Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang selanjutnya disebut STBM adalah suatu bentuk pendekatan ke masyarakat untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan Pilar STBM. Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan STBM yang meliputi 5 (lima) pilar ;1. Stop Buang Air Besar Sembarangan; 2. Cuci Tangan Pakai Sabun;  3. Pengelolaan/Penyehatan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga; 4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan ; 5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

Untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan penyelenggaraan STBM, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mentargetkan 27 Puskesmas dapat menggandeng minimal 1 Desa dalam satu tahun untuk deklarasi STBM yang sebelum deklarasi dilakukan pemicuan.

sampai tahun 2019, Puskesmas Pleret sudah melakukan pemicuan dan deklarasi terhadap 5 desa di kecamatan Pleret. dimulai dari desa pleret pada tahun 2018, kemudian dilanjutkan 4 desa pada tahun 2019 yaitu  segoroyoso, wonokromo, wonolelo kemudian terakhir desa bawuran. 

salah satu tahapan penting mendeklarasikan STBM adalah dilakukan pemicuan terhadap masyarakat dan tokoh masyarakat , pemicuan dilakukan dengan cara diskusi aktif tentang perilaku keseharian sesuai dengan 5 (lima) pilar, contoh pemicuan pilar pertama yaitu “stop buang air besar sembarangan”,  peserta membentuk kelompok untuk berdiskusi yang dipandu moderator Untung Sarwandono, kegiatan meliputi membuat peta  masing-masing wilayahnya,  melakukan diskusi aktif  seperti memicu rasa malu,  rasa bersalah, dan rasa takut sakit,  terhadap kebiasaan yang tidak baik misalnya BAB sembarangan. Kemudian peserta diminta berfikir cara meningkatkan perilaku kesehatan. 

Indikator peserta berhasil dipicu adalah peserta bisa dengan sendirinya menyatakan permasalahan, mempunyai rasa malu, rasa bersalah, rasa takut sakit, akibat tidak berperilaku higiene sanitasi dan bisa berfikir sendiri cara untuk menyelesaikan permasalahan baik di tingkat individu maupun kelompok

” dalam melakukan pemicuan itu prinsipnya ada 3 yaitu tidak boleh menggurui, tidak memberikan bantuan subsidi seperti dana, bangunan, dan yang ketiga tidak boleh mengoreksi pendapat dari peserta,biarkan saja peserta mengungkapkan, nnanti kita picu mengikuti alur pemikiranya, sampai berubah sendiri” kata programer kesehatan lingkungan Untung Sarwandono

Setelah dilakukan pemciuan kemudian kesepakatan untuk deklarasi. Programmer kesehatan lingkungan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mengadakan deklarasi 5 pilar STBM. Peran petugas kesehatan hanya sebagai fasilitator sedangkan kegiatan, pembiayaan dan lain sebagainya diadakan mandiri oleh desa.  Dan pada tahun 2019 semua desa di kecamatan Pleret sudah deklarasi 5 pilar STBM.

Untuk melihat kegiatan Puskesmas Pleret lainya klik disini


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *