PROMOSI KESEHATAN

Hasil pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul pada tahun 2016 menunjukkan bahwa dari 5.205 rumah tangga yang di data hanya 45,46 % ber-PHBS, turun dari tahun lalu sebesar 54,64%. Suatu rumah tangga dikatakan ber-PHBS apabila telah melaksanakan 10 indikator PHBS nasional.


Gambar 1. Rumah Tangga Ber-PHBS di Puskesmas Pundong Tahun 2016

Dari grafik di atas dapat disampaikan bahwa rumah tangga ber-PHBS yang paling tinggi berada di Desa Srihardono dengan capaian 48,74 %, sedangkan yang paling rendah berada pada Desa Seloharjo. Dari hasil capaian PHBS rumah tangga secara keseluruhan, indikator yang paling rendah adalah pemeriksaan jentik-jentik, tidak merokok, dan melakukan aktivitas fisik setiap hari. Masih dirasa perlu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat. Terutama dalam menjaga lingkungan agar tetap sehat dengan cara memberantas jentik berkala secara rutin dan mandiri, tidak merokok di dalam rumah paling tidak di acara atau pertemuan tidak disediakan asbak sehingga dapat mengurangi perilaku merokok masyarakat.

PHBS tidak hanya dilakukan di tatanan rumah tangga saja, tetapi juga dilakukan di tatanan tempat kerja, tatanan fasilitas pendidikan, tatanan tempat kerja, tempat ibadah, dan tempat tempat umum.

Gambar 2. Capaian PHBS di Tatanan Lain di Puskesmas Pundong Tahun 2016

a. Desa Siaga Aktif
Wilayah kerja Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul memiliki 3 desa siaga aktif dengan 1 desa berstrata purnama dan 2 desa berstrata madya.

b. Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) di Puskesmas Pundong
Posyandu Balita yang ada di Puskesmas Pundong sebanyak 55 posyandu.20 posyandu berada di Desa Srihardono, 16 posyandu di Desa Panjangrejo, dan 19 psyandu di Desa Seloharjo. Berikut strata posyandu balita di Puskesmas Pundong

Gambar 3. Strata Posyandu Balita Puskesmas Pundong Tahun 2016

c. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
Dalam meningkatkan derajat kesehatan pekerja di Kabupaten telah dikembangkan Upaya Kesehatan Kerja (UKK) didalam gedung Puskesmas maupun diluar gedung.Fokus utama program UKK yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul adalah untuk kelompok pekerja informal.
Di Puskesmas Pundong, terdapat 2 Pos UKK yaitu PT. Golden Glove yang bergerak di bidang konveksi dan Mudyar Keramik yang bergerak di bidang industriu kerajinan

d. Upaya Kesehatan Pondok Pesantren
Pemerintah Kabupaten Bantul dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pesantren dilaksanakan melalui Upaya Kesehatan Pondok Pesantren (Pontren). Di Puskesmas Pundong, terdapat 1 pondok pesantren yaitu Pondok Pesantren Daruss Fatiyah yang ,masih berstrata dasar.

e. Dusun Bebas Asap Rokok
Upaya Kesehatan bersumber daya masyarakat ini terbentuk dengan sosialisasi dan pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama indikator ke sepuluh (10) yaitu perilaku tidak merokok di dalam rumah dan penerapan Peraturan Gubernur Nomor 42 Tahun 2009 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Di setiap kecamatan terdapat dusun bebas asap rokok. Di Puskesmas Pundong terdapat 1 Dusun Bebas Asap Rokok, yaitu Dusun Dermo Jurang. Di Dusun ini menyepakati perilaku tidak merokok pada pertemuan-pertemuan tertentu misalnya pertemuan desa, pertemuan tokoh-tokoh agama, dan tidak menyediakan asbak sebagai media untuk merokok.

f. Pengobat Tradisional (Batra)
Berdasarkan pendataan oleh Programmer Batra, dapat disampaikan bahwa terdapat 39.96 % KK yang sudah memanfaatkan toga (1937 KK), dan dari jumlah KK tersebut yang mendapat pembinaan dari Puskesmas sebesar 2,74% (53 KK). Sedangkan pembinaan pengobat tradisional menggunakan tanaman obat sebesar 125 %, pembinaan pengobat tradisional dengan keterampilan sebesar 59,75 %.
Permasalahan yang sering ditemukan adalah Angka partisipasi masyarakat terhadap Toga masih kurang yang disebabkan pengetahuan tentang pemanfaatan Toga di Masyarakat kurang, Kegiatan pembinaan Toga ke masyarakat kurang, Pembinaan pengobatan dengan keterampilan masih kurang disebabkan oleh sasaran yang kurang sehingga kegiatan pembinaan juga kurang. Rencana Tindak Lanjut dari permasalahan tersebut adalah Pembuatan Leaflet tentang Tanaman Obat, Sosialisasi ttg Apotek Hidup, Apotek Puskesmas bias dijadikan sarana untuk belajar, Dilakukan pembinaan melalui kader, mengunjungi rumah penduduk yang memiliki Toga, dan mengadakan kegiatan pembinaan di puskesmas, diadakan kegiatan ke rumah pengobat secara langsung

g. Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) di Kab. Bantul Tahun 2016
Pembentukan Desa Sehat Jiwa di wilayah kerja Puskesmas Pundong terdapat di Dusun Panjang, Panjangrejo.
h. Sekolah yang Mempromosikan Kesehatan
Pemberdayaan masyarakat di fasilitas pendidikan tercermin pada kegiatan sekolah yang mempromosikan kesehatan. Dapat diinformasikan bahwa semua sekolah (100%) yang ada di Pundong mempunyai UKS dan melakukan promosi kesehatan