Peningkatan Kualitas Petugas Kesehatan Puskesmas Pundong Tentang Tatalaksana Penyakit Penyerta Kehamilan

Dalam rangka meningkatkan kualitas petugas kesehatan, Puskesmas Pundong mengadakan seminar tentang Tatalaksana Penyakit Penyerta Kehamilan yang dinarasumberi langsung oleh Dr.dr. HMA Ashari SpOG(K).

Dr.dr. HMA Ashari SpOG(K) Narasumber Tatalaksana Penyakit Peserta Kehamilan

Seminar ini dilaksanakan pada hari senin 3 April 2017 dan dihadiri oleh seluruh Petugas Kesehatan Puskesmas Pundong yang telah menyelesaikan tugas pelayanan kesehatan. Para petugas kesehatan sangat antusias mengikuti seminar karena materi ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak terutama di wilayah Pundong ini.

Petugas Kesehatan Puskesmas Pundong memperhatikan penjelasan dari narasumber

Dr.dr. HMA Ashari SpOG(K) mengatakan bahwa wanita yang hamil itu perlu diperhatikan jangan sampai mengalami permasalahan penyerta kehamilan seperti pre eklampsi (Hipertensi karena hamil, Diabetes Melitus,dan penyakit penyerta lainnya). Petugas kesehatan harus mengetahui ciri-ciri dari wanita hamil yang mengalami eklampsia sehingga nantinya diharapkan mampu untuk menangani dan mencegah agar tidak semakin parah.

Dr.dr.HMA Ashari SpOG(K) mengajarkan juga bagaimana cara menghentikan perdarahan pada ibu melahirkan dengan tepat dan cepat, memberikan obat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil atau melahirkan, serta pencegahan tindakan yang akan mengakibatkan resiko kematian pada ibu hamil dan melahirkan. Seminar ini sangat penting dilakukan di Puskesmas Pundong untuk meningkatkan kinerja petugas kesehatan dan nantinya akan mengurangi angka kematian ibu dan anak di Kecamatan Pundong. (WB)

Terbentuknya Kader Jiwa Puskesmas Pundong

Pundong ( 6 April 2017 ), para kader yang mewakili dusunnya berbondong-bondong datang ke Aula Desa Panjangrejo untuk menghadiri pelatihan, sosialisasi dan pembentukan tim kader jiwa dari Puskesmas Pundong. Sekitar 55 kader mengikuti acara pelatihan ini dengan semangat terutama 2 desa yang belum pernah mengikuti acara sosialisasi tentang masalah jiwa yaitu Desa Srihardono dan Seloharjo.

Kader Sekecamatan Pundong yang Mengikuti Pelatihan Jiwa di Aula Desa Panjangrejo

Esti Utami, Amd.Kep petugas kesehatan Puskesmas Pundong sekaligus salah satu narasumber mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah dibentuk Desa Siaga Masalah Jiwa yang dilakukan di Desa atau Kelurahan Panjangrejo. karena dirasa bahwa permasalahan gangguan jiwa juga terdapat di desa lain, maka petugas kesehatan Puskesmas Pundong mengadakan satu acara yang bisa mengumpulkan 3 desa sekaligus untuk diadakan sosialisasi, penyuluhan serta pembentukan kader jiwa. Pembentukan kader jiwa ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak warga yang mengalami gangguan jiwa. Pembentukan tim kader jiwa ini diharapkan  mampu melakukan skrining masalah jiwa di dusun masing-masing. Dengan adanya skrining langsung dari kader tiap-tiap dusun maka akan memudahkan petugas kesehatan Puskesmas Pundong dalam melakukan intervensi terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa.

Penjelasan tentang sehat jiwa dan gangguan jiwa dari Petugas Kesehatan Puskesmas Pundong (Esti Utami, Amd.Kep)

Acara ini dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Kepala Desa Panjangrejo kemudian dilanjutkan pemberian materi dan sosialisasi oleh 3 narasumber yaitu Esti Utami, Ari dan dokter spesialis jiwa dari Puskesmas Pundong yaitu dokter Ana. Sebelum memberikan materi Esti Utami memutarkan film tentang masalah kejiwaan yang sering dialami oleh orang-orang dan masalah tersebut harus diketahui oleh kader sehingga kader mampu membedakan manakah orang yang mengalami gangguan jiwa atau tidak. (WB)

Deteksi Dini Tumbuh Kembang Puskesmas Pundong Sudah Terlaksana Dengan Baik

Petugas kesehatan Puskesmas Pundong menjelaskan tentang gosok gigi yang benar

Petugas kesehatan Puskesmas Pundong menjelaskan tentang gosok gigi yang benar

Senin (13 Februari 2017) Puskesmas Pundong mengadakan Deteksi Dini Tumbuh Kembang untuk seluruh anak usia TK di Kecamatan Pundong. Deteksi Dini Tumbuh Kembang merupakan upaya yang dilakukan untuk menentukan penyimpangan anak sedini mungkin. Hal ini dirasa penting dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas anak terutama anak usia balita umur 0 – 5 tahun dan anak pra sekolah umur 5 – 6 tahun. Diharapkan anak-anak mampu tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya sehingga berguna bagi nusa dan bangsa serta mampu bersaing di era global melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini.

Penyuluhan dan pemberian materi tentang gosok gigi dengan benar oleh Petugas Puskesmas Pundong

Murid-murid TK memperhatikan pemberian materi tentang gosok gigi yang benar oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Pundong

Dalam rangka meningkatkan tumbuh kembang anak pra sekolah (Anak Usia TK) di Kecamatan Pundong, Puskesmas Pundong melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang pada tanggal 13 Februari sampai 16 Maret 2017 dengan mengadakan 3 kegiatan yaitu penyuluhan gosok gigi yang benar, praktek gosok gigi yang benar dan pemeriksaan DTKB (Meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, status gizi dan tumbuh kembang).

Murid-murid TK mempraktekkan gosok gigi dengan benar

Murid-murid TK mempraktekkan gosok gigi dengan benar

Kegiatan ini diikuti oleh 25 TK di Kecamatan Pundong yang masing-masing TK terdiri dari 30-70 murid. Nuryanti, Amd.Keb petugas kesehatan Puskesmas Pundong mengatakan bahwa anak-anak TK sangat antusias dalam mengikuti acara ini, mereka memperhatikan secara seksama bagaimana cara menggosok gigi dengan benar untuk dipraktekkan dalam kesehariannya. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Puskesmas Pundong dan pihak guru masing-masing TK di Kecamatan Pundong. (WB)

Pelatihan Kader Kesehatan Remaja oleh Puskesmas Pundong

Peserta aktif  mengikuti kegiatan pelatihan kader kesehatan remaja

Peserta aktif mengikuti kegiatan pelatihan kader kesehatan remaja

Untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan perlu dilakukan pembekalan dini secara terpadu lintas program dan lintas sektor yang terkait. Dalam bidang kesehatan program yang terkait peningkatan partisipasi generasi muda dalam pembangunan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas upaya generasi muda dalam peningkatan status kesehatan dan produktifitasnya.

Menyadari hal tersebut Puskesmas Pundong melaksanakan kegiatan pelatihan kader remaja pada Jumat (17/2) dan Sabtu (18/2) yang bertempat di SMAN 1 Pundong. Kegiatan yang berkerjasama dengan SMAN 1 Pundong ini diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Atas yang ada di kecamatan Pundong.

Petugas Puskesmas Pundong sedang memberikan pelatihan tentang pertolongan pertama pada kecelakan pada peserta

Petugas Puskesmas Pundong sedang memberikan pelatihan tentang pertolongan pertama pada kecelakan pada peserta

Materi yang diberikan diantaranya tentang kegawatdaruratan, Perilaku HIdup Bersih dan Sehat (PHBS), reproduksi remaja, gizi bagi remaja, bahaya merokok dan narkoba serta pelatihan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan. Materi disampaiakan oleh petugas kesehatan Puskesmas Pundong. (Rzl)

Petugas Gizi Puskesmas sedang menyampiakan pentingnya zat besi pada masa pertumbuhan

Petugas Gizi Puskesmas sedang menyampiakan pentingnya zat besi pada masa pertumbuhan

Program Kesehatan Peduli Remaja Puskesmas Pundong

Peserta PKPR Puskesmas Pundong foto bersama

Peserta PKPR Puskesmas Pundong foto bersama

Minggu (19/2), Puskesmas Pundong melaksanakan kegiatan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Puskesmas Pundong ini diikuti oleh remaja dan karang taruna Kecamatan Pundong. Jenis Kegiatan PKPR kali ini dilaksanakan dengan memberikan informasi dan edukasi melalui penyuluhan. Materi yang disampaikan oleh petugas dari Puskesmas Pundong seputaran kenakalan remaja dan kesehatan reproduksi.

Kegiatan saat pemberian informasi dan edukasi ke peserta PKPR

Foto kegiatan saat pemberian informasi dan edukasi ke peserta PKPR

Adapun tujuan PKPR Umum: Optimalisasi pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas. Sedangkan tujuan khususnya untuk meningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas, meningkatkan pemanfaatan Puskesmas oleh remaja untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pencegahan masalah kesehatan khususnya pada remaja dan meningkatkan keterlibatan remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kesehatan remaja.(Rzl)

Pertemuan dan Penyegaran Kader Kesehatan Pundong Sebulan Sekali

Petugas gizi melakukan koordinasi, evaluasi dan monitoring pelaksanaan program puskesmas

Petugas gizi melakukan koordinasi, evaluasi dan monitoring pelaksanaan program puskesmas

Pengertian kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Kader kesehatan merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.

Mereka adalah para volunteer yang memiliki kepedulian terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Saat ini ada 5 sampai 6 kader kesehatan setiap posyandu. Disamping kuantitas yang besar diperlukan kualitas yang baik dari para kader kesehatan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kader, maka Puskesmas Pundong mengadakan pembinaan rutin kader yang dilaksanakan setiap bulan pada minggu ke tiga. Pertemuan ini dilaksanakan di masing-masing desa yang dihadiri oleh kader kesehatan dari masing-masing posyandu.

Kegiatan pertemuan kader di desa Panjangrejo yang bertempat di rumah salah satu Dusun

Kegiatan pertemuan kader di desa Panjangrejo yang bertempat di rumah salah  satu kepala Dusun

Keuntungan yang didapat dari pertemuan rutin kader ini, antara lain semua programer Puskesmas dapat melakukan pembinaan secara terpadu, pengetahuan kader selalu meningkat, jika ada permasalahan kesehatan di suatu wilayah cepat diketahui, dan diambil tindakan dan Kader merasa mendapat perhatian dari Puskesmas sehingga semangat pengabdian mereka akan selalu terpompa. (rzl)

Pertemuan Kader Kesehatan Desa Srihardono

Pertemuan Kader Kesehatan Desa Srihardono bertempat di balai Dusun yang di hadiri Petugas Puskesmas dan lintas sektor

GERMAS, Kampanye Hidup Sehat Di Seluruh Sekolah Dasar Di Kecamatan Pundong

Cuci tangan, salah satu perilaku hidup sehat yang di kampanyekan di Sekolah

Cuci tangan, salah satu perilaku hidup sehat yang dikampanyekan di Sekolah

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.
Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (Depkes, 2011) oleh karena itu menggalakkan GERMAS menjadi salah satu tugas Puskesmas Pundong.
GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin.Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar. GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja.
Salah satu yang sudah dilakukan Puskesmas Pundong adalah Kampanye Hidup Sehat di Seluruh Sekolah Dasar di Wilayah Pundong pada  tanggal 4 sampai 26 Januari 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kemadirian siswa berperilaku hidup sehat. Adapun kegiatan yang dilakukan selama kampanye hidup sehat di SD adalah cuci tangan bersama, sikat gigi massal, mendukung kawasan dilarang merokok dan mendukung jajanan dan makanan sehat.
Secara khusus, GERMAS diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mengurangi beban biaya kesehatan. (Rzl)

Rabu (4/1), kegiatan           IMG-20170113-WA0005

IMG-20170119-WA0003IMG-20170120-WA0014IMG-20170120-WA0018IMG-20170121-WA0009IMG-20170123-WA0008IMG-20170124-WA0011IMG-20170124-WA0012IMG-20170125-WA0016IMG-20170126-WA0016

Senam Prolanis Di Puskesmas Pundong, Mencegah Komplikasi Penyakit Kronis

Peserta Senam Prolanis, Mengikuti Gerakan Instruktur Senam

Kegiatan senam prolanis setiap Jumat di halaman Puskesmas Pundong

       Senam sehat bagi pasien prolanis yang diadakan Puskesmas Pundong secara rutin diminati oleh pasien prolanis maupun pasien lain. Kegiatan senam selain berfungsi sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi antara penderita kronis, juga dimanfaatkan untuk menjalin keakraban antara penderita prolanis dengan dokter dan karyawan Puskesmas.

img-20161231-wa0013

Peserta mengikuti gerakan senam dari Instruktur terlatih

       Senam sehat yang diadakan rutin setiap Jumat pagi di halaman Puskesmas Pundong dipandu oleh instruktur senam yang terlatih juga diselingi dengan tips kesehatan bagi penderita Prolanis oleh dokter atau tenaga kesehatan Puskesmas.

         Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat khususnya pada pasien lansia yang memiliki riwayat penyakit Hipertensi, Diabetes Melitus, Asam Urat, dan Hiperkolesterol. (Rizal)

Kelas Ibu Hamil, Ibu Hamil di Pundong Sehat Selamat

img-20161126-wa0003

 

          Puskesmas Pundong secara rutin melaksanakan kelas Ibu hamil. Sasaran Kelas Ibu hamil pada umur kehamilan 4 sampai 36 minggu karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat.

            Kelas Ibu hamil yang diadakan rutin sebulan sekali setiap Sabtu minggu terakhir di Aula Puskesmas atau di Aula Kecamatan Pundong  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos /kepercayaan /adat istiadat setempat, penyakit menular seksual dan akte kelahiran.

        Materi yang diberikan lebih komprehensif karena ada persiapan petugas sebelum penyajian materi, dapat mendatangkan tenaga ahli untuk memberikan topik tertentu. Selain kegiatan pemberian materi dilaksanakan pula senam ibu hamil.  Kegiatan rutin ini pun lebih seru karena ada interaksi antara petugas kesehatan dan ibu hamil. (rzl)

 

.

Lokmin Lintas Sektor Trimester III

15355672_109050292923609_662891472366872942_n

Sebagai narasumber: dari Kanan, drg. Sapta Adisuka Mulyatno, Ph.D selaku Kepala Puskesmas Pundong, Bp. Herman dari Din.Kes Kabupaten Bantul Sie.Program dan Bp. Ir. Agus Riyadmadi dari Kecamatan Pundong

 

Peran lokmin lintas sektor Puskesmas menjadi sangat penting di era akreditasi Puskesmas saat ini. Lokmin menjadi sumber penting dalam menjaring umpan balik pada Rencana Usulan maupun Rencana Kegiatan Puskesmas Pundong.

Sebagaimana tercantum pada Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Depkes RI, 2006, Lokakarya Mini Tribulanan Lintas Sektor Puskesmas sangat diperlukan sebagai upaya peningkatan kerjasama lintas sektoral. Koordinasi kegiatan sektoral sangat penting untuk keberhasilan pembangunan kesehatan.

Rabu, 7 Desember 2016 di Aula Puskesmas Pundong telah diadakan Lokmin lintas sektoral trimester III. Acara tersebut dihadiri dari berbagai instansi, kader, tokoh masyarakat dan karyawan karyawati Puskesmas.

15400494_109050322923606_8984582249470630907_n

Perwakilan dari berbagai instansi, kader, tokoh masyarakat dan karyawan/wati Puskesmas mengikuti lokmin di Aula Puskesmas Pundong

Secara umum tujuan lokakarya tribulanan lintas sektoral yang dilaksanakan Puskesmas Pundong untuk mengkaji hasil kegiatan kerja sama lintas sektoral dan tersusunnya rencana kerja tribulan berikutnya. Sedangkan tujuan khusus antara lain untuk membahas masalah dan hambatan dan untuk merumuskan mekanisme /rencana kerja lintas sektoral yang baru untuk tribulan yang akan datang.