PERTEMUAN PUSKESMAS PUNDONG BERSAMA WARGA DUSUN PRANTI DALAM RANGKA PENCEGAHAN DINI PENYAKIT DBD, DILANJUTKAN PSN DAN FOGGING

Pertemuan dengan warga Dusun Pranti

Pertemuan dengan warga Dusun Pranti

Selasa (09/02), jam 19.30 WIB bertempat rumah warga RT 04, dusun Pranti, Srihardono, Pundong diselenggarakan pertemuan warga yang dihadiri oleh semua ketua RT, KKLKMD, Pemuda dan Tokoh Masyarakat lain.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dusun Pranti, Bapak Wantoro mengucapkan terima kasih atas kehadirannya para petugas kesehatan dari Puskesmas Pundong, dan berharap semoga kehadiran para petugas Puskesmas dapat menjelaskan tentang penyakit yang ada dimasyarakat, khususnya penyakit DBD.
Selain hal tersebut Bapak Kepala Dusun juga meyampaikan bahwa pada hari selasa (02/02) semua kepala dusun diundang oleh Bapak Camat Pundong dalam rangka mengantisipasi terjadinya penyakit DBD. Ketika itu dilaporkan oleh Kepala Puskesmas Pundong (drg. Sapta Adisuka M., Ph.D) dan dr. Sri Astuti tentang kasus penyakit DBD dan ABJ (Angka Bebas Jentik) yang ada di wilayah Kecamatan Pundong.
Puskesmas Pundong yang diwakili Bapak Sutamto menyampaikan, bahwa untuk menentukan penyakit DBD tersebut tidak mudah dan harus melalui prosedur, termasuk diantaranya ada KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit) dari rumah sakit yang merawatnya sebagai penegak diagnosis.
Berita yang beredar di masyakarat banyak warga Pranti yang terkena DBD, tetapi yang betul-betul DBD berdasarkan KDRS yang diterima oleh Puskesmas baru satu penderita atas nama Aditya. Harapan Puskesmas Pundong mudah-mudahan dengan pertemuan pada malam ini kepada Ketua RT dan tokoh masyarakat lain mampu mengajak warganya untuk berpikir jernih dalam menghadapi penyakit DBD, termasuk di dalamnya mau melakukan tindakan 3 M dan kebersihan lingkungan, lanjut Bapak Sutamto.IMG20160220123803

Bapak Sutamto memaparkan, khusus untuk Dusun Pranti hasil evaluasi PJB (Pemantauan Jentik Berkala) yang di lakukan oleh kader pada 2014, ABJ yang dicapai 94,55%; 2015 90,83% kegiatan PJB sesaat 70%.

Selanjutnya pada Rabu (10/02), dilakukan pemantauan jentik oleh Puskesmas Pundong dibantu dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran gigi UGM bersama kader dari RT 04 dari 13 tandon air yang disurvey 4 di antaranya positif jentik atau ABJ 61,53% untuk RT 05 12 tandon air yang dilihat 4 dnyatakan posistif ada jentik atau ABJ 66,67%, sedangkan wilayah yang dapat dinyatakan bebas penyakit DBD adalah AJB 95%.
Dengan kondisi seperti ini Puskesmas Pundong berharap kepada seluruh warga masyarakat di Dusun Pranti lebih giat lagi dalam gerakan 3 M dan dengan pemberian bubuk abate, adapun fogging/pengasapan kalau dilakukan hanya membunuh nyamuk dewasa dan dapat mengganggu kesehatan manusia termasuk ekosistim yang ada di sekitar kita, lanjut Bapak Sutamto. (Rzl)