Bulan September dan Oktober tahun 2019 Puskesmas Pleret melakukan penjaringan kesehatan terhadap 2.790 siswa/siswi baru kelas 1, 7 dan kelas 9 di sekolah wilayah kerja Puskesmas Pleret yang meliputi 22 Sekolah dasar, 8 Sekolah menengah pertama, dan 5 Sekolah Menengah atas. Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh Puskesmas Pleret yang bekerjasama dengan pihak sekolah khususnya guru UKS di masing-masing sekolah.

Anak usia sekolah merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, selain jumlahnya yang besar, diperkirakan 24% dari jumlah penduduk, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena teroganisir dengan baik, selain factor di atas, usia anak sekolah merupakan usia pertumbuhan dengan berbagai masalah kesehatan dan factor resiko seperti perilaku merokok, konsumsi jajan sembarangan, kurangnya aktifitas fisik, karies gigi, masalah kebersihan diri, masalah gizi kurang, gizi lebih, selain permasalahan kesehatan secara fisik, usia yang masih labil juga akan beresiko pada kesehatan psikologis

Tujuan umum dari penjaringan adalah meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah dan remaja secara optimal dalam mendukung tumbuh kembang dan proses belajar, sedangkan tujuan khusus Terdeteksinya secara dini masalah kesehatan pada siswa sehingga apabila ditemukan masalah kesehatan bisa segera ditindak lanjuti dengan di rujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan

Berikut adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dalam melakukan penjaringan anak sekolah

  1. Pemeriksaan fisik : Kebersihan rambut, kuku, telinga,, kondisi bibir kering, lembab, tekanan darah, denyut nadi, ketajaman penglihatan, ketajaman pendengaran, pemeriksaan gigi, gusi dan lainnya.
  1. Penilaian status gizi :Status gizi dengan mengukur berat badan dan tinggi badan kemudian di analisis menggunakan IMT untuk melihat status gizi normal, gemuk, kurus dan sangat kurus
  1. Jiwa :Pemeriksaan mental dengan wawancara sederhana
  1. Pemeriksaan penunjang : Gejala anemia

Dengan adanya penjaringan diharapkan siswa dapat memahami keadaan kesehatanya, untuk guru dan wali murid dapat memahami kesehatan anaknya, jika ada permasalahan yang harus ditangani maka segera ditindak lanjuti sebelum terjadi permasalahan yang lebih besar.

Tindak lanjut dari kegiatan penjaringan adalah beberapa wali murid maupun guru sekolah yang anak nya dirujuk, menindaklanjuti dengan datang ke Puskesmas. Ada beberapa yang bisa ditangani di Puskesmas, namun ada juga yang di rujuk lebih lanjut ke rumah sakit seperti Sardjito, karena harus dilakukan penanganan yang serius


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *