Desa Seloharjo Mendeklarasikan “Stop BABS”

Tokoh Masyarakat Desa Seloharjo membacakan Deklarasi Stop BABS

Tokoh Masyarakat Desa Seloharjo membacakan geklarasi gerakan Stop BABS

Jumat (19/12) berbarengan dengan peresmian Jembatan Soko, Desa Seloharjo mendeklarasikan Stop Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang artinya desa tersebut seluruh masyarakat tidak ada yang melakukan praktek buang air besar sembarangan.

Dalam  deklarasi yang diwakili oleh Para Tokoh Masyarakat Desa mendeklarasikan gerakan Stop BABS, selanjutnya Bupati Bantul menerima deklarasi ini dan menyerahkan Piagam penghargaan Kepada Kepala Desa Seloharjo atas terdeklarasinya gerakan Stop BABS. Dengan adanya deklarasi Stop BABS diharapkan semua warga masyarakat di desa Seloharjo  akan ikut mendukung tercapainya kondisi rumah sehat.

Bupati Bantul menyerahkan sertifikat STBM kepada Kepala Desa Seloharjo, karena telah mendeklarasikan STOP BABS

Bupati Bantul menyerahkan piagam penghargaan Stop BABS kepada Kepala Desa Seloharjo, karena telah mendeklarasikan STOP BABS

Bapak Lurah Seloharjo mempimpin pembacaan deklarasi Stop BABS

Bapak Lurah Seloharjo mempimpin pembacaan deklarasi Stop BABS

Puskesmas Pundong mengharapkan desa yang lain yang ada di wilayah Puskesmas Pundong mengikuti mendeklarasikan gerakan Stop BABS ini, kata Bapak Sutamto sebagai pemegang program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Pundong. (Rzl)

Pemasangan spanduk bahwa Desa Seloharjo  'STOP BABS"

Pemasangan spanduk bahwa Desa Seloharjo “STOP BABS”

Pembentukan Forum Kesehatan Puskesmas Pundong, Menguatkan Dan Mendorong Masyarakat Desa Menuju SBABS

Bapak Sutamto, dari Puskesmas Pundong menyampaikan tentang dipilihnya Desa Seloharjo sebagai Desa SBABS

Bapak Sutamto, dari Puskesmas Pundong menyampaikan Desa Seloharjo akan mendeklarasikan SBABS pada Jumat (19/12) berbarengan dengan peresmian Jembatan Soko

           Di akhir November 2014 hasil uji air di wilayah Kabupaten Bantul 26 % dinyatakan sebagai air bersih dan sisanya (64%) bakteri e-coli nya sangat tinggi, hal tersebut dinyatakan oleh Bapak Janatun dari Dinas Kesehatan Bantul dari bidang Kesehatan Lingkungan pada saat verifikasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di Puskesmas Pundong (16/12). ” Sanitasi urusan kita tiap hari, tapi kadang sanitasi dianggap urusan belakangan, itu salah satu yang jadi penyebab beberapa kecamatan di Bantul endemis diare” lanjutnya.
Bapak Janatun dari Dinas Kesehatan Bantul sedang memberikan pemaparan pentingnya PHBS

Bapak Janatun dari Dinas Kesehatan Bantul sedang memberikan pemaparan pentingnya PHBS

Pada kesempatan itu pula dibentuk juga Forum Kader Kesehatan Puskesmas Pundong yang bertujuan untuk menguatkan dan mendorong masyarakat desa menuju Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBAS) dalam rangka 5 Pilar yang meliputi Stop buang air besar sembarangan, Cuci tangan pakai sabun, Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga, kata Bapak Sutamto dari Puskesmas Pundong. (Rzl)

 
IMG20141216100431

Posyandu Dusun Gedong Didatangi 23 Balita dan 14 Lansia

Balita Sedang Asyik Bermain Dengan Mainan Edukatif Yang Disediakan Di Posyandu

Balita asyik bermain dengan mainan edukatif yang disediakan di posyandu

Puskesling (Puskesmas Keliling) ditujukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Selain itu, tujuan puskesling Puskesmas Pundong juga untuk melakukan monitoring pelaksanan posyandu yang ada di wilayah Puskesmas.

Puskesling pada Jumat (12/12) dilaksanakan di Dusun Gedong, Desa Panjangrejo. Puskesling di Desa Gedong berbarengan dengan pelaksanaan posyandu balita dan posyandu lansia. “Puskesling hari ini didatangi 23 balita dari 30 balita yang ada dan 14 lansia” Kata Bidan Desa Anita yang didampingi staf puskesmas Ibu Wajilah. “Posyandu Gedong sendiri sudah melaksanakan pelayanan 5 meja”, lanjutnya. (Rzl)

Kader kesehatan sedang melaksanakan kegiatan 5 meja

Kader kesehatan sedang melaksanakan kegiatan 5 meja

Bidan Anita melakukan pemeriksaan dan pengobatan balita di meja ke 5

Bidan Anita melakukan pemeriksaan dan pengobatan balita di meja ke 5