan dan belum berobat secara standar maka pusk piyungan membuat program GERTAK CINTA(gerakan serentak cegah hipertensi kita)

Inovasi ini melibatkan semua elemen karyawan, masyarakat dan lintas sektor piyungan.

Langkah yang dilakukan:
1. Gerakan penemuan kasus ht melalui progran pispk dan screening spm baik lansia maupun usia

2. Sosialisasi faktor resiko dan pengendalian kasus ht baik melalui kader,penderita,lintas Sektor dan spot2 kasus hasil temuan pispk.

3. Melakukan verifikasi dan tindak lanjut hasil temuan screening dan pispk

4. Menitoring tensi dan gula darah melalui kms hipertensi

SITUS PAYAK PIYUNGAN

(Strategi Eliminasi TB Puskesmas Bersama Masyarakat Piyungan)

Dalam rangka mewujudkan eliminasi TBC tahun 2030 dan meningkatkan angka suspek dan penemuan TBC di Piyungan maka Puskesmas Piyungan membuat Inovasi SITUS PAYAK PIYUNGAN ( Strategi Eliminasi Tuberkulosis, Puskesmas bersama Masyarakat Piyungan)

Inovasi Situs Payak Piyungan melibatkan semua elemen karyawan, masyarakat dan lintas sektor piyungan.

Langkah yang dilakukan:
1. Sosialisasi / Refreshing TBC di Masyarakat dan institusi pendidikan/pondok pesantren

2. Sosialisasi/ Refreshing Etika Batuk di masyarakat dan institusi pendidikan/ pondok pesantren

2. Menerapkan strategi ASCF (Acute Selective Case Finding) dengan pendekatan keluarga, masyarakat dan institusi pendidikan/ pondok pesantren

3. Meningkatkan peran serta praktisi swasta ( Klinik, apotek, BPS dan DPS) dalam meningkatkan penemuan suspek TBC

4. Menungkatkan peran serta tokoh agama/ masyarakat dan lintas sektor dengan Pembentukan Gerduda tingkat kecamatan Piyungan.

5. Strategi pencegahan dan pengendalian Infeksi di Lingkungan Puskesmas dengan :
– pemberian masker utk pasien batuk yang periksa di Puskesmas
– Mendahulukan pasien TBC sejak dari pendaftaran dengan Cap PRIORITAS TBC
– Ruangan khusus untuk pelayanan TBC (POLKADOTS: Pojok Layanan DOTS)
– Rekayasa ruang Tunggu pasien agar tidak gelap dan lembab dengan merapikan pohon
– Rekayasa ruang periksa pasien dengan membuat pintu sehingga ventilasi dan sirkulasi baik

          

GARDU KELOLA

(Gerakan Terpadu Kelompok Pengelola Lansia )

GARDU KELOLA merupakan program inovasi  Puskesmas Piyungan yang bekerjasama dengan keluarga, tokoh masyarakat dan lintas sector kecamatan, kabupaten, serta provinsi. 

Pada awal inisiasi kegiatan dimulai dengan dilakukan pendataan, menentukan dusun sasaran, penjaringan lansia bermasalah yang perlu dikunjungi, koordinasi dengan lintas sekor,  kemudian dilakukan kunjungan/ home care dan evaluasi hasil kunjungan.

Program GARDU KELOLA menciptakan kemitraan dan kerjasama dengan tokoh masyarakat dan lintas sector. Sebelum kegiatan home care dilaksanakan koordinasi dengan tokoh masyarakat atau rembuk dusun yang dihadiri oleh kader, tokoh masyarakat dan lintas sector. Kegiatan ini memusyawarahkan kesepakatan pelaksanaan home care. Setelah dilakukan kesepakatan pelaksanaan home care maka diberikan alih informasi dan pelatihan bagi kader tentang cara melaksanakan home care, serta menyepakati sasaran home care. Home care dilaksanakan dengan melibatkan langsung kader dan keluarga lansia. Dalam pelaksanaan home care yang pertama kali akan didampingi oleh PJ Lansia UPT Puskesmas Piyungan, setelah 2-3 kali didampingi kader bisa melaksanakan dengan secara mandiri. Koordinasi dan tindak lanjut pemantauan melalui grup WA melalui telepon seluler. Setiap dua bulan sekali dilaksanakan koordinasi langsung dengan kader, tokoh masyarakat dan lintas sector terkait monitoring dan evaluasi pelaksanaan home care selanjutnya.

Program GARDU KELOLA telah mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kesehatan lansia dan meningkatkan kemandirian lansia sebanyak 35%. Antusiasme masyarakat cukup tinggi berkaitan dengan program GARDU KELOLA. Selain itu, mampu membangun kerjasama antara UPT Puskesmas Piyungan dengan keluarga, tokoh masyarakat, dan lintas sektor.

Inovasi GARDU KELOLA mengedepankan pelayanan kesehatan dengan memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada lansia melalui kunjungan rumah dan memberdayakan keluarga serta masyarakat sekitar. Inovasi ini dianggap memberikan manfaat langsung kepada masyarakat khususnya lansia dan keluarga, diantaranya:

  1. Kemudahan mengakses pelayanan kesehatan khususnya bagi lansia
  2. Lansia dikunjungi rutin secara berkala oleh kader kesehatan lansia yang sudah terlatih
  3. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam merawat lansia di rumah
  4. Memandirikan kader kesehatan lansia untuk melakukan home care/ kunjungan
  5. Adanya pemantauan, monitoring dan evaluasi rutin dalam pelaksanaan home care/ kunjungan
  6. Melibatkan langsung keluarga dan tokoh masyarakat
  7. Adanya dukungan dana
  8. Memberikan reward kepadapada lansia sasaran
  9. Memberikan reward kepada kader pelaksana home care
  10. Dukungan administrasi yang baik antara data jumlah lansia, daftar lansia sasaran home care
  11. Adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan lintas sector baik dari kecamatan, kabupaten, dan provinsi