Puskesmas Pundong Sudah Terakreditasi

15380369_1896246733944985_2545172099273563752_n

Penyambutan tim surveior akreditasi

Setelah melewati proses kegiatan survei dan berdasarkan hasil rekomendasi tim surveior, rapat kelulusan dan penetapan status akreditasi oleh Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Puskesmas Pundong dinyatakan sudah terakreditasi dengan status akreditas Madya. Hal ini dapat diartikan bahwa sudah ada  pengakuan terhadap hasil dari proses penilaian eksternal, oleh Komisioner Akreditasi terhadap Puskesmas, sesuai dengan standar akreditas yang ditetapkan.

14102280_1124527867626775_7351802151857554041_n

Hari terakhir penilaian akreditasi

Manfaat Puskesmas Pundong Sudah Terakreditasi:

  1. Memberikan keunggulan kompetitif
  2. Memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Puskemas
  3. Menjamin diselenggarakannya pelayanan kesehatan primer kepada pasien dan masyarakat.
  4. Meningkatkan pendidikan pada staf Fasyankes primer untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat
  5. Meningkatkan pengelolaan risiko baik pada pelayanan pasien baik di Puskesmas maupun fasyankes primer lainnya, dan penyelenggaraan upaya Puskesmas kepada masyarakat
  6. Membangun dan meningkatkan kerja tim antar staf fasyankes primer
  7. Meningkatkan reliabilitas dalam pelayanan, ketertiban pendokumentasian, dan konsistensi dalam bekerja
  8. Meningkatkan keamanan dalam bekerja.

Selain hal tersebut masyarakat pun akan lebih percaya dengan pelayanan yang diberikan karena  adanya jaminan kualitas pelayanan.

14124432_1124523504293878_2528417361710964079_o

Bersama surveyor pokja 3 di hari ke 3

 Rzl-

PERTEMUAN PUSKESMAS PUNDONG BERSAMA WARGA DUSUN PRANTI DALAM RANGKA PENCEGAHAN DINI PENYAKIT DBD, DILANJUTKAN PSN DAN FOGGING

Pertemuan dengan warga Dusun Pranti

Pertemuan dengan warga Dusun Pranti

Selasa (09/02), jam 19.30 WIB bertempat rumah warga RT 04, dusun Pranti, Srihardono, Pundong diselenggarakan pertemuan warga yang dihadiri oleh semua ketua RT, KKLKMD, Pemuda dan Tokoh Masyarakat lain.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dusun Pranti, Bapak Wantoro mengucapkan terima kasih atas kehadirannya para petugas kesehatan dari Puskesmas Pundong, dan berharap semoga kehadiran para petugas Puskesmas dapat menjelaskan tentang penyakit yang ada dimasyarakat, khususnya penyakit DBD.
Selain hal tersebut Bapak Kepala Dusun juga meyampaikan bahwa pada hari selasa (02/02) semua kepala dusun diundang oleh Bapak Camat Pundong dalam rangka mengantisipasi terjadinya penyakit DBD. Ketika itu dilaporkan oleh Kepala Puskesmas Pundong (drg. Sapta Adisuka M., Ph.D) dan dr. Sri Astuti tentang kasus penyakit DBD dan ABJ (Angka Bebas Jentik) yang ada di wilayah Kecamatan Pundong.
Puskesmas Pundong yang diwakili Bapak Sutamto menyampaikan, bahwa untuk menentukan penyakit DBD tersebut tidak mudah dan harus melalui prosedur, termasuk diantaranya ada KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit) dari rumah sakit yang merawatnya sebagai penegak diagnosis.
Berita yang beredar di masyakarat banyak warga Pranti yang terkena DBD, tetapi yang betul-betul DBD berdasarkan KDRS yang diterima oleh Puskesmas baru satu penderita atas nama Aditya. Harapan Puskesmas Pundong mudah-mudahan dengan pertemuan pada malam ini kepada Ketua RT dan tokoh masyarakat lain mampu mengajak warganya untuk berpikir jernih dalam menghadapi penyakit DBD, termasuk di dalamnya mau melakukan tindakan 3 M dan kebersihan lingkungan, lanjut Bapak Sutamto.IMG20160220123803

Bapak Sutamto memaparkan, khusus untuk Dusun Pranti hasil evaluasi PJB (Pemantauan Jentik Berkala) yang di lakukan oleh kader pada 2014, ABJ yang dicapai 94,55%; 2015 90,83% kegiatan PJB sesaat 70%.

Selanjutnya pada Rabu (10/02), dilakukan pemantauan jentik oleh Puskesmas Pundong dibantu dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran gigi UGM bersama kader dari RT 04 dari 13 tandon air yang disurvey 4 di antaranya positif jentik atau ABJ 61,53% untuk RT 05 12 tandon air yang dilihat 4 dnyatakan posistif ada jentik atau ABJ 66,67%, sedangkan wilayah yang dapat dinyatakan bebas penyakit DBD adalah AJB 95%.
Dengan kondisi seperti ini Puskesmas Pundong berharap kepada seluruh warga masyarakat di Dusun Pranti lebih giat lagi dalam gerakan 3 M dan dengan pemberian bubuk abate, adapun fogging/pengasapan kalau dilakukan hanya membunuh nyamuk dewasa dan dapat mengganggu kesehatan manusia termasuk ekosistim yang ada di sekitar kita, lanjut Bapak Sutamto. (Rzl)

Deseminasi Desa Siaga Sehat Jiwa Di Desa Panjangrejo

Kepala Puskesmas Pundong, drg. Sapta Adisuka Mulyatno, Ph.D memukul gong sebagai tanda bahwa desa Panjangrejo dijadikan desa siaga sehat jiwa

Kepala Puskesmas Pundong, drg. Sapta Adisuka Mulyatno, Ph.D memukul gong sebagai tanda awal bahwa desa Panjangrejo akan menjadi Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ), di balai desa Panjangrejo. Jumat, 11 Desember 2015

“Puskesmas Pundong bekerja sama dengan Karinakas Yogyakarta melaksankan kegiatan deseminasi Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) di Desa Panjangrejo. Kegiatan ini merupakan awal bahwa Desa Panjangrejo akan dijadikan DSSJ. Kegiatan deseminasi ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Disperindakop, Dinaskertrans, Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Kader Kesehatan jiwa dan instansi lain yang terkait” Kata Programer Jiwa Puskesmas Pundong, Esti Utami Amd. Kep.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Karinakas menyampaikan bahwa penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) belum tertangani secara terpadu dan komprehensif, banyak kasus karena kemiskinan erat hubungannya dengan kesehatan jiwa. Karinakas ingin mengembangkan masyarakat kecil, miskin dan difabel dengan mengembangkan peranan kader yang ada di masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Salah satu usaha untuk penanganan kesehatan jiwa di masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat dengan jalan pemberdayaan kader kesehatan jiwa. Kemampuan Kader ditingkatkan dengan pelatihan kesehatan jiwa sehingga kader mampu mendeteksi dini status kesehatan jiwa masyarakat.

” Kesehatan jiwa sebagai fenomena gunung es yang harus dikelola dengan baik. Hasil deteksi dini yang diperoleh dari kader jiwa harus ditindaklanjuti agar ODGJ dapat tertangani dengan baik. Diharapkan DSSJ dapat menular ke desa yang lainnya” papar kepala Puskesmas Pundong, drg. Sapta Adisuka Mulyatno, Ph.D.

Dari Rumah Sakit Jiwa Grhasia menyampaikan, bahwa DSSJ merupakan pengembangan dari desa siaga, karena tidak ada kondisi sehat tanpa tidak sehat jiwa. DSSJ yang memberdayakan masyarakat khususnya kader kesehatan jiwa memegang peranan penting dalam pengelolaan ODGJ karena kader kesehatan jiwa berada di masyarakat tempat ODGJ tinggal.

bapak Sidik Rohadi, SE dari Dinas Kesehatan Kabupaten bantul menyematkan Pin kepada kader kesehatan jiwa Desa Panjangrejo

Kepala bidang pemberdayaan masyarakat Dinas Kesehatan kabupaten Bantul, Sidik Rohadi, SE., M.Kes menyematkan pin kepada kader kesehatan jiwa Desa Panjangrejo

Selain pemukulan gong sebagai tanda awal desa Panjangrejo akan dijadikan DSSJ, pada deseminasi DSSJ kali ini juga dilakukan penyematan pin untuk kader kesehatan jiwa. (Rzl)

Sikat Gigi Massal Disambut Antusias Siswa SD

Siswa SD Becari antusias mengikuti sikat gigi massal yang diadakan puskesmas Pundong pada bulan Agustus 2015

Para siswa antusias mengikuti bimbingan sikat gigi massal oleh petugas dari Puskesmas Pundong pada bulan Agustus-September tahun 2015

Pada bulan Agustus-September tahun 2015 Puskesmas Pundong melaksanakan kegiatan sikat gigi massal bagi siswa kelas 1 sampai kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Kegiatan yang dilanjutkan dengan penjaringan kesehatan gigi dan mulut siswa SD kelas 1 tersebut dilaksanakan di 20 SD dan 1 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pundong.

Menurut Kepala Puskesmas Pundong, drg. Sapta Adisuka Mulyatno, Ph. D, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang sikat gigi yang benar sejak dini yang nantinya diharapkan akan menjadi kebiasaan hingga tumbuh dewasa. Selain itu tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi angka kesakitan gigi dan mulut yang dapat mengganggu kelancaran aktifitas siswa sehari-hari.

Menurut programer Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Nila Aryani, Amd. KG, kegiatan sudah terlaksana dengan pencapaian 100%. Kedepannya diharapkan pihak Sekolah dapat melaksanakan kegiatan ini secara rutin minimal sebulan sekali supaya perubahan perilaku kearah yang lebih baik bisa terlaksana. (Rizal)

drg. Ardhini Tria Martina sedang memberikan bimbingan sikat gigi masal kepada siswa SDN Seyegan

drg. Ardhini Tria Martina sedang memberikan bimbingan sikat gigi masal kepada siswa SDN Seyegan

IMG_20151025_204131-picsay

Nila Aryani, Amd. KG sedang memberikan bimbingan sikat gigi masal kepada siswa SDN Tulung

IMG_20151025_204137-picsay

Suprihantono sedang memberikan bimbingan sikat gigi masal kepada siswa SDN Kategan

PUSKESMAS PUNDONG GELAR LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTORAL

Peserta lokakarya lintas sektoral yang terdiri dari instansi sekecamatan Pundong dan Tokoh Masyarakat

Peserta lokakarya lintas sektoral yang terdiri dari berbagai instansi sekecamatan Pundong, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lain menyimak pemaparan Kepala Puskesmas Pundong tentang capaian program-program yang ada dan rencana kegiatan selanjut baik UKP maupun UKM

Puskesmas Pundong, Kabupaten Bantul menggelar lokakarya mini lintas sektoral di Aula Puskesmas Pundong, Kamis (2/4). Kegiatan tersebut dihadiri 30 undangan, yaitu dari Dinas Kesehatan Bantul, kecamatan Pundong, polsek, koramil, KUA, UPT PPD Kecamatan, PLKB, TP PKK, BRI, BPD, Bank Bantul, Lurah Desa, TK PKK, Kader Kesehatan, Tokoh Masyarakat, Usaha Kecil Menengah (UKM), Bidan Praktik Swasta (BPS), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK), Perwakilan Pasien serta seluruh karyawan Puskesmas Pundong.

Bapak Camat Pundong (tengah) sebagai moderator, Kepala Puskesmas Pundong (Kanan) dan Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Bantul sebagai narasumber

Bapak Camat Pundong (tengah) sebagai moderator, Kepala Puskesmas Pundong (Kanan) dan Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Bantul (kiri) sebagai narasumber

Dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Kepala Bidang pemberdayaan masyarakat, Sidik Rohadi, M.Kes menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat itu sendiri serta dilaksanakan secara bersama sama secara lintas sektoral misalnya dengan bekerjasama dengan LSM yg ada, contohnya desa sehat jiwa yg telah terlatih oleh RS grasia. Selain itu beliau menyampaikan bahwa untuk anak usia dini lebih ditekankan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Puskesmas Pundong menyampaikan paparan kegiatan dan perencanaan program puskesmas di tahun ini ataupun tahun tahun mendatang

Kepala Puskesmas Pundong menyampaikan paparan kegiatan dan perencanaan program puskesmas di tahun ini ataupun tahun tahun mendatang

Kepala Puskesmas Pundong, drg. Sapta Adisuka M, Ph.D dalam paparannya menyampaikan kegiatan dan perencanaan program puskesmas di tahun 2014 ataupun tahun tahun mendatang. Paparan yang beliau sampaikan diantaranya megenai kondisi kesehatan di wilayah Puskesmas Pundong, indikator pembangunan kesehatan, adanya kematian ibu di tahun 2014, Hasil cakupan program gizi tahun 2014, program ASI eksklusi, penemuan penderita TB,10 besar penyakit rawat jalan dan penyakit rawat inap, Desa Panjangrejo menjadi “desa siaga jiwa”, perlu dilakukan regenerasi kader kesehatan pada tiap desa. Selain itu Beliau juga menyampaikan bahwa akreditasi puskesmas akan dilakukan tahun ini (2015),  penilaian dilakukan dengan sistem telusur kepada lintas sektoral dan stake holder yang ada. Akreditasi merupakan alat untuk meningkatan kinerja Puskesmas,  dukungan dari stake holder yang ada sangat diharapkan.

Setelah Pemaparan dari Kepala Puskesmas acara lokmin dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam sesi diskusi banyak hal yang menjadi topik, diantaranya tentang kesehatan remaja, kasus demam berdarah penyebab serta pencegahannya, pendataan keluarga miskin, pemantauan gizi siswa dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Peserta sedang diskusi mengenai topik yang berkaitan dengan kesehatan

Peserta tengah berdiskusi mengenai topik yang berkaitan dengan kesehatan

Lokakarnya mini lintas sektoral merupakan kegiatan yang rutin diadakan Puskesmas Pundong yang bertujuan mendapatkan dukungan dan masukan dari lintas sektoral dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Rzl)

Mengapa DMP Sudah Tidak Ada Di Puskesmas?

Hasil gambar untuk dextromethorphan

Dahulu sering menemui beberapa orang yang datang ke apotek mencari Dextromethorphan (DMP) baik sediaan tablet atau sirup. Kebanyakan yang mencari adalah anak-anak muda. Seiring berjalannya waktu terdengar bahwa DMP sering disalahgunakan. Jadi ternyata bukan hanya golongan narkotika, psikotropika tapi golongan DMP sediaan tunggal juga disalahgunakan.
Penyalahgunaan DMP dapat menimbulkan efek samping mulai dari dosis ringan (100mg-1500mg), yaitu stimulasi ringan, euforia dan halusinasi sampai depressi sistem syaraf pusat. WHO menyatakan DMP merupakan bahan tidak aman dan mengkhawatirkan karena rentan terhadap penyalahgunaan obat. Swedia mengubah golongan DMP menjadi golongan narkotika.
Dosis                                             Efek
100-200mg                        Stimulasi ringan
200-400mg                        Euforia dan halusinasi
300-600mg                        Gangguan persepsi visual, hilangnya koordinasi motorik
500-1.500mg                     Dissosiatif sedatif
1500-3.000 (terbagi)         Dissosiatif, terkecuali dengan efek yang lebih lama
Sumber : WHO meeting 35th
DMP merupakan isomer d-levometorfan analog kodein, tetapi mempunyai sifat analgetik atau adiktif dan tidak bekerja pada reseptor opioid. Toksisitasnya rendah, namun dosis tinggi dapat menimbulkan euforia, halusinasi dan psikosis.
Berdasarkan efek farmakologis, DMP bersifat antitusif, penekan batuk non opiat sintetik yang bekerja secara sentral dengan cara meningkatkan ambang rangsang reflek batuk di sisitem syaraf pusat (SSP) dan diindikasikan untuk meredakan batuk tidak berdahak atau batuk kering atau batuk yang menimbulkan rasa sakit. Di pasaran dijual dalam bentuk sirup dan tablet, baik komposisi tunggal maupun kombinasi dengan obat yang lain. DMP dahulu merupakan obat bebas terbatas yang bisa dibeli tanpa resep dari dokter dengan harga relatif murah.

Hasil gambar untuk dextromethorphan
Karena harga murah dan termasuk obat bebas terbatas yang mudah didapat sehingga pengawasan menjadi kurang ketat maka penyalahgunaan DMP bisa menjadi penyebab DMP disalahgunakan. Untuk menghindari dan mencegah makin tingginya penyalahgunaan DMP tunggal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil tindakan diantaranya membatalkan izin edar untuk sediaan tablet atau sirup tunggal melalui Keputusan Kepala Badan POM RI No. HK.04.1.35.07.13.3855 tahun 2013 tanggal 24 Juli 2013 tentang Pembatalan Izin Edar Obat yang Mengandung Dektromethorfan sediaan tunggal. Sedangkan DMP kombinasi karena tidak diketemukan penyalahgunaan dan masih dibutuhkan untuk pengobatan masih dapat beredar di pasaran.

Menengok Kegiatan Puskesmas Diawal Tahun 2015, Lokmin

Peserta lokmin serius menyimak materi yang diberikan oleh programer

Peserta lokmin serius menyimak materi yang diberikan oleh programer

Diawal tahun 2015 telah dilaksanakan kegiatan rutin yaitu lokakarya mini (lokmin) Puskesmas Pundong, tepatnya pada hari Selasa (27/1) sampai dengan Kamis (29/1) bertempat di Aula Puskesmas Pundong. Kegitan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut merupakan lokakarya mini bulanan yang dihadiri oleh seluruh karyawan Puskesmas Pundong.

Seperti lokmin sebelum-sebelumnya salah satu sesi lokmin kali ini adalah pemaparan oleh penanggung jawab program dan bidan desa dengan menguraikan serta melakukan analisa sasaran, target dan cakupan masing-masing diakhiri kesimpulan dan rencana tindak lanjut bulan ini. Program yang harus memberikan materi dalam lokmin diantaranya KIA/KB, Imunisasi, Promosi Kesehatan, Gizi, Kesehatan Lingkungan, P2, Ranap/UGD, BP umum, Posyandu dan Lansia.

Stephanus Sigit S.Kep penanggung jawab program promosi kesehatan, sedang memaparkan program. Diantaranya tentang realisasi PHBS rumah tangga yang masih 38%, target 80%

Stephanus Sigit S.Kep, penanggung jawab program promosi kesehatan sedang memaparkan program, diantaranya bahwa desa siaga di wilayah Puskesmas masih madya belum ada yang purnama atau mandiri

Bidan Rusminingsih, S.SIT sedang memaparkan program KIA/KB. Diantaranya tentang capaian K1 (96%), K4 (90%), KN 1(100%), Linakes (87%)

Bidan Rusminingsih, S.SIT sedang memaparkan program KIA/KB. Diantaranya tentang capaian K1 (96%), K4 (90%), KN 1(100%), Linakes (87%)

Dokter Agni sebagai koordinator ranap sedang memaparkan tentang evaluasi pencapaian UGD 2014, diantaranya BOR 48% target 60% penyebab rendah salah satunya karena jumlah tempat tidur kurang dari 10 bed.

Dokter Agni, sebagai koordinator ranap sedang memaparkan evaluasi pencapaian UGD 2014, diantaranya BOR 48% target 60% penyebab rendah salah satunya karena jumlah tempat tidur kurang dari 10 bed

Diakhir agenda Kepala Puskesmas, drg. Sapta Adisuka Mulyatno Ph.D memberikan kesimpulan serta menutup acara lokmin. Kesimpulan dari lokmin diantaranya Puskesmas akan meningkatkan komitmen serta memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada agar ada peningkatan dalam pelayanan di Puskesmas dan semoga program-program yang pencapaiannya masih jauh dari target dapat ditingkatkan di tahun 2015. Kepala Puskesmas juga mengucapkan terima kasih atas peran serta dan laporan yang telah disampaikan. (Rizal)

drg.Sapta Adisuka M, Ph.D menutup acara lokmin sekaligus memberikan menyimpulkan kegiatan lokmin

drg.Sapta Adisuka M, Ph.D menutup acara lokmin sekaligus menyimpulkan kegiatan lokmin

Kartini Pundong Membantu Melahirkan Bayi Gamelli Di Plafon Rumah

Selasa (20/1) dengan memakai baju kebaya dan kain jarik 2 kartini Pundong, Dokter Agni dan Bidan Rusminingsih membantu kelahiran bayi gamelli. Bayi kembar dua yang berjenis kelamin laki-laki lahir dengan berat masing-masing 1,7 kg dan 1,9 kg. Proses kelahiran sendiri berlangsung di rumah pasien dan di Puskesmas Pundong. Kelahiran yang anak pertama pada pukul 11.15 WIB dan yang kedua pada pukul 12.15.

Proses kelahiran di rumah berlangsung spontan normal di plafon rumah yang dijadikan kamar dan terbuat  dari papan, proses kelahiran di Puskesmas juga normal. Karena lahir belum aterm, umur janin belum cukup bulan untuk lahir, maka kedua bayi langsung dirujuk ke bagian perinatal RSUD Panembahan Senopati Bantul, papar dokter Agni selaku dokter di Puskesmas Pundong. Dengan berkebaya tidak menjadikan hambatan untuk menolong sesama, lanjutnya. (RZL)

Bayi kembar lahir selamat dengan berat 1,7 kg dan 1,9 kg berjenis kelamin laki-laki

Bayi gamelli lahir selamat dengan berat 1,7 kg dan 1,9 kg berjenis kelamin laki-laki