Menurut Undang-Undang  No 36 Tahun 2009 Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Organisasi Kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”. Dari dua pengertian kesehatan di atas disebutkan bahwa sehat bukan hanya sehat secara fisik, akan tetapi sehat juga meliputih sehat mental.

            Data dari programmer jiwa Puskesmas Pleret menyebutkan bahwa penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Pleret mencapai lebih dari 250 penderita. Dengan jumlah penderita sebanyak itu, dengan hanya 1 programer jiwa dirasa kurang untuk memantau penderita gangguan jiwa. Maka Puskesmas Pleret melakukan pemberdayaan dengan mengadakan pelatihan desa siaga sehat jiwa terhadap kader kesehatan untuk berperan aktif dalam upaya penggerakan keluarga maupun penderita gangguan jiwa. 

            Pelatihan desa siaga sehat jiwa diadakan rutin setiap tahun dengan peserta yang berbeda. Untuk tahun ini yang dilatih adalah kader kesehatan Desa Wonokromo dengan jumlah 30 kader kesehatan. Narasumber dihadirkan langsung dari Rumah Sakit Jiwa Grhasia yaitu ibu Aspi Kristiati, SKM.,MA dan Ibu Dianingtyas Agustin, S.Kep. Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari yaitu pada hari Rabu 11 September sampai 14 September 2019.

Kegiatan pelatihan selama 4 (empat) hari dapat dilihat di bawah ini

Hari Pertama

  1. Registrasi
  2. Pembukaan
  3. Pree test
  4. Break
  5. Dinamika kelompok
  6. Model layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat-fungsi peran kader dalam DSSJ
  7. Ishoma
  8. Pengenalan gangguan jiwa
  9. Penutup

Hari ke 2

  1. Registrasi peserta
  2. Express feeling peserta dan rivew materi hari pertama
  3. Deteksi kesehatan jiwa
  4. Praktek deteksi in class
  5. Penggerakan kelompok sehat jiwa dan kelompok resiko masalah psikososial
  6. Penggerakan kelompk gangguan jiwa
  7. Ishoma
  8. Supervise kader/kunjungan rumah
  9. Tugas rumah deteksi kesehatan jiwa

Hari ke 3

  1. Registrasi peserta
  2. Express feeling peserta dan rivew materi hari ke II
  3. Presentasi dan pembahasan hasil deteksi kesehatan jiwa
  4. Supervise/kunjungan rumah
  5. Rujukan
  6. Ishoma
  7. Post test
  8. Penjelasan praktek lapangan

Hari ke 4

  1. Registrasi peserta
  2. Pelaksanaan praktek lapangan : deteksi atau supervise
  3. Break
  4. Presentasi hasil praktik lapangan
  5. Ishoma
  6. Penyusunan RTL
  7. Lain – lain
  8. Penutup

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan pengetahuan kader kesehatan jiwa meningkat, selain meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dalam hal pemeriksaan dini, deteksi dini dan ketrampilan menghadapi pasien gangguan jiwa meningkat sesuai dengan hasil pelatihan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *